Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lampu Hijau dari Kepolisian, Super Big Match Persija vs Persib Resmi Manggung di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 12:52 WIB

Peta Kekuatan Tiga Raksasa Asia Penantang Persib Bandung di Grup E ACL Two 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 12:46 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos September 2026 Cair? 6 Bantuan Ini Wajib Dicek, Ada Beras hingga KIP Kuliah

Rabu, 2 September 2026 12:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lampu Hijau dari Kepolisian, Super Big Match Persija vs Persib Resmi Manggung di Jakarta
  • Peta Kekuatan Tiga Raksasa Asia Penantang Persib Bandung di Grup E ACL Two 2026/2027
  • Bansos September 2026 Cair? 6 Bantuan Ini Wajib Dicek, Ada Beras hingga KIP Kuliah
  • DPKP Bandung Minta Warga Laporkan Penebangan dan Pembakaran Pohon Ilegal
  • Ranking Liga Indonesia Terjun ke Posisi 20, Persib dan Dewa United Jadi Penyebabnya?
  • Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang
  • Jadwal Persib Bandung Bikin Merinding! 3 Laga Tandang dalam 9 Hari, Igor Tolic Pasrah
  • Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp40 Ribu, Kini Cuma Rp2,477 Juta per Gram
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 2 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Dokter PPDS FK Unpad di RSHS Bandung Diduga Perkosa Penunggu Pasien

By Aga GustianaRabu, 9 April 2025 13:23 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial PAP (31), diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang perempuan, yang merupakan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengonfirmasi dugaan tindak kekerasan seksual tersebut. Menurutnya, pelaku diduga membius korban sebelum melakukan aksi bejatnya.

“Iya, kelihatannya memang dibius. Ini kan residen anestesi, jadi memang sedang belajar soal pembiusan,” ujar Rachim dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/4/2025).

PAP diketahui sedang menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis anestesi dan bukan merupakan pegawai tetap di RSHS. Setelah kejadian, pelaku langsung dikeluarkan dari program pendidikan di rumah sakit tersebut dan dikembalikan ke pihak fakultas.

Baca Juga:  Kritik Jokowi Lewat Petisi, Unpad: Ini Bagian dari Tanggung Jawab Kaum Intelektual

“Karena ini masuk ranah kriminal, kami langsung melaporkan ke polisi dan mengembalikan yang bersangkutan ke Unpad. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak kampus,” jelas Rachim.

Modus Pelaku: Tawarkan Pemeriksaan Darah, Lalu Bawa Korban ke Ruangan Sepi

Peristiwa yang kini viral di media sosial ini terjadi saat korban sedang menjaga orang tuanya yang dirawat di ruang ICU. Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku memanfaatkan situasi darurat kebutuhan darah dan menawarkan korban untuk melakukan tes pencocokan golongan darah (cross match).

Pelaku kemudian membawa korban ke salah satu ruangan di lantai 7 gedung RSHS, yang saat itu masih sepi karena merupakan bangunan baru. Di sana, korban diduga diberikan zat tertentu hingga kehilangan kesadaran.

Baca Juga:  Bupati Bandung Ancam Pindahkan Perawat dan Dokter yang Judes dan Pelit Senyum

Keesokan harinya, korban ditemukan dalam kondisi sempoyongan di lorong rumah sakit. Ia mengeluhkan rasa sakit, tidak hanya pada bagian tangan yang disuntik, tetapi juga pada area sensitif. Setelah dilakukan visum oleh dokter obgyn, ditemukan adanya indikasi kekerasan seksual, termasuk adanya bekas sperma.

Sudah Ditahan Polisi, Proses Hukum Terus Berjalan

Pihak kepolisian melalui Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, menyatakan bahwa PAP telah resmi ditahan sejak 23 Maret 2025. Penyidikan masih berlangsung dan kronologi lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan hari ini.

Baca Juga:  Bupati Bandung Kunjungi Para Nakes dan Pasien RSUD Otista saat Hari Raya Iduladha

Sementara itu, pihak Unpad dalam pernyataan resminya menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan.

“Unpad dan RSHS berkomitmen mengawal proses hukum dengan tegas, adil, dan transparan, serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarga,” bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi.

Unpad juga menyatakan telah memberikan pendampingan terhadap korban melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar, serta menjamin perlindungan terhadap privasi korban dan keluarganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pasien PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos September 2026 Cair? 6 Bantuan Ini Wajib Dicek, Ada Beras hingga KIP Kuliah

DPKP Bandung Minta Warga Laporkan Penebangan dan Pembakaran Pohon Ilegal

Mayat Wanita dalam Kardus Gegerkan Bandung, Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Palembang

Jarang Ada! Berawal dari Utas Arie Kriting, Rekam Jejak Gubernur Ini Akhirnya Terbongkar

Abaikan Hak Pasien, Layanan IGD RSUD Bayu Asih Purwakarta Dinilai Jauh dari Kata Manusiawi

Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • PPIH 2027 Resmi Dibuka! Cek Syarat, Formasi, Jadwal CAT dan Cara Daftarnya
  • Indramayu REANG Bergerak Cepat: Lumbung Pangan, Sekolah Rakyat, dan 6 Kawasan Industri Siap Geliat
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.