Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Bisa Turun Kasta! Hasil Drawing ACGL 2026/2027 Bawa Maung Bandung ke Grup E

Kamis, 20 Agustus 2026 17:04 WIB

Pria di Bandung Check-in Hotel Cuma Buat Preteli TV Kamar, Aksinya Terekam CCTV

Kamis, 20 Agustus 2026 16:52 WIB

Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Kamis, 20 Agustus 2026 15:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Bisa Turun Kasta! Hasil Drawing ACGL 2026/2027 Bawa Maung Bandung ke Grup E
  • Pria di Bandung Check-in Hotel Cuma Buat Preteli TV Kamar, Aksinya Terekam CCTV
  • Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah
  • TikTok Siapkan Fitur Kirim Uang Lewat DM, Bisa Transfer Tanpa Keluar Aplikasi!
  • Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini
  • Akun IG Thom Haye Mendadak Hilang Usai Persib Juara, Ada Apa?
  • Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara
  • Terbongkar! Di Balik Isu Mualaf Roberto Carlos & Deretan Bintang Bola Dunia yang Pilih Masuk Islam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 20 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sangat Kehilangan, Bey Machmudin Sebut HR Nuriana Sosok yang Disiplin dan Merakyat

By Putra JuangKamis, 11 Juli 2024 19:24 WIB3 Mins Read
Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menjadi inspektur upacara pemakaman almarhum Mayjen TNI Purnawirawan HR Nuriana di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung. (Foto: Rizalfs/Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengaku kehilangan sosok Mayjen TNI (Purn) HR Nuriana atau Nana Nuriana, mantan Gubernur Jabar periode 1993−1998 dan 1998−2003, yang wafat pada Kamis (11/7/2024), pukul 04.55 WIB.

Di mata Bey, Nuriana merupakan sosok yang disiplin dan merakyat. Sebab menurutnya, pejabat pada era tersebut sangat jarang yang memiliki sikap merakyat.

Selain itu, almarhum semasa hidup telah mengemban tugas dengan semangat dan ikhlas yang patut diteladani.

“Beliau dikenal sebagai sosok yang disiplin dan juga merakyat, walaupun saya tidak bertemu dalam dinas, tapi teman-teman juga banyak yang bercerita bahwa beliau sosok yang disiplin dan merakyat,” ucap Bey.

Bey mengatakan, Nuriana juga sosok yang tidak gengsi makan di tukang bubur di pinggir jalan dan kerap menyempatkan diri berkunjung ke museum-museum di seluruh Jabar saat kunjungan kerja.

“Beliau tidak segan untuk makan bubur pinggir jalan dan meluangkan waktu ke museum saat kunjungan ke daerah. Jadi artinya mengenang sejarah dan ingin mengetahui karakter dari daerah itu seperti apa. Rasa keingintahuan beliau cukup besar dan menghormati sejarah dengan selalu mengusahakan ke museum walaupun hanya dengan ajudan,” tuturnya.

Diketahui, Nuriana saat menjadi gubernur di era krisis moneter dikenal dengan ide gagasan program pro rakyat yang bertajuk DAKABALAREA.

Bey menjelaskan, gagasan tersebut bermakna Daka: Dahareun loba kabeuli ku rakyat. Artinya, banyak makanan dan sanggup dibeli oleh rakyat. Kemudian Balarea: Barudak masih bisa sakola, artinya anak-anak masih bisa bersekolah.

“Jadi sungguh mulia ide yang dilakukan, kita doakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” jelasnya.

Jenazah almarhum Nuriana dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung secara militer. Bey menyebut, hal ini sebagai bentuk penghormatan dari pemerintah dan TNI atas jasa dan darma bakti almarhum semasa hidupnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pribadi, saya turut berduka atas wafatnya Gubernur Jawa Barat periode 1993−1998 dan 1998−2003, Nana Nuriana. Semoga Allah menerima segala amal ibadah almarhum,” katanya.

Sementara itu, perwakilan keluarga almarhum, Yudi Guntara mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Jabar, TNI, Kogartap dan elemen masyarakat lainnya yang hadir saat pemakaman dan selama almarhum menjalani perawatan di rumah sakit.

Nuriana lahir di Sumedang pada tanggal 17 April 1938. Ia memimpin Jabar sebagai Gubernur Jawa Barat selama dua periode, pada 1993−1998 dan 1998−2003.

Sebelum menjabat sebagai gubernur, Nuriana adalah tentara aktif dan berprestasi. Dia pernah menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi dari tahun 1991-1993.

Almarhum adalah seorang purnawirawan tentara dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI.

Ia menamatkan pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) pada tahun 1962. Salah satu penghargaan yang dimiliki almarhum adalah Bintang Maha Putra Utama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin mantan Gubernur Jabar Nuriana
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria di Bandung Check-in Hotel Cuma Buat Preteli TV Kamar, Aksinya Terekam CCTV

Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Bansos

Bansos PKH-BPNT Agustus 2026 Cair Bertahap, Cek Nama Penerima Lewat NIK KTP di Sini

Viral Maba Unpad Tertekan Usai Dialog dengan Dedi Mulyadi, Pihak Kampus Buka Suara

Ilustrasi cuaca panas.

Bandung Terasa Panas dan Menyesakkan, BMKG Beri Peringatan soal Potensi Hujan

Pemkot Bandung Siapkan Nikah Massal Gratis, Ada Fasilitas Dokumen hingga Honeymoon

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.