Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Rabu, 7 Oktober 2026 20:52 WIB

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Rabu, 7 Oktober 2026 20:48 WIB

Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung
  • Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule
  • Tanpa Keringat di Fase Awal, Persib dan Borneo FC Amankan Tiket Nyaman Perempat Final Piala Indonesia
  • Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai
  • Tak Sempat Rayakan Gelar Juara ASEAN Cup, Dua Bintang Timnas Ini Langsung Kejar Jadwal Liga Eropa
  • Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah
  • Air Mata Belum Kering di GBK, Anggun C Sasmi Kembali Bikin Indonesia Bangga di Kancah Dunia!
  • Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sawah Retak Akibat El Nino Panjang, Puluhan Ribu Hektare Lahan Padi Terancam Kekeringan

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 11:50 WIB3 Mins Read
El Nino
Ilustrasi dampak El Nino. (Foto: Dok BNPB)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman bencana kekeringan parah kini melanda kawasan lumbung pangan nasional di Jawa Barat. Pemandangan hijau tanaman padi di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kini berganti menjadi hamparan tanah beretak dan tandus. Ketersediaan air dari balong maupun waduk penampungan warga ludes tak tersisa, membuat benih padi yang baru ditanam terancam mati sebelum berkembang.

Imbas krisis air ini memaksa sejumlah petani gigit jari. Seluruh investasi berupa modal, benih, serta tenaga kerja yang dikerahkan untuk mengolah lahan kini berada di ambang kegagalan.

Rasa pasrah tak dapat disembunyikan oleh Carya (54), seorang petani lokal yang mendapati petak sawahnya tak lagi memproduksi apapun. Saat dijumpai di area pesawahan pada Senin (10/8/2026) sore, ia mengalihkan aktivitasnya dari memelihara tanaman padi menjadi pencari pakan ternak.

“Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada,” ujar Carya, saat ditemui di pematang sawah, Senin (10/8/2026) sore.

Dampak El Nino 2026 Diprediksi Berlangsung Hingga Oktober

Menanggapi bencana musiman ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengonfirmasi bahwa fenomena cuaca ekstrem El Nino menjadi pemicu utama dibalik mengeringnya lahan-lahan pertanian. Berdasarkan perkiraan BMKG, durasi El Nino tahun ini bakal meluas lebih lama dari biasanya.

“Memang berangkat dari informasi dari teman-teman BMKG bahwa El Nino tahun 2026 ini kelihatannya agak panjang. Imbasnya sampai dengan bulan September, bahkan Oktober,” kata Sugeng kepada detikJabar, Senin (10/8/2026).

Sugeng merinci, Indramayu sejatinya mengandalkan hamparan lahan seluas 125 ribu hektare. Sampai kurun akhir Juli 2026, para petani telah menanam benih di sekitar 90 persen lahan atau setara 113 ribu hektare.

Akan tetapi, data gabungan dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat serta DKPP Indramayu mencatat ada kurag lebih 12.900 hektare lahan yang saat ini resmi masuk dalam zona terdampak kekeringan.

Meskipun intensitas kekeringan terbagi ke dalam tingkat ringan, sedang, hingga parah, Sugeng memastikan belum ditemukan area pesawahan yang mengalami gagal panen total.

“Yang masuk dalam kategori kekeringan itu ada kekeringan ringan, kekeringan sedang, dan kekeringan berat. Belum ada yang puso,” ujarnya.

Sebaran wilayah terdampak diketahui membentang di beberapa titik sentral, meliputi Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur, Sukra, Patrol, Losarang, hingga merembet ke kawasan timur Indramayu. Dari total area terdampak, sekitar 8.900 hektare dipetakan pada status waspada.

Langkah Darurat Distribusi Air Lewat Sistem Gilir-Giring

Menghadapi potensi ancaman penderitaan petani hingga triwulan mendatang, pihak pemda langsung menggalang sinergi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan BBWS Citarum. Penanganan darurat direalisasikan melalui pengerukan saluran air, penambahan volume pasokan, hingga rekayasa pembagian air secara bergantian.

“Karena keterbatasan air, jadi kita berbagi dengan memanfaatkan kondisi air yang ada melalui jadwal gilir-giring air,” katanya.

Proses pengawasan dan pengawalan distribusi pasokan air di lapangan turut menyertakan jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga personel Satpol PP agar pembagian berjalan adil.

Bagi para petani yang kini terancam gulung tikar, kehadiran pasokan air merupakan satu-satunya solusi nyata. Di tengah kondisi retaknya tanah dan keringnya saluran irigasi, aliran air menjadi kunci utama penentu nasib benih padi yang telah tertanam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Farhan Ungkap Temuan Lanjutan Dinkes soal Dugaan Keracunan di Restoran Korea Bandung

Dikatain Pelit dan Banyak Mau! Senator Bali Bongkar Alasan Pekerja Lokal Lebih Sayang Bule

Dapat Status WNI hingga Modal Usaha, Babak Baru Kehidupan Ibu Baedah di Majalengka Dimulai

Pastikan Regulasi Siap, Pemkot Bandung Dukung Penuh Percepatan Program Bedah Rumah

Dinkes Bandung Temukan Masalah Higiene, 24 Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Restoran Korea Dilaporkan

Pemkot Bandung Targetkan Zero New Stunting pada Akhir 2026

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.