Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei 2026: Terkoreksi Tipis, Simak Daftar Lengkapnya!

Selasa, 26 Mei 2026 09:49 WIB
Bansos

Update Bansos 2026: Cara Cek Nama Penerima PKH dan BPNT Tahap 2, Pastikan NIK Anda Terdaftar!

Selasa, 26 Mei 2026 08:54 WIB

10 Spot Kuliner Lembang Bandung Paling “Recommended” Buat Quality Time Bareng Keluarga!

Selasa, 26 Mei 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 26 Mei 2026: Terkoreksi Tipis, Simak Daftar Lengkapnya!
  • Update Bansos 2026: Cara Cek Nama Penerima PKH dan BPNT Tahap 2, Pastikan NIK Anda Terdaftar!
  • 10 Spot Kuliner Lembang Bandung Paling “Recommended” Buat Quality Time Bareng Keluarga!
  • Bu Guru Bahasa Inggris Part 2 Diburu, Netizen Cari Link Asli
  • Bukan Hilang! Ini Alasan Persib Tak Terima ‘Giant Check’ Usai Juara
  • Heboh! Video Viral ‘TKW Taiwan 3 Vs 1’ Bikin Pencarian Meledak di Medsos
  • Healing ke Subang? Ini 7 Spot Wisata Terbaik untuk Melarikan Diri dari Hiruk-Pikuk Kota
  • Liburan Seru di Bandung Barat: 5 Spot Wisata Favorit yang Tak Boleh Dilewatkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 26 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sejumlah Peneliti di Makassar Buktikan Kemasan Galon Isi Ulang Aman dari Migrasi BPA

By Putra JuangKamis, 5 Oktober 2023 18:01 WIB4 Mins Read
galon isi ulang. (Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejumlah peneliti dari Program Studi Kimia Universitas Islam Makassar (UIM) dan Program Studi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka (UT) membuktikan keamanan kemasan galon isi ulang dari migrasi BPA.

Salah satu peneliti dari UIM, Endah Dwijayanti menjelaskan, dirinya dan tiga peneliti lainnya yaitu Rachmin Munadi dan Sry Wahyuningsih dari UIM dan Iffana Dani Maulida dari UT mulanya mencoba membuktikan informasi yang beredar dengan menguji sampe di wilayah Makassar.

Penelitian itu diberi judul Analisis Bisphenol A dan Di-ethylhexyl Dalam Air Galon Yang Beredar di Kota Makassar dan dimuat pada Food Scientia, Journal of Food Science and Technology Universitas Terbuka pada Juni 2023.

“Kami mengambil beberapa sampel air galon isi ulang yang beredar di lima titik dan lima kecamatan, yang kami cek kandungan BPA-nya. Setelah kami coba, atau setelah kami analisa dengan instrumen GC-MS (Gas Cromatography and Mass Spectrometry), ternyata hasilnya negatif. Jadi tidak terdeteksi adanya kandungan BPA dalam air galonnya,” jelas Endah, tertulis dalam keterangan resmi.

Sampel juga diambil lagi dari beberapa toko di lima titik itu untuk dicek semua kandungan BPA-nya. Dalam menentukan lima titik tersebut, mereka juga melakukannya dengan teknik sampling di mana ada teknik pengambilan sampel agar semua titik itu bisa mewakili tempat beredarnya produk-produk itu.

Baca Juga:  Bawaslu Jabar Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Terhadap 254 Calon Anggota

Mereka juga menyebarkan kuesioner kepada pemilik toko untuk menanyakan produk apa saja paling banyak dikonsumsi atau dibeli oleh masyarakat. Diperoleh data bahwa galon isi ulang kemasan paling banyak digunakan masyarakat adalah merek-merek yang sudah terkenal di masyarakat.

“Dari situ kami gabungkan semua data, baru kami cek yang mana yang paling banyak beredar dan paling banyak ada di setiap titik tersebut,” ungkapnya.

