Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC

Rabu, 21 Oktober 2026 08:25 WIB

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Rabu, 21 Oktober 2026 08:11 WIB

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 08:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib & Borneo FC Tampil Gemilang di Asia, Posisi Liga Indonesia Melesat Tajam di Ranking AFC
  • Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka
  • Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
  • Bosen Macet-macetan di Puncak? Ini 5 Tempat Nongkrong Syahdu di Bogor Berlatar Gunung Salak
  • Aturan Baru Bansos 2026: Cara Turunkan Desil di Aplikasi Cek Bansos Agar Dapat Bantuan PKH & BPNT
  • Tak Harus Mahal! 5 Tempat Wisata Kuliner Cimahi Ini Punya Pilihan Menu Beragam
  • Bukan Cuma Kafe Kekinian, Ini 7 Kopitiam Bandung yang Cocok buat Sarapan
  • Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 21 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

RUU Sisdiknas Disorot, Legislator Tuntut Perlindungan dan Penghasilan Layak untuk Guru

By SusanaSelasa, 25 November 2025 21:15 WIB2 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam momen Hari Guru Nasional, komitmen untuk meningkatkan martabat para pendidik kembali ditegaskan.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, menyoroti pentingnya memperkuat sistem pendidikan nasional sekaligus memastikan guru mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Ia menekankan bahwa guru adalah fondasi utama kemajuan bangsa, sehingga peningkatan kualitas hidup mereka harus menjadi prioritas.

Pengalaman panjangnya di dunia pendidikan membuatnya memahami betul dinamika yang dihadapi guru, baik terkait kesejahteraan maupun beban kerja.

Dorongan Revisi Frasa Kesejahteraan Guru dalam RUU Sisdiknas

Dalam pembahasan RUU Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), salah satu titik perhatian adalah rumusan tentang hak guru dalam memperoleh penghasilan.

Habib menilai frasa “di atas kebutuhan hidup minimum” terlalu rendah dan tidak mencerminkan penghargaan negara terhadap profesi guru.

Ia mendorong perubahan menjadi “penghasilan yang layak di atas kebutuhan minimum”, agar kesejahteraan guru punya landasan hukum yang jelas dan tidak hanya sekadar memenuhi batas minimum hidup.

Menurutnya, standar minimum berpotensi mengerdilkan martabat profesi yang perannya sangat strategis dalam membentuk karakter bangsa.

Tuntutan Kejelasan Frasa “Tugas Tambahan” untuk Hindari Beban Berlebih

Sorotan lain tertuju pada ketentuan mengenai “tugas tambahan” bagi guru. Frasa tersebut dinilai terlalu luas dan berpotensi menambah beban non-pedagogis yang tidak relevan dengan tugas utama guru dalam mengajar dan membimbing murid.

Habib menilai perlu ada batasan yang jelas mengenai apa saja yang termasuk “tugas tambahan”, agar guru tidak terjerat tanggung jawab administratif yang menggerus waktu mereka untuk mengajar maupun mengembangkan kompetensi.

Kejelasan regulasi dinilai penting untuk menjaga profesionalisme guru tetap terfokus pada fungsi inti mereka.

Apresiasi untuk Guru sebagai Pahlawan Peradaban

Di tengah pembahasan regulasi, Habib Syarief mengajak seluruh masyarakat memberikan penghormatan kepada para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Dari desa hingga kota, guru telah menjadi pelita yang menuntun jutaan anak bangsa menuju masa depan.

Ia menegaskan kembali komitmennya untuk memperjuangkan kesejahteraan, perlindungan profesi, dan penghargaan layak bagi guru di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan nasional yang maju dan merata.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Dalmas Diserang Molotov dan Batu di Dago Bandung, 3 Anggota Polisi Luka-luka

Massa Berbaju Hitam Diduga Bakar Truk Polisi di Bandung Pasca-Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran

Cek Bansos Oktober 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg, Ini Daftar dan Nominalnya

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.