Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Ratusan Ribu Rupiah Tanpa Aplikasi Tambahan! Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Sabtu 29 Agustus 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 02:00 WIB

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Jumat, 28 Agustus 2026 20:05 WIB

Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini

Jumat, 28 Agustus 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Ratusan Ribu Rupiah Tanpa Aplikasi Tambahan! Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Sabtu 29 Agustus 2026
  • 5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner
  • Flexing Termahal! Di Balik Sertifikat Adopsi Orangutan Para Artis, Ada Tragedi Memilukan Ini
  • Skuad Bertabur Bintang, Julio Cesar Minta Persib Buktikan Kualitas Lawan Manila Digger
  • Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini
  • Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi
  • Persib Siap Tempur, Teja Paku Alam Ungkap Senjata Berbahaya Manila Digger
  • Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Gelang Digunting Tanpa Cek Identitas, Nyawa Bayi Jadi Taruhan!

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 9 April 2026 14:53 WIB3 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang ibu bernama Nina Salehah, warga Kota Cimahi, Jawa Barat, mengaku hampir kehilangan bayi yang baru dilahirkannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4/2026)

Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kelalaian petugas rumah sakit saat proses pemulangan bayi dari ruang NICU.

Nina menjelaskan, bayinya awalnya lahir di rumah sakit Unpad di Bandung dan sempat diperbolehkan pulang. Namun beberapa hari kemudian, kondisi bayi mengalami ruam dan kuning sehingga harus kembali mendapatkan perawatan.

“Saya ke UGD, tapi tidak bisa dirujuk karena katanya penuh. Sempat diarahkan ke rumah sakit lain juga, tapi tidak ada konfirmasi. Akhirnya saya inisiatif bawa ke RSHS,” ujar Nina saat ditemui bukamata.id di kediamannya di Jl. Terusan Nanjung, Gg. H Manaf, RT03/RW12, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Kamis (9/4/2026).

Setibanya di RSHS, bayinya langsung mendapatkan penanganan dan dirawat di ruang NICU selama kurang lebih lima hari.

Baca Juga:  Fakta Baru Ungkap Kemungkinan Pelaku Pelecehan Seksual di RSHS Bandung Lebih dari Satu

Insiden terjadi saat Nina bersiap menjemput bayinya yang dinyatakan sudah boleh pulang setelah mendapat konfirmasi dari pihak RSHS.

Ia mengaku sudah menunggu cukup lama tanpa kepastian, hingga akhirnya sempat meninggalkan ruangan sebentar. Namun saat kembali, ia terkejut melihat anaknya sudah berada ditangan orang yang tak ia kenal.

“Saya lihat ada ibu yang sudah menggendong bayi. Saya perhatikan bajunya, selimutnya, topinya, kok mirip. Pas saya lihat wajahnya, ternyata itu anak saya,” katanya.

Nina langsung berteriak dan memanggil perawat. “Saya bilang, ‘Itu anak saya.’ Tapi suster bilang tadi sudah dipanggil nama saya, tidak ada respons, jadi bayinya diberikan ke ibu tersebut,” lanjutnya.

Yang membuat Nina semakin terkejut, menurutnya gelang identitas bayi bahkan sudah dilepas sebelum diberikan kepada orang lain.

Baca Juga:  Keluarga Mahasiswa Cimahi Dukung Penuh Pencalonan Adhitia Yudisthira sebagai Calon Wali Kota

“Saya dengar gelangnya sudah digunting. Padahal administrasi belum selesai, surat pulang juga belum ada,” ungkapnya.

Ia menilai kejadian tersebut bukan hal sepele karena menyangkut keselamatan bayi.

Setelah kejadian, Nina mengaku belum ada pernintaan maaf resmi dari pihak rumah sakit, hanya Suster yang sedang bertugas sempat meminta maaf tanpa penjelasan yang rinci terkait kesalahan prosedur.

“Saya protes, tapi hanya diminta maaf dan malah disuruh tidak berisik. Katanya ini jadi pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, ibu yang sempat menggendong bayi tersebut disebut Nina tidak memberikan respons berarti dan cenderung menghindar.

Dalam kondisi masih syok, Nina memutuskan untuk tidak langsung melapor secara formal. Ia memilih menyampaikan kejadian tersebut melalui media sosial agar menjadi perhatian publik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Evaluasi Total Rekrutmen Mahasiswa FK Pasca Skandal Dokter Pemerkosa di RSHS

“Saya bingung harus melapor ke mana. Jadi saya sampaikan saja supaya ini jadi evaluasi,” katanya.

Nina berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia meminta adanya perbaikan sistem dan peningkatan pengawasan di rumah sakit, khususnya dalam penanganan bayi.

“Ini bukan hal kecil, ini menyangkut keselamatan anak. Saya harap ke depan lebih diperhatikan lagi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen dan humas RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan klarifikasi serta penjelasan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Upaya konfirmasi dilakukan guna memberikan ruang bagi pihak rumah sakit untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandang medis dan administratif, sekaligus memastikan langkah evaluasi yang akan diambil agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung hari ini Kota Cimahi RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Tahap 3 2026 Cair hingga September, Cek Penerima Pakai NIK KTP di Sini

Anjing Pitbull Serang Anak di Arjasari Bandung, Warga Setempat Keluarkan 8 Petisi

Robohkan Pohon Sebesar Perut Kerbau, Truk Tangki BBM Terjun ke Jurang di Jalur Gentong Tasikmalaya

Viral Aksi Nekat Bocah SD di Bandung Barat Terjang Perairan Saguling Naik Rakit Bambu demi Sekolah

Viral Video Pria Acungkan Celurit di Garut, Diduga Targetkan Sopir Truk Malam Hari

Tak Perlu Jauh-jauh, Informasi Layanan Kesehatan Malaysia Hadir di Tengah Kota Bandung

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.