Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
hujan

Kemarau Belum Usai! Jawa Barat Diprediksi Hujan dan Angin Kencang 11-14 Agustus

Selasa, 11 Agustus 2026 12:35 WIB

BURUAN! Kode Redeem FF Hari Ini 11 Agustus 2026, Skin SG2 dan Beragam Hadiah Menanti

Selasa, 11 Agustus 2026 12:20 WIB

Persib Dihantam Sanksi FIFA Jelang Musim Baru, Pemain Anyar Bisa Tampil atau Tidak?

Selasa, 11 Agustus 2026 12:08 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kemarau Belum Usai! Jawa Barat Diprediksi Hujan dan Angin Kencang 11-14 Agustus
  • BURUAN! Kode Redeem FF Hari Ini 11 Agustus 2026, Skin SG2 dan Beragam Hadiah Menanti
  • Persib Dihantam Sanksi FIFA Jelang Musim Baru, Pemain Anyar Bisa Tampil atau Tidak?
  • Sawah Retak Akibat El Nino Panjang, Puluhan Ribu Hektare Lahan Padi Terancam Kekeringan
  • Harga Emas Antam Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik Rp20 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta per Gram
  • Persib Bandung Kembali Pinjamkan Al Hamra Hehanussa
  • Diincar Sanksi FIFA Registration Ban, Manajemen Persib Ungkap Kasus Sebenarnya
  • Bikin Syok! Bukan Cuma Dikenal Sultan, Indra Priawan Ternyata Punya Silsilah Tak Sembarangan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sawah Retak Akibat El Nino Panjang, Puluhan Ribu Hektare Lahan Padi Terancam Kekeringan

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 11:50 WIB3 Mins Read
El Nino
Ilustrasi dampak El Nino. (Foto: Dok BNPB)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman bencana kekeringan parah kini melanda kawasan lumbung pangan nasional di Jawa Barat. Pemandangan hijau tanaman padi di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kini berganti menjadi hamparan tanah beretak dan tandus. Ketersediaan air dari balong maupun waduk penampungan warga ludes tak tersisa, membuat benih padi yang baru ditanam terancam mati sebelum berkembang.

Imbas krisis air ini memaksa sejumlah petani gigit jari. Seluruh investasi berupa modal, benih, serta tenaga kerja yang dikerahkan untuk mengolah lahan kini berada di ambang kegagalan.

Rasa pasrah tak dapat disembunyikan oleh Carya (54), seorang petani lokal yang mendapati petak sawahnya tak lagi memproduksi apapun. Saat dijumpai di area pesawahan pada Senin (10/8/2026) sore, ia mengalihkan aktivitasnya dari memelihara tanaman padi menjadi pencari pakan ternak.

“Saya hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada,” ujar Carya, saat ditemui di pematang sawah, Senin (10/8/2026) sore.

Dampak El Nino 2026 Diprediksi Berlangsung Hingga Oktober

Menanggapi bencana musiman ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, mengonfirmasi bahwa fenomena cuaca ekstrem El Nino menjadi pemicu utama dibalik mengeringnya lahan-lahan pertanian. Berdasarkan perkiraan BMKG, durasi El Nino tahun ini bakal meluas lebih lama dari biasanya.

“Memang berangkat dari informasi dari teman-teman BMKG bahwa El Nino tahun 2026 ini kelihatannya agak panjang. Imbasnya sampai dengan bulan September, bahkan Oktober,” kata Sugeng kepada detikJabar, Senin (10/8/2026).

Sugeng merinci, Indramayu sejatinya mengandalkan hamparan lahan seluas 125 ribu hektare. Sampai kurun akhir Juli 2026, para petani telah menanam benih di sekitar 90 persen lahan atau setara 113 ribu hektare.

Akan tetapi, data gabungan dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat serta DKPP Indramayu mencatat ada kurag lebih 12.900 hektare lahan yang saat ini resmi masuk dalam zona terdampak kekeringan.

Meskipun intensitas kekeringan terbagi ke dalam tingkat ringan, sedang, hingga parah, Sugeng memastikan belum ditemukan area pesawahan yang mengalami gagal panen total.

“Yang masuk dalam kategori kekeringan itu ada kekeringan ringan, kekeringan sedang, dan kekeringan berat. Belum ada yang puso,” ujarnya.

Sebaran wilayah terdampak diketahui membentang di beberapa titik sentral, meliputi Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur, Sukra, Patrol, Losarang, hingga merembet ke kawasan timur Indramayu. Dari total area terdampak, sekitar 8.900 hektare dipetakan pada status waspada.

Langkah Darurat Distribusi Air Lewat Sistem Gilir-Giring

Menghadapi potensi ancaman penderitaan petani hingga triwulan mendatang, pihak pemda langsung menggalang sinergi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung dan BBWS Citarum. Penanganan darurat direalisasikan melalui pengerukan saluran air, penambahan volume pasokan, hingga rekayasa pembagian air secara bergantian.

“Karena keterbatasan air, jadi kita berbagi dengan memanfaatkan kondisi air yang ada melalui jadwal gilir-giring air,” katanya.

Proses pengawasan dan pengawalan distribusi pasokan air di lapangan turut menyertakan jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, hingga personel Satpol PP agar pembagian berjalan adil.

Bagi para petani yang kini terancam gulung tikar, kehadiran pasokan air merupakan satu-satunya solusi nyata. Di tengah kondisi retaknya tanah dan keringnya saluran irigasi, aliran air menjadi kunci utama penentu nasib benih padi yang telah tertanam.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Indramayu El Nino 2026 Kekeringan Indramayu Petani Indramayu
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

hujan

Kemarau Belum Usai! Jawa Barat Diprediksi Hujan dan Angin Kencang 11-14 Agustus

Kecewa Tiga Kali Antre Tak Kebagian Bensin, Ibu Muda di Tasikmalaya Ngamuk di SPBU

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Catat! Ini Daftar Bansos Agustus 2026, Ada Bantuan hingga Puluhan Kilogram Beras

Kehabisan Akal Promosi? Brand Miras Buat Challenge Ayat Al-Qur’an Berhadiah Alkohol!

Kasus Handi Pria Bandung Tewas di Sumedang, 15 Orang Kini Diperiksa Polisi

Pria di Kuningan Tega Habisi Ibu Kandung Gara-gara Kesal Dibangunkan Salat Subuh

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.