Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto.

Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?

Rabu, 12 Agustus 2026 15:18 WIB

Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur

Rabu, 12 Agustus 2026 15:04 WIB

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Rabu, 12 Agustus 2026 15:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
  • Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih
  • MUI Ikut Campur Mulu? Aturan Baru 17 Agustusan Bikin Kreativitas Karnaval Bentrok dengan Batasan Syariat?
  • Pajak Rumah Sewa Berlaku Tahun Depan, Anak Kos di Bandung Was-was Tarif Naik!
  • Terungkap! Robert Alberts Ungkap Duduk Perkara FIFA Registration Ban Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenang Perjuangan Panjang, Sejarah di Balik Peringatan Hari Buruh Setiap 1 Mei

By Putra JuangKamis, 1 Mei 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Hari Buruh atau May Day. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap tanggal 1 Mei, jutaan pekerja di seluruh dunia memperingati Hari Buruh atau May Day. Lebih dari sekadar hari libur, tanggal ini menyimpan sejarah panjang perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak yang layak.

Akar peringatan Hari Buruh dapat ditelusuri hingga akhir abad ke-19 di Amerika Serikat. Pada saat itu, kondisi kerja sangat memprihatinkan: jam kerja yang panjang, upah yang rendah, dan lingkungan kerja yang tidak aman menjadi pemandangan sehari-hari. Gerakan buruh pun tumbuh pesat menuntut perubahan.

Puncak dari perjuangan ini terjadi pada tanggal 1 Mei 1886. Federasi Serikat Pekerja Amerika (American Federation of Labor) menyerukan aksi mogok umum untuk menuntut pemberlakuan delapan jam kerja sehari. Ratusan ribu pekerja turun ke jalan di berbagai kota, termasuk Chicago.

Di Chicago, aksi damai berubah menjadi tragedi pada tanggal 4 Mei 1886, yang dikenal sebagai Peristiwa Haymarket. Sebuah bom dilemparkan ke arah polisi yang membubarkan demonstrasi, menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Meskipun tidak jelas siapa pelaku pelemparan bom tersebut, peristiwa ini memicu penangkapan dan pengadilan terhadap sejumlah aktivis buruh. Empat di antaranya kemudian dihukum gantung.

Peristiwa Haymarket justru menyulut solidaritas di kalangan pekerja secara internasional. Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang para martir Haymarket dan melanjutkan perjuangan untuk hak-hak pekerja.

Sejak saat itu, Hari Buruh menjadi momentum penting bagi gerakan buruh di seluruh dunia untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait upah yang adil, kondisi kerja yang aman, kebebasan berserikat, dan hak-hak pekerja lainnya.

Di berbagai negara, peringatan Hari Buruh diisi dengan aksi unjuk rasa, pawai, pidato, dan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu pekerja.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh memiliki sejarah yang panjang dan dinamis. Setelah kemerdekaan, 1 Mei secara resmi diakui sebagai Hari Buruh dan menjadi hari libur nasional.

Peringatan Hari Buruh di Indonesia seringkali diwarnai dengan aksi unjuk rasa pekerja yang menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan pengusaha.

Memperingati Hari Buruh bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang merefleksikan kondisi pekerja saat ini dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan dunia kerja yang pesat, semangat solidaritas dan perjuangan yang diwariskan sejak 1 Mei 1886 tetap relevan dan penting untuk terus diperjuangkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

1 Mei Hari Buruh May Day sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.