Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Jumat, 2 Oktober 2026 22:18 WIB

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Jumat, 2 Oktober 2026 21:53 WIB

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Jumat, 2 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi
  • Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas
  • Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara
  • Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027
  • Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung
  • Bukan Kebetulan! John Herdman Ungkap Rahasia Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ribuan Warga Meriahkan Upacara HUT ke-81 RI di Halaman Gedung Sate

By Mulki AlbarSenin, 17 Agustus 2026 11:05 WIB4 Mins Read
Ribuan warga meriahkan upacara HUT ke-81 RI di halaman Gedung Sate Bandung. Foto: bukamata.id/ Mulki Albar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ribuan warga memadati halaman Gedung Sate, Kota Bandung, untuk menyaksikan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Upacara tahun ini berlangsung berbeda karena untuk pertama kalinya Pemprov Jawa Barat menggelar peringatan HUT RI di halaman Gedung Sate, yang sebelumnya rutin dilaksanakan di Lapangan Gasibu.

Masyarakat diberikan kesempatan untuk hadir langsung menyaksikan prosesi upacara. Suasana semakin meriah dengan rangkaian defile yang digelar setelah upacara.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Dedi menekankan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga harus diwujudkan melalui terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Dedi, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap listrik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lapangan pekerjaan hingga rasa aman.

Pada momentum HUT ke-81 RI, Dedi juga menyampaikan permohonan maaf karena masih terdapat sekitar 80.000 warga Jawa Barat yang belum memiliki akses jaringan listrik.

“Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, kami belum bisa memerdekakan seluruh rakyat Jawa Barat. Masih ada sekitar 80.000 rakyat Jawa Barat yang sampai hari ini belum memiliki jaringan listrik sehingga harus berada dalam kegelapan di malam hari,” ujar Dedi dalam amanatnya.

Ia menargetkan persoalan tersebut dapat diselesaikan pada 2027. Dedi menyebut jumlah warga yang belum memiliki akses listrik telah berkurang signifikan dibandingkan ketika dirinya mulai menjabat pada 2025 yang mencapai lebih dari 500.000 orang.

Singgung Kebutuhan Dasar dan Keadilan

Dalam pidatonya, Dedi juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran pemerintah agar lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menegaskan tidak boleh ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena persoalan biaya. Menurutnya, kemerdekaan harus dirasakan melalui pelayanan publik yang mampu melindungi masyarakat.

Dedi juga menyampaikan konsep keadilan komutatif dan distributif. Setiap warga, kata dia, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, udara bersih, menyampaikan pendapat serta memperoleh perlindungan hukum.

Sementara keadilan distributif diwujudkan dengan memberikan ruang bagi setiap orang untuk berkembang sesuai prestasi yang dimilikinya.

“Di negara merdeka, tidak ada lagi istilah kaum cacah, tidak ada lagi kaum menak, dan tidak ada lagi perbedaan berdasarkan pangkat. Semuanya merdeka,” katanya.

Dedi juga mengingatkan para pemimpin agar mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk menuntut fasilitas maupun penghormatan berlebihan.

Menurutnya, anggaran pemerintah harus lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Apresiasi Petugas dan Pekerja

Dalam kesempatan tersebut, Dedi turut memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan upacara, termasuk anggota TNI-Polri, pelajar, anggota Linmas hingga petugas kebersihan.

Ia secara khusus menyoroti keberadaan anggota Linmas yang mengikuti upacara meski rata-rata berusia sekitar 60 tahun.

Dedi juga memberikan penghargaan kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja membersihkan jalan dan fasilitas publik di Jawa Barat.

Ia menyebut Pemprov Jabar telah merekrut lebih dari 3.000 petugas kebersihan untuk menjalankan tugas tersebut.

Selain itu, Dedi mengapresiasi para pekerja bangunan yang terlibat dalam penataan halaman Gedung Sate. Menurutnya, kemegahan lokasi upacara tersebut tidak terlepas dari kerja keras para pekerja.

“Yang berjasa bukan hanya mereka yang merancang atau memiliki gagasan membangun Gedung Sate, tetapi para kuli bangunan jauh lebih berjasa,” tuturnya.

Defile Libatkan TNI, Polri, Linmas hingga Petugas Kebersihan

Setelah prosesi upacara selesai, ribuan warga yang berada di halaman Gedung Sate disuguhi kegiatan defile.

Parade tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pasukan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Polri.

Tidak hanya unsur militer dan kepolisian, anggota Linmas serta petugas kebersihan juga turut ambil bagian dalam defile.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kelompok masyarakat yang turut menjalankan pelayanan dan menjaga lingkungan di Jawa Barat.

Defile mendapat sambutan antusias dari ribuan warga yang memadati halaman Gedung Sate. Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung parade berbagai unsur tersebut setelah prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih selesai.

Sebelumnya, Dedi menyebut keterlibatan berbagai unsur dalam rangkaian peringatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan bersama masyarakat.

Dengan digelarnya upacara secara terbuka di halaman Gedung Sate, peringatan HUT ke-81 RI tingkat Jawa Barat tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintahan, tetapi juga menghadirkan masyarakat secara langsung dalam rangkaian perayaan.

Di akhir amanatnya, Dedi mengajak seluruh masyarakat dan penyelenggara negara untuk tidak hanya menuntut hak kepada negara, tetapi juga memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Jangan banyak menuntut kepada negara, tetapi berupayalah memberikan yang terbaik untuk negara,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rekor Baru Purwakarta! 500 Ribu Genteng Plered Resmi Meluncur untuk Program Gentengisasi

Aksi Mencekam Pelajar Bawa Celurit Jumbo di Majalengka, Warga: Motor Dibacok hingga Helm Dirampas

Drive Your Future Phase 2 InDrive Sasar Mahasiswa Bandung, Ada Edukasi Keselamatan Berkendara

Bandung Siapkan Kolam Retensi Baru untuk Atasi Banjir, Dibangun 2027

Perumda Pasar Juara Segel 243 Ruang Dagang di Pasar Ciroyom Bandung

BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.