Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai Bertahap, Perumda Pastikan Legalitas dan Keamanan Pedagang

Rabu, 30 September 2026 07:13 WIB

Tak Hanya Jadi Pelajaran, Pendidikan Pancasila Disiapkan Bentuk Karakter Siswa

Rabu, 30 September 2026 07:09 WIB
bansos beras

Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Begini Cara Ambil dan Cek NIK Penerimanya

Rabu, 30 September 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai Bertahap, Perumda Pastikan Legalitas dan Keamanan Pedagang
  • Tak Hanya Jadi Pelajaran, Pendidikan Pancasila Disiapkan Bentuk Karakter Siswa
  • Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Begini Cara Ambil dan Cek NIK Penerimanya
  • Pencari Kerja Bandung Merapat! 6 Perusahaan Buka 359 Lowongan Secara Online
  • Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu
  • Bansos Beras 30 Kg Segera Disalurkan! Cek 33,24 Juta Penerima dan Cara Cek NIK
  • Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg
  • Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengenang Perjuangan Panjang, Sejarah di Balik Peringatan Hari Buruh Setiap 1 Mei

By Putra JuangKamis, 1 Mei 2025 09:30 WIB2 Mins Read
Hari Buruh atau May Day. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap tanggal 1 Mei, jutaan pekerja di seluruh dunia memperingati Hari Buruh atau May Day. Lebih dari sekadar hari libur, tanggal ini menyimpan sejarah panjang perjuangan kelas pekerja untuk mendapatkan hak-hak yang layak.

Akar peringatan Hari Buruh dapat ditelusuri hingga akhir abad ke-19 di Amerika Serikat. Pada saat itu, kondisi kerja sangat memprihatinkan: jam kerja yang panjang, upah yang rendah, dan lingkungan kerja yang tidak aman menjadi pemandangan sehari-hari. Gerakan buruh pun tumbuh pesat menuntut perubahan.

Puncak dari perjuangan ini terjadi pada tanggal 1 Mei 1886. Federasi Serikat Pekerja Amerika (American Federation of Labor) menyerukan aksi mogok umum untuk menuntut pemberlakuan delapan jam kerja sehari. Ratusan ribu pekerja turun ke jalan di berbagai kota, termasuk Chicago.

Di Chicago, aksi damai berubah menjadi tragedi pada tanggal 4 Mei 1886, yang dikenal sebagai Peristiwa Haymarket. Sebuah bom dilemparkan ke arah polisi yang membubarkan demonstrasi, menyebabkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Baca Juga:  Kisah Pa Garsih, Tuan Tanah Dermawan yang Namanya Jadi Jalan Terkenal di Bandung

Meskipun tidak jelas siapa pelaku pelemparan bom tersebut, peristiwa ini memicu penangkapan dan pengadilan terhadap sejumlah aktivis buruh. Empat di antaranya kemudian dihukum gantung.

Peristiwa Haymarket justru menyulut solidaritas di kalangan pekerja secara internasional. Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang para martir Haymarket dan melanjutkan perjuangan untuk hak-hak pekerja.

Baca Juga:  Menelusuri Jejak Nama dan Peran Strategis Jalan Ciwastra di Kota Bandung

Sejak saat itu, Hari Buruh menjadi momentum penting bagi gerakan buruh di seluruh dunia untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait upah yang adil, kondisi kerja yang aman, kebebasan berserikat, dan hak-hak pekerja lainnya.

Di berbagai negara, peringatan Hari Buruh diisi dengan aksi unjuk rasa, pawai, pidato, dan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu pekerja.

Di Indonesia sendiri, Hari Buruh memiliki sejarah yang panjang dan dinamis. Setelah kemerdekaan, 1 Mei secara resmi diakui sebagai Hari Buruh dan menjadi hari libur nasional.

Baca Juga:  Milik Raja Media Cetak, Ini Perjalanan Villa Isola Menjadi Bumi Siliwangi

Peringatan Hari Buruh di Indonesia seringkali diwarnai dengan aksi unjuk rasa pekerja yang menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah dan pengusaha.

Memperingati Hari Buruh bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang merefleksikan kondisi pekerja saat ini dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan dunia kerja yang pesat, semangat solidaritas dan perjuangan yang diwariskan sejak 1 Mei 1886 tetap relevan dan penting untuk terus diperjuangkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bansos beras

Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Begini Cara Ambil dan Cek NIK Penerimanya

Sudah Eksis Puluhan Tahun! 5 Roti Bakar Legendaris Bandung yang Masih Diburu

Ilustrasi masakan sunda.

Rekomendasi Kuliner Malam Majalengka: Dari Sate Maranggi hingga Bakso Jumbo 1 Kg

Menjelajah Malam di Kota Hujan: 10 Surga Kuliner yang Bikin Rindu Bogor

Wajib Coba! 5 Martabak Bandung Ini Punya Rasa Manis hingga Gurih yang Bikin Nagih

Indra Kenz Bebas Bersyarat Usai 5 Tahun di Penjara, Wajib Lapor hingga 2030

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.