Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!

Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB

Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam

Jumat, 30 Oktober 2026 13:54 WIB

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 12:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Benarkah Pelaku Bukan Suporter? Ketum Viking Minta Polisi Gali Lebih Dalam
  • Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi
  • Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima
  • Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167
  • Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang
  • Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya
  • Jadwal Persib vs Isen Mulang Kalteng FC di Super League, Cek Harga Tiketnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Siaga Musim Kemarau 2026: Bupati Jeje Minta OPD KBB Gerak Cepat Jamin Pasokan Air Bersih

By Aga GustianaSelasa, 7 Juli 2026 13:27 WIB2 Mins Read
BPBD Bandung Barat. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman musim kemarau di tahun 2026 mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB). Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kewaspadaan demi memastikan ketersediaan air bersih bagi warga tetap aman.

Langkah mitigasi ini digulirkan guna memastikan setiap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air akibat kekeringan dapat ditangani secara taktis, cepat, dan terpadu tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Optimalisasi Peran BPBD dan Destana

Sebagai bentuk kesiapan di tingkat grassroot, Pemkab Bandung Barat telah memaksimalkan fungsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) kini diandalkan sebagai garda terdepan dalam memetakan serta merespons cepat potensi kekeringan di masing-masing kawasan.

Bupati Jeje menekankan pentingnya kecepatan birokrasi dalam merespons aduan dari masyarakat yang mulai merasakan dampak kekurangan air bersih.

Baca Juga:  Sungai Cimeta Meluap, Puluhan Rumah di Bandung Barat Terendam Banjir

“Setiap informasi maupun laporan terkait wilayah yang mengalami kekurangan air bersih harus segera ditindaklanjuti melalui koordinasi di tingkat kewilayahan agar penanganannya bisa lebih cepat,” kata Jeje dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan bakal menerapkan sistem pengawasan berkala terhadap performa petugas di lapangan. Parameter penilaian difokuskan pada ketepatan waktu merespons laporan warga, kelancaran armada distribusi air bersih, hingga luas cakupan wilayah terdampak yang terlayani.

Baca Juga:  Alami Pergeseran Tanah, 10 Rumah dan 1 Sekolah Rusak di Desa Cibedug KBB

“Respons petugas di lapangan akan terus kami evaluasi, mulai dari kecepatan menangani laporan masyarakat hingga kelancaran distribusi bantuan air bersih ke daerah terdampak. Yang terpenting, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah saat membutuhkan,” ujarnya.

Imbauan Bijak Air dan Gerakan Lingkungan

Di samping menggenjot kesiapan infrastruktur birokrasi, Bupati Jeje turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif. Warga diimbau agar lebih bijak dalam memanfaatkan air bersih selama periode kemarau berlangsung guna menghindari pemborosan.

Baca Juga:  Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem lingkungan juga dinilai krusial, mulai dari menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, melindungi zona resapan air, hingga menggencarkan aksi penghijauan lingkungan guna meminimalisir risiko kekeringan jangka panjang.

“Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, kami optimistis dampak musim kemarau dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan ketersediaan sumber daya air tetap terjaga,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

air bersih Bandung Barat Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polda Jabar Pastikan Hak Mahasiswa yang Diamankan Pascademo 20 Oktober Terpenuhi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bisa Dapat Rp2,7 Juta! Ini Rincian Bansos PKH Tahap 4 2026 untuk 8 Kategori Penerima

Kualitas Udara Bandung Memburuk, Indeks AQI Sempat Capai Angka 167

Kemarau Belum Usai, Jawa Barat Justru Diintai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Pengamat Nilai Transjabodetabek Blok M-Bandung Tak Efektif, Ini Alasannya

Wacana Transjabodetabek Blok M-Bandung, Dishub: Perlu Koordinasi Lintas Provinsi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.