Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali

Minggu, 2 Agustus 2026 16:43 WIB

Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial

Minggu, 2 Agustus 2026 15:03 WIB

Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia

Minggu, 2 Agustus 2026 14:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Resmi Dirilis, Duel Persib vs Persija Digelar di Bali
  • Kisah Rahmania Shafiatu Zahra: Mojang Bandung yang Percantik Gerobak UMKM Lewat Konten Sosial
  • Nasib Gianni Infantino Dipertaruhkan, Kontroversi Bisnis FIFA Guncang Sepak Bola Dunia
  • 3 Kali Menang Tanpa Kebobolan, Persib Kirim Sinyal Bahaya Jelang Semifinal Piala Presiden 2026
  • Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine
  • Liburan ke Bandung? Jangan Pulang Sebelum Beli 4 Oleh-Oleh Hits Ini
  • Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara
  • Viral Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026? Ini Kata Exco PSSI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 2 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sejarah Lahirnya DPR: Dari Volksraad, KNIP, Hingga Pemilu 1971

By Aga GustianaJumat, 29 Agustus 2025 09:19 WIB2 Mins Read
Gedung DPR RI
Gedung DPR RI. Foto: Ditjen SDPPPI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap tanggal 29 Agustus, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperingati hari lahirnya. Tahun 2025 ini, DPR memasuki usia ke-80. Namun, peringatan tersebut diwarnai sorotan tajam dari masyarakat karena berbagai tunjangan besar yang dinikmati para wakil rakyat.

Salah satu yang paling menuai kritik adalah tunjangan perumahan yang nilainya mencapai Rp 50 juta per bulan untuk setiap anggota DPR. Selain itu, sejumlah pernyataan kontroversial dari beberapa legislator juga menambah daftar panjang alasan publik kecewa terhadap kinerja parlemen.

Kekecewaan ini diwujudkan dalam aksi unjuk rasa pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025) di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta. Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Sejarah Lahirnya DPR

Meski kini penuh kritik, perjalanan DPR tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang parlemen di Indonesia. Fungsi utama DPR mencakup pengawasan kebijakan pemerintah, legislasi, serta pengelolaan anggaran negara.

Cikal bakal lembaga perwakilan rakyat di Indonesia sudah terlihat sejak masa kolonial Belanda dengan pembentukan Volksraad pada tahun 1916. Namun, lembaga itu berhenti berfungsi setelah Indonesia merdeka.

Sehari setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan aturan peralihan UUD, pada 29 Agustus 1945 dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan 137 anggota. Lembaga inilah yang diakui sebagai embrio DPR, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir DPR.

KNIP dipimpin oleh Kasman Singodimedjo dengan tiga wakil ketua, yakni Sutardjo Kartohadikusumo, J. Latuharhary, dan Adam Malik. Pada periode awal, KNIP menggelar sidang di Solo (1946), Malang (1947), dan Yogyakarta (1949).

Perubahan Bentuk Parlemen

Perjalanan DPR terus mengalami dinamika. Pada 15 Februari 1950, KNIP berubah menjadi Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Republik Indonesia Serikat (RIS) yang hanya bertahan hingga 16 Agustus 1950.

Selanjutnya, pada 16 Agustus 1950 terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) yang berfungsi hingga 26 Maret 1956. Perubahan berikutnya terjadi pada 26 Juni 1960, di mana lembaga ini bertransformasi menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) hingga 15 November 1965.

Setelah melalui perjalanan panjang, DPR modern akhirnya terbentuk melalui pemilihan umum kedua Indonesia pada 28 Oktober 1971. Sejak saat itu, DPR menjadi lembaga parlemen resmi yang terus menjalankan peran legislasi, pengawasan, dan anggaran hingga kini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR 80 tahun DPR RI KNIP parlemen Indonesia pemilu perjalanan parlemen sejarah DPR sejarah politik Volksraad wakil rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aparat Gabungan Sisir Tempat Hiburan Malam Bandung, Sejumlah Pengunjung Dites Urine

Fakta Baru Nabila Gardena Putri di Tengah Isu Kasus Timah, Kuasa Hukum Buka Suara

Siapa Sebenarnya Revanda Bangun? Ini Dosa-Dosa Masa Lalu yang Buat Namanya Kembali Viral!

Temu Media di Bandung, Ledia Hanifa Bahas MBG hingga Pendidikan

Viral Lautan Manusia Antar Jenazah Kades Pegiringan Pemalang, Terungkap Amalan Semasa Hidup

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.