Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kemensos Pastikan Bansos Juli 2026 Cair 20 Juli, Berikut Cara Cek PKH dan BPNT

Kamis, 16 Juli 2026 16:25 WIB

Bocoran Taktik Igor Tolic di Persib Bandung: Fokus Bongkar Pertahanan Rapat!

Kamis, 16 Juli 2026 16:01 WIB

Krisis Industri Kapur Cipatat KBB, Operasi Tanpa Izin hingga Ancaman Bencana Longsor

Kamis, 16 Juli 2026 15:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kemensos Pastikan Bansos Juli 2026 Cair 20 Juli, Berikut Cara Cek PKH dan BPNT
  • Bocoran Taktik Igor Tolic di Persib Bandung: Fokus Bongkar Pertahanan Rapat!
  • Krisis Industri Kapur Cipatat KBB, Operasi Tanpa Izin hingga Ancaman Bencana Longsor
  • Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Messi Pimpin Perburuan Golden Boot
  • Rumah Tangganya Dikenal Harmonis, Ucapan Spontan Anjasmara Soal Rizky Nazar Malah Bikin Gaduh!
  • Dimas Drajad Bukan Satu-satunya, Berikut Daftar Pemain yang Meninggalkan Persib
  • Jadwal Piala Presiden 2026 Lengkap, Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka di Bandung
  • Kode Redeem Free Fire Hari Ini 16 Juli 2026, Klaim Skin Senjata hingga Bundle Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 16 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekda Jabar Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045

By Putra JuangSabtu, 14 September 2024 06:00 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Konsep pendidikan inklusif dan berkarakter merupakan kunci Indonesia Maju 2045 yang saat ini sedang dikembangkan di Jawa Barat.

Begitu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman pada The 45th IPB Strategic Talks dengan tema ‘Pendidikan Karakter Berbasis Kesadaran Sistem dalam Setiap Jenjang Pendidikan’ di IPB International Convention Center Botani Square Mall di Kota Bogor, Jumat (13/9/2024).

Dengan menerapkan prinsip inklusivitas dan karakter, kata Herman, maka setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan yang setara dan merata kualitasnya.

Menurutnya, penerapan pendidikan inklusif dan berkarakter membutuhkan partisipasi semua pihak mulai dari peserta didik, sekolah, guru, hingga orang tua.

Baca Juga:  Mayoritas Target Pendapatan Terealisasi, Bapenda Jabar Terus Lakukan Inovasi

“Kita bicara pendidikan inklusif menuju Indonesia Maju 2045. Kita bicara pendidikan dari perspektif karakter, dari perspektif sistem, dan lain sebagainya,” ucap Herman.

Herman ingin sektor pendidikan di Jabar semakin baik kualitasnya. Tidak hanya di level pendidikan formal seperti SD, SMP, SMA, SMK, inklusivitas pendidikan juga harus diterapkan di sektor informal hingga nonformal.

Sejalan itu, Pemprov Jabar bersama Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jabar, tengah berupaya mendorong semua tenaga pengajar menjadi guru penggerak, di antaranya melalui program Pelatihan Guru Penggerak Jabar.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Ungkap Strategi dalam Mendongkrak Indikator Makro Pembangunan

Program ini mengambil spirit program yang sama yang dimiliki Pemerintah Pusat, tapi dengan praktik yang agak berbeda.

Materi pelatihan yang diberikan sudah terstandardisasi dan mengacu ke program Guru Penggerak dari Kemendikbud karena bekerja sama dengan BBGP.

Upaya ini diharapkan Herman memiliki daya dorong terhadap kemajuan pendidikan yang lebih progresif di Jabar. Yakni dengan menghadirkan guru-guru yang berkompeten, peka terhadap lingkungan, dan adaptif terhadap perubahan.

Hingga saat ini, sebanyak 48.690 guru baik di tingkat SMA, SMK, SLB se -Jabar tengah mengikuti Pelatihan Guru Penggerak Jabar dengan fasilitasi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Kepegawaian Daerah, dan Dinas Pendidikan Jabar.

Baca Juga:  Pelatih dan Atlet PON XXI & PEPARNAS XVII Apresiasi Kadeudeuh dari Pj Gubernur Jabar

Pelatihan Guru Penggerak diselenggarakan melalui aplikasi Sistapraja, sarana pengembangan kompetensi berbasis teknologi yang bersifat kursus terbuka (open course).

Herman berharap, pemerintah kabupaten dan kota juga menghadirkan guru penggerak di jenjang pendidikan SD dan SMP.

“Kita akan desain sedemikian rupa untuk memberikan treatment agar menjadi guru penggerak, guru yang bergerak dan menggerakkan, dalam perspektif Jawa Barat. Dengan kolaborasi provinsi, kabupaten, kota, anak-anak akan mendapatkan pengajaran terbaik untuk Jabar Caang, Indonesia Maju,” tamdasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman Indonesia Emas 2045 Pemprov Jabar Pendidikan Inklusif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemensos Pastikan Bansos Juli 2026 Cair 20 Juli, Berikut Cara Cek PKH dan BPNT

Krisis Industri Kapur Cipatat KBB, Operasi Tanpa Izin hingga Ancaman Bencana Longsor

Pencabulan

Grup WhatsApp Jadi Markas Kejahatan, Gadis 15 Tahun Dirudapaksa 27 Pria

PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN

Kepanasan Dicecar Pertanyaan, Bupati Gowa Husniah Pilih Walk Out Ketimbang Klarifikasi?

Dilema SPP Jabar vs MBG: Ketika Program Unggulan Dedi Mulyadi Berbenturan dengan Prioritas Prabowo

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.