bukamata.id – Rasa kecewa dan syok masih dirasakan Nina Salehah, seorang ibu yang hampir kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Rabu (8/4/2026).
Ditemui bukamata.id di kediamannya di Jalan Terusan Nanjung, Kota Cimahi, Nina mengungkapkan detik-detik saat bayinya sempat diberikan kepada orang lain oleh perawat.
Menurutnya, perawat sempat berdalih bahwa bayi tersebut diserahkan karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil.
“Suster bilang tadi sudah dipanggil nama saya, tapi tidak ada respons, jadi bayinya diberikan ke ibu itu,” ujar Nina pada Kamis (9/4/2026).
Namun, tak lama setelah itu, pihak perawat menyadari kesalahan dan mengakui bahwa bayi tersebut bukan milik orang yang menggendongnya.
“Suster akhirnya bilang itu memang bukan anak ibu tersebut, dan meminta maaf karena salah memberikan bayi,” lanjutnya.
Nina mengaku tidak bisa menerima kejadian tersebut begitu saja. Ia mempertanyakan bagaimana bayi bisa diserahkan tanpa prosedur yang jelas.
“Saya protes, kenapa bisa begitu saja diberikan. Anak saya sudah ada di luar, padahal surat kepulangan belum ada, belum resmi keluar,” tegasnya.
Yang membuatnya semakin terpukul, ia mendengar bahwa gelang identitas bayinya sudah dilepas sebelum diberikan kepada orang lain.
“Bahkan saya dengar gelang identitasnya sudah digunting. Itu yang membuat saya semakin kaget,” ungkap Nina.
Ia pun menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan persoalan sepele.
“Saya bilang, ini bukan hal kecil, ini anak saya,” katanya.
Alih-alih mendapatkan penjelasan menyeluruh, Nina mengaku hanya menerima permintaan maaf tanpa kejelasan terkait kesalahan prosedur.
“Responsnya hanya minta maaf. Tidak ada penjelasan detail. Malah saya diminta untuk tidak berisik,” ujarnya.
Menurut Nina, pihak rumah sakit hanya menyampaikan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan.
Nina juga menyoroti tidak adanya penjelasan sejak awal terkait prosedur pemulangan bayi.
“Harusnya dijelaskan, misalnya menunggu surat izin pulang baru bayi boleh dibawa. Tapi ini tidak,” katanya.
Ia menyebut, bayinya bahkan sudah sempat dibawa keluar ruangan, padahal proses administrasi belum selesai sepenuhnya.
Pasca kejadian tersebut, Nina mengaku mengalami syok berat dan belum bisa kembali tenang. “Saya masih kepikiran terus. Sampai sekarang juga belum bisa tidur,” ucapnya lirih.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat menyangkut keselamatan bayi serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen dan humas RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan klarifikasi serta penjelasan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur tersebut.
Upaya konfirmasi dilakukan guna memberikan ruang bagi pihak rumah sakit untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandang medis dan administratif, sekaligus memastikan langkah evaluasi yang akan diambil agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