Rachmin mengatakan, penelitian dilakukan dengan kromatografi gas atau GCMS.

“Itu kromatografi gas dan spektrometri massa, bisa sampai mendeteksi struktur kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdeteksi adanya senyawa BPA di sampel air yang kami periksa,” ucap Rachmin.

Sementara itu, Iffana mengungkapkan, survei lapangan dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di Kota Makassar (Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Panakkukang, Kecamatan Tamalate, Kecamatan Mariso, dan Kecamatan Manggala). Pada setiap kecamatan, 3 mini market yang berbeda dipilih secara acak sebagai lokasi survei lapangan.

Baca Juga:  Akselerasi Kemajuan Paskibraka, Ridwan Kamil Siapkan Asrama Permanen di Sport Center Arcamanik

Survei lapangan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui galon merek apa saja yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kota Makassar dan untuk mengetahui tempat penyimpanan galon bermerek di minimarket tersebut.

“Hasil dari survei lapangan menunjukkan 2 merek galon isi ulang dengan peminat terbanyak yaitu merek A dan merek B, yang dijadikan sampel pada penelitian ini,” imbuhnya.

Hasil survei lapangan juga menunjukkan bahwa terdapat dua cara penyimpanan untuk air galon bermerek yang beredar di kota Makassar, sehingga sampel air galon yang diambil juga diberi 2 perlakuan yaitu dengan paparan cahaya matahari yang diberi tambahan kode “1” dan tanpa paparan cahaya matahari yang diberi kode “2”.

Sampel galon bermerek yang berisi air minum isi ulang (A1, A2, B1 dan B2) didiamkan selama 6 hari, dengan penyimpanan sampel air galon (A1 dan B1) di luar ruangan atau terpapar cahaya matahari langsung dan sampel air galon (A2 dan B2) di dalam ruangan yang tidak terpapar cahaya matahari.

Baca Juga:  Tak Ada Perubahan, Ridwan Kamil Optimistis KCJB Diresmikan 18 Agustus 2023

Setelah enam hari, masing-masing sampel air galon di ambil sebanyak 100 mL, kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 250 rpm selama 10 menit. Hasil sentrifugasi dimasukkan ke dalam wadah kaca sebanyak 75 mL, selanjutnya hasil pemisahan digunakan untuk mengidentifikasi senyawa BPA dan DEHP yang terdapat dalam sampel.

Selanjutnya, BPA dan DEHP dianalisis dengan menggunakan Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa air galon berbagai merk yang beredar di Kota Makassar baik yang terpapar maupun yang tidak terpapar cahaya matahari tidak terdeteksi mengandung BPA dan DEHP.

Dari hasil penelitian ini, para peneliti ini bisa memastikan bahwa galon-galon AMDK dua merek terkenal di Indonesia yang banyak di konsumsi masyarakat di Makassar aman untuk digunakan sebagai air minum.

“Untuk daerah yang kami teliti di Kota Makassar, untuk saat ini kami bisa katakan aman untuk dikonsumsi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPA Featured galon isi ulang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tarif Ducting Bikin Gaduh! 25 Operator di Bandung Serbu Kantor BUMD

Tinggal Tulang! Video Induk Orangutan Kurus Kering Kelaparan Ini Bikin Netizen Ngamuk

Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek

Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban

Ilustrasi korban meninggal.

Bobotoh Tewas di Tengah Euforia Persib Juara? Pemuda Cibiru Ditemukan Bersimbah Darah di Ujungberung

Teror Pocong Gentayangan di Bandung Barat, Polisi Turun Tangan Selidiki Isu Orang Iseng

Terpopuler
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Fenomena Video Guru Bahasa Inggris Viral 2026: Warganet Diburu Rasa Penasaran, Link Berbahaya Mengintai
  • Kejutan Bursa Transfer: Bintang Liga Singapura Beri Sinyal Gabung Persib Bandung, Bakal Jadi Pemain Termahal?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.