Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 03:00 WIB

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Kamis, 29 Oktober 2026 01:00 WIB

Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus

Rabu, 28 Oktober 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Tempat yang Itu-itu Saja? Coba 5 Wisata Bogor Anti-Mainstream Ini
  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya
  • Kolaborasi Fiersa Besari dan Arei Hadirkan Cerita di Balik Ekspedisi Gunung Elbrus
  • Balsa Sekulic Borong Dua Gol, Persib Semakin Kokoh di Puncak Grup E ACL Two
  • Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029
  • Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk
  • Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 29 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal Salah Kasih Bayi di RSHS Bandung: Sudah Lalai, Ibu Korban Malah Diminta Tak Berisik oleh Perawat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 9 April 2026 15:15 WIB3 Mins Read
Nina Salehah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rasa kecewa dan syok masih dirasakan Nina Salehah, seorang ibu yang hampir kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada Rabu (8/4/2026).

Ditemui bukamata.id di kediamannya di Jalan Terusan Nanjung, Kota Cimahi, Nina mengungkapkan detik-detik saat bayinya sempat diberikan kepada orang lain oleh perawat.

Menurutnya, perawat sempat berdalih bahwa bayi tersebut diserahkan karena tidak ada respons saat nama Nina dipanggil.

“Suster bilang tadi sudah dipanggil nama saya, tapi tidak ada respons, jadi bayinya diberikan ke ibu itu,” ujar Nina pada Kamis (9/4/2026).

Namun, tak lama setelah itu, pihak perawat menyadari kesalahan dan mengakui bahwa bayi tersebut bukan milik orang yang menggendongnya.

Baca Juga:  Skandal PPDS RSHS Bandung, Dokter Tirta Minta Investigasi Total

“Suster akhirnya bilang itu memang bukan anak ibu tersebut, dan meminta maaf karena salah memberikan bayi,” lanjutnya.

Nina mengaku tidak bisa menerima kejadian tersebut begitu saja. Ia mempertanyakan bagaimana bayi bisa diserahkan tanpa prosedur yang jelas.

“Saya protes, kenapa bisa begitu saja diberikan. Anak saya sudah ada di luar, padahal surat kepulangan belum ada, belum resmi keluar,” tegasnya.

Yang membuatnya semakin terpukul, ia mendengar bahwa gelang identitas bayinya sudah dilepas sebelum diberikan kepada orang lain.

“Bahkan saya dengar gelang identitasnya sudah digunting. Itu yang membuat saya semakin kaget,” ungkap Nina.

Ia pun menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan persoalan sepele.

Baca Juga:  Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung

“Saya bilang, ini bukan hal kecil, ini anak saya,” katanya.

Alih-alih mendapatkan penjelasan menyeluruh, Nina mengaku hanya menerima permintaan maaf tanpa kejelasan terkait kesalahan prosedur.

“Responsnya hanya minta maaf. Tidak ada penjelasan detail. Malah saya diminta untuk tidak berisik,” ujarnya.

Menurut Nina, pihak rumah sakit hanya menyampaikan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Nina juga menyoroti tidak adanya penjelasan sejak awal terkait prosedur pemulangan bayi.

“Harusnya dijelaskan, misalnya menunggu surat izin pulang baru bayi boleh dibawa. Tapi ini tidak,” katanya.

Ia menyebut, bayinya bahkan sudah sempat dibawa keluar ruangan, padahal proses administrasi belum selesai sepenuhnya.

Pasca kejadian tersebut, Nina mengaku mengalami syok berat dan belum bisa kembali tenang. “Saya masih kepikiran terus. Sampai sekarang juga belum bisa tidur,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Unpad Hormati Keputusan Menkes Bekukan Sementara PPDS Anestesi

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat menyangkut keselamatan bayi serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen dan humas RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan klarifikasi serta penjelasan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Upaya konfirmasi dilakukan guna memberikan ruang bagi pihak rumah sakit untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandang medis dan administratif, sekaligus memastikan langkah evaluasi yang akan diambil agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya

Dijuluki ‘Republik PKB’, Kabupaten Bandung Jadi Model Pemenangan PKB di Pemilu 2029

Hanya Pakaian Tertinggal di Tepi Sungai, Lansia Sumedang Ditemukan Meninggal di Cimanuk

Demo BEM se-Tasikmalaya Ricuh, Pagar DPRD Dijebol hingga Diseret ke Tengah Jalan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.