Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sejarah Lahirnya DPR: Dari Volksraad, KNIP, Hingga Pemilu 1971

By Aga GustianaJumat, 29 Agustus 2025 09:19 WIB2 Mins Read
Gedung DPR RI
Gedung DPR RI. Foto: Ditjen SDPPPI.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap tanggal 29 Agustus, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memperingati hari lahirnya. Tahun 2025 ini, DPR memasuki usia ke-80. Namun, peringatan tersebut diwarnai sorotan tajam dari masyarakat karena berbagai tunjangan besar yang dinikmati para wakil rakyat.

Salah satu yang paling menuai kritik adalah tunjangan perumahan yang nilainya mencapai Rp 50 juta per bulan untuk setiap anggota DPR. Selain itu, sejumlah pernyataan kontroversial dari beberapa legislator juga menambah daftar panjang alasan publik kecewa terhadap kinerja parlemen.

Kekecewaan ini diwujudkan dalam aksi unjuk rasa pada Senin (25/8/2025) dan Kamis (28/8/2025) di sekitar Kompleks Parlemen, Jakarta. Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Baca Juga:  Komisioner KPU Garut Dilaporkan ke Bawaslu Jabar Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

Sejarah Lahirnya DPR

Meski kini penuh kritik, perjalanan DPR tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang parlemen di Indonesia. Fungsi utama DPR mencakup pengawasan kebijakan pemerintah, legislasi, serta pengelolaan anggaran negara.

Cikal bakal lembaga perwakilan rakyat di Indonesia sudah terlihat sejak masa kolonial Belanda dengan pembentukan Volksraad pada tahun 1916. Namun, lembaga itu berhenti berfungsi setelah Indonesia merdeka.

Sehari setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Undang-Undang Dasar 1945. Berdasarkan aturan peralihan UUD, pada 29 Agustus 1945 dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dengan 137 anggota. Lembaga inilah yang diakui sebagai embrio DPR, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir DPR.

Baca Juga:  Kalahkan PDIP dan PKS, Hasil Real Count Tunjukan Golkar Kuasai 4 Dapil Jawa Barat

KNIP dipimpin oleh Kasman Singodimedjo dengan tiga wakil ketua, yakni Sutardjo Kartohadikusumo, J. Latuharhary, dan Adam Malik. Pada periode awal, KNIP menggelar sidang di Solo (1946), Malang (1947), dan Yogyakarta (1949).

Perubahan Bentuk Parlemen

Perjalanan DPR terus mengalami dinamika. Pada 15 Februari 1950, KNIP berubah menjadi Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Republik Indonesia Serikat (RIS) yang hanya bertahan hingga 16 Agustus 1950.

Baca Juga:  DPR RI Revisi Putusan MK, Ahli Hukum Pemilu: Tindakan Inkonstitusional

Selanjutnya, pada 16 Agustus 1950 terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) yang berfungsi hingga 26 Maret 1956. Perubahan berikutnya terjadi pada 26 Juni 1960, di mana lembaga ini bertransformasi menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) hingga 15 November 1965.

Setelah melalui perjalanan panjang, DPR modern akhirnya terbentuk melalui pemilihan umum kedua Indonesia pada 28 Oktober 1971. Sejak saat itu, DPR menjadi lembaga parlemen resmi yang terus menjalankan peran legislasi, pengawasan, dan anggaran hingga kini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR 80 tahun DPR RI KNIP parlemen Indonesia pemilu perjalanan parlemen sejarah DPR sejarah politik Volksraad wakil rakyat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.