Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Sabtu, 26 September 2026 01:00 WIB

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Jumat, 25 September 2026 20:17 WIB

Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini

Jumat, 25 September 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris
  • Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro
  • Belum Main di Persib, Athaya Zahran dan Kevin Dikirim ke PSGC Ciamis untuk Misi Ini
  • Kecelakaan Maut di Bundaran Cibiru Bandung, Pelajar Tewas Usai Tertabrak Truk Box
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya
  • Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura FIFA ASEAN Cup 2026
  • Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis, Keluarga Gelar Doa Bersama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sejarah Singkat Hari Buruh 1 Mei, Ini Tujuan Peringatannya

By Putra JuangRabu, 1 Mei 2024 11:06 WIB3 Mins Read
Hari Buruh atau May Day. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh atau May Day setiap tahunnya. Peringatan ini pun dijadikan hari libur nasional di Indonesia.

Tanggal 1 Mei atau Hari Buruh menjadi momentum bagi para buruh untuk mengemukakan aspirasi dan tuntutan soal kesejahteraan hidup.

Karena itu, tak jarang kita melihat para buruh menggelar unjuk rasa untuk mengkritisi kebijakan perusahaan atau pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada mereka.

Seperti hari besar pada umumnya, Hari Buruh juga mempunyai sejarah yang menarik untuk diketahui. Lantas, bagaimana sejarah Hari Buruh atau May Day?

Sejarah Hari Buruh bermula ketika adanya aksi yang dilakukan oleh para buruh di Chicago Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut pemangkasan jam kerja agar menjadi lebih pendek.

Saat itu, para buruh meminta agar jam kerja dipersingkat menjadi 8 jam perhari, karena sebelumnya mereka dituntut untuk bekerja selama 16 jam dalam sehari. Federasi Buruh Amerika pun meminta agar para pekerja untuk mogok agar tuntutannya diterima.

Baca Juga:  Legenda Baru! David da Silva Tembus 100 Laga di Persib

Para buruh pun kemudian menurutinya dan melakukan pemogokan kerja hingga beberapa hari lamanya. Namun pada tanggal 3 Mei 1986, aksi para buruh berubah menjadi anarkis.

Pihak kepolisian dituding memihak para penguasa kapitalis karena menembak pekerja yang tidak bersenjata dan membunuh beberapa diantara mereka.

Untuk memperbaiki keadaan, pemerintah pun ingin bertemu kaum buruh dengan mengumpulkannya di alun-alun Haymarket, Chicago, Amerika Serikat. Namun saat berkumpul, sebuah bom pun dilemparkan yang menyebabkan polisi melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa.

Kejadian tersebut menelan biaya hidup ratusan buruh, warga sipil dan petugas kepolisian. Beberapa tahun kemudian, peristiwa itut telah mengilhami pertemuan sosialis internasional di Paris untuk membahas May Day sebagai hari libur yang menghormati hak-hak pekerja.

Baca Juga:  Sepanggung dengan Metallica, Turtles Jr Jadi Band Indo Pertama yang Manggung di Hellfest 2024

Pada Mei 1894, para pekerja melakukan pemogokan untuk memprotes hari kerja 16 jam dan upah rendah di Pullman Palace Car Company, yang memproduksi gerbong kereta api di pabrik dekat Chicago. Akibatnya lalu lintas kereta api di seluruh negeri pun lumpuh.

Rancangan Undang-undang yang sebelumnya mendekam pun kemudian menjadikan Hari Buruh menjadi hari libur nasional dan ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Grover Cleveland.

Beberapa tahun berikutnya, pemilik perusahaan mulai menerima tuntutan buruh untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Pada tahun 1926, Henry Ford memotong jam kerja dari sembilan menjadi delapan dan membayar gaji dua kali lipat lebih besar dari biasanya.

Dalam perkembangannya, pemerintah pun menetapkan upah minimum dan mengurangi jam kerja agar lebih singkat. Lebih dari itu, bagi para buruh yang melakukan lembur pun akan mendapatkan gaji yang lebih besar.

Baca Juga:  Mengenang Perjuangan Panjang, Sejarah di Balik Peringatan Hari Buruh Setiap 1 Mei

Pada tahun 1940-an setelah sebagian besar negara di dunia menetapkan Hari Buruh, kebanyakan perusahaan di negaranya mulai menurunkan jam kerja hingga menetapkan upah minimum bagi para pekerja buruh.

Dikutip berbagai sumber, Hari Buruh merupakan kesempatan untuk memberikan penghormatan dan pengakuan terhadap peran pekerja dalam pembangunan infrastruktur dan penyediaan layanan penting bagi masyarakat.

Hari Buruh juga merupakan momen untuk mengenang perjuangan dan gerakan pekerja dalam memperoleh hak-hak mereka serta memperbaiki kondisi kerja.

Saat ini, ketimpangan sosial masih terjadi di antara pekerja di berbagai sektor industri dan negara. Hari Buruh memberikan wadah bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi mereka dan mengkomunikasikannya kepada para pembuat kebijakan dan politisi dengan harapan menciptakan kemajuan menuju keadilan sosial.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Wisata Kuliner Malam Karawang: Dari Sunda Autentik hingga Soto Legendaris

Perluas Akses Rute Bandung-Jakarta, TRAVL Resmikan Titik Keberangkatan Baru di Jalan Diponegoro

Bolehkah Menggabung Niat Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Sunnah? Ini Penjelasan Fiqihnya

Guruh Soekarnoputra Dikabarkan Kritis, Keluarga Gelar Doa Bersama

Jejak Asmara Sara Wijayanto & Demian: Dari Restui Waktu Hingga Akhirnya Ketok Palu?

4 Nasi Padang Enak di Bandung yang Bikin Kalap, Rendang hingga Dendeng Batokok Wajib Coba

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.