Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two

Selasa, 13 Oktober 2026 20:22 WIB

Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!

Selasa, 13 Oktober 2026 20:15 WIB

Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus

Selasa, 13 Oktober 2026 20:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
  • Igor Tolic Soroti Kekuatan Cong Viettel, Persib Siapkan Strategi Khusus
  • Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa
  • Erick Thohir Buka Opsi Baru! Timnas Indonesia Bisa Hadapi Lawan di Luar Jazirah Arab
  • Sasar Mahasiswa Jabar, inDrive Rampungkan Edukasi Keselamatan Berkendara ‘Drive Your Future Phase 2’
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker
  • Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Gelang Digunting Tanpa Cek Identitas, Nyawa Bayi Jadi Taruhan!

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 9 April 2026 14:53 WIB3 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang ibu bernama Nina Salehah, warga Kota Cimahi, Jawa Barat, mengaku hampir kehilangan bayi yang baru dilahirkannya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu (8/4/2026)

Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kelalaian petugas rumah sakit saat proses pemulangan bayi dari ruang NICU.

Nina menjelaskan, bayinya awalnya lahir di rumah sakit Unpad di Bandung dan sempat diperbolehkan pulang. Namun beberapa hari kemudian, kondisi bayi mengalami ruam dan kuning sehingga harus kembali mendapatkan perawatan.

“Saya ke UGD, tapi tidak bisa dirujuk karena katanya penuh. Sempat diarahkan ke rumah sakit lain juga, tapi tidak ada konfirmasi. Akhirnya saya inisiatif bawa ke RSHS,” ujar Nina saat ditemui bukamata.id di kediamannya di Jl. Terusan Nanjung, Gg. H Manaf, RT03/RW12, Kota Cimahi, Jawa Barat pada Kamis (9/4/2026).

Setibanya di RSHS, bayinya langsung mendapatkan penanganan dan dirawat di ruang NICU selama kurang lebih lima hari.

Baca Juga:  Ada Surat Wasiat dan Lakban Hitam Ditemukan Dekat Mayat Tergantung di Flyover Cimindi

Insiden terjadi saat Nina bersiap menjemput bayinya yang dinyatakan sudah boleh pulang setelah mendapat konfirmasi dari pihak RSHS.

Ia mengaku sudah menunggu cukup lama tanpa kepastian, hingga akhirnya sempat meninggalkan ruangan sebentar. Namun saat kembali, ia terkejut melihat anaknya sudah berada ditangan orang yang tak ia kenal.

“Saya lihat ada ibu yang sudah menggendong bayi. Saya perhatikan bajunya, selimutnya, topinya, kok mirip. Pas saya lihat wajahnya, ternyata itu anak saya,” katanya.

Nina langsung berteriak dan memanggil perawat. “Saya bilang, ‘Itu anak saya.’ Tapi suster bilang tadi sudah dipanggil nama saya, tidak ada respons, jadi bayinya diberikan ke ibu tersebut,” lanjutnya.

Yang membuat Nina semakin terkejut, menurutnya gelang identitas bayi bahkan sudah dilepas sebelum diberikan kepada orang lain.

Baca Juga:  Hujan Es hingga Angin Kencang Terjang Kota Cimahi dan Bandung, Banyak Pohon Tumbang

“Saya dengar gelangnya sudah digunting. Padahal administrasi belum selesai, surat pulang juga belum ada,” ungkapnya.

Ia menilai kejadian tersebut bukan hal sepele karena menyangkut keselamatan bayi.

Setelah kejadian, Nina mengaku belum ada pernintaan maaf resmi dari pihak rumah sakit, hanya Suster yang sedang bertugas sempat meminta maaf tanpa penjelasan yang rinci terkait kesalahan prosedur.

“Saya protes, tapi hanya diminta maaf dan malah disuruh tidak berisik. Katanya ini jadi pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, ibu yang sempat menggendong bayi tersebut disebut Nina tidak memberikan respons berarti dan cenderung menghindar.

Dalam kondisi masih syok, Nina memutuskan untuk tidak langsung melapor secara formal. Ia memilih menyampaikan kejadian tersebut melalui media sosial agar menjadi perhatian publik.

Baca Juga:  Keluarga Mahasiswa Cimahi Dukung Penuh Pencalonan Adhitia Yudisthira sebagai Calon Wali Kota

“Saya bingung harus melapor ke mana. Jadi saya sampaikan saja supaya ini jadi evaluasi,” katanya.

Nina berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia meminta adanya perbaikan sistem dan peningkatan pengawasan di rumah sakit, khususnya dalam penanganan bayi.

“Ini bukan hal kecil, ini menyangkut keselamatan anak. Saya harap ke depan lebih diperhatikan lagi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih terus berupaya menghubungi pihak manajemen dan humas RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk mendapatkan klarifikasi serta penjelasan resmi terkait dugaan pelanggaran prosedur tersebut.

Upaya konfirmasi dilakukan guna memberikan ruang bagi pihak rumah sakit untuk menjelaskan kronologi dari sudut pandang medis dan administratif, sekaligus memastikan langkah evaluasi yang akan diambil agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung hari ini Kota Cimahi RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.