bukamata.id – Mobilitas masyarakat yang melintas antara Kota Kembang dan ibu kota kini semakin praktis. Penyedia layanan transportasi antarkota TRAVL secara resmi memperluas jangkauan operasionalnya dengan meluncurkan TRAVL Point Diponegoro yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Bandung. Kehadiran fasilitas anyar ini dirancang khusus untuk mendekatkan titik keberangkatan bagi warga yang beraktivitas di jantung Kota Bandung, sekaligus memperkokoh komitmen perusahaan dalam menghadirkan standar perjalanan modern yang aman dan berkualitas.
Langkah ekspansi ini diambil untuk menjawab dinamika kebutuhan penumpang yang mendambakan proses mobilitas praktis tanpa kendala.
Menurut Syukron Fadillah Alkautsar (Alka), Head of Unit Business TRAVL, pemilihan kawasan tersebut didasari oleh tingginya mobilitas masyarakat urban di sekitar pusat kota.
“Kami selalu berusaha menangkap kebutuhan penumpang. Salah satu hal yang sering muncul adalah kebutuhan akan titik berangkat yang lebih dekat dengan pusat kota. Karena itu, kami mempersiapkan TRAVL Point Diponegoro sebagai alternatif keberangkatan dari pusat Kota Bandung,” ujar Alka lewat keterangan resminya.
Lebih lanjut, Alka menjelaskan bahwa titik baru ini saling melengkapi dengan fasilitas eksisting di Pasteur yang selama ini diandalkan karena kedekatannya dengan akses jalan tol. Sementara itu, titik Diponegoro menyasar langsung segmen masyarakat yang sibuk dengan urusan perkantoran, kawasan hunian, institusi pendidikan, hingga pusat gaya hidup di area perkotaan.
Rute dan Integrasi Perjalanan
Dari lokasi baru ini, penumpang dapat langsung memesan tiket menuju lima titik destinasi strategis di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan meliputi Blora (Dukuh Atas), Fatmawati, Semanggi, Bintaro, hingga BSD. Jadwal keberangkatan pun disiapkan secara fleksibel setiap jam penuh mulai pukul 04.00 hingga 22.00 WIB.
Secara teknis operasional, armada yang berangkat dari Diponegoro akan melintasi TRAVL Point Pasteur terlebih dahulu sebelum memasuki jalur tol menuju ibu kota. Sebaliknya, bagi penumpang dari arah Jakarta yang ingin turun di Bandung, tersedia opsi pemberhentian strategis selepas gerbang tol Pasteur sebelum armada mengakhiri perjalanannya di titik Diponegoro.
Standar Keselamatan Berbasis Teknologi Modern
Tidak hanya mengandalkan kemudahan lokasi, TRAVL menerapkan standar ketat yang merangkum aspek kenyamanan, teknologi, hingga perlindungan ekstra bagi penumpang.
“Ada comfort, safety, reliability, technology, dan service yang harus hadir secara bersama-sama,” kata Alka.
Aspek perlindungan diwujudkan melalui konsep safety by design dengan membenamkan sistem pemantauan berbasis teknologi tinggi di setiap armadanya. Sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) disematkan untuk mendeteksi potensi risiko di jalan raya, seperti jarak kendaraan yang terlalu rapat guna meminimalisasi potensi benturan.
Selain itu, terdapat pula Driver Monitoring System (DMS) yang bertugas mengawasi kondisi pengemudi secara aktif. Fitur ini otomatis memberikan peringatan apabila pengemudi menunjukkan gejala kelelahan atau kehilangan konsentrasi di tengah jalan.
“Kami tidak ingin keselamatan hanya bergantung kepada satu faktor, misalnya kemampuan pengemudi saja. Kami ingin membangun sistem yang memberikan additional layer of monitoring and support. Teknologi seperti ADAS dan DMS menjadi supporting system bagi pengemudi dan command center,” tutur Alka.
Seluruh armada juga terkoneksi dengan pelacakan GPS real-time guna memastikan ketepatan waktu kedatangan serta mempermudah tim pusat dalam memantau laju kendaraan secara berkala. Seluruh rangkaian inovasi ini bermuara pada filosofi pelayanan utama perusahaan yang mengusung slogan “Smile In Every Mile”.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










