Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Sabtu, 2 Mei 2026 03:00 WIB
Game Free Fire

Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini

Sabtu, 2 Mei 2026 02:00 WIB

Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?

Sabtu, 2 Mei 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
  • UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk
  • Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap
  • Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Dokter PPDS FK Unpad di RSHS Bandung Diduga Perkosa Penunggu Pasien

By Aga GustianaRabu, 9 April 2025 13:23 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial PAP (31), diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang perempuan, yang merupakan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengonfirmasi dugaan tindak kekerasan seksual tersebut. Menurutnya, pelaku diduga membius korban sebelum melakukan aksi bejatnya.

“Iya, kelihatannya memang dibius. Ini kan residen anestesi, jadi memang sedang belajar soal pembiusan,” ujar Rachim dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/4/2025).

PAP diketahui sedang menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis anestesi dan bukan merupakan pegawai tetap di RSHS. Setelah kejadian, pelaku langsung dikeluarkan dari program pendidikan di rumah sakit tersebut dan dikembalikan ke pihak fakultas.

Baca Juga:  Skandal PPDS RSHS Bandung, Dokter Tirta Minta Investigasi Total

“Karena ini masuk ranah kriminal, kami langsung melaporkan ke polisi dan mengembalikan yang bersangkutan ke Unpad. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak kampus,” jelas Rachim.

Modus Pelaku: Tawarkan Pemeriksaan Darah, Lalu Bawa Korban ke Ruangan Sepi

Peristiwa yang kini viral di media sosial ini terjadi saat korban sedang menjaga orang tuanya yang dirawat di ruang ICU. Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku memanfaatkan situasi darurat kebutuhan darah dan menawarkan korban untuk melakukan tes pencocokan golongan darah (cross match).

Pelaku kemudian membawa korban ke salah satu ruangan di lantai 7 gedung RSHS, yang saat itu masih sepi karena merupakan bangunan baru. Di sana, korban diduga diberikan zat tertentu hingga kehilangan kesadaran.

Baca Juga:  Akademisi Unpad Sebut Tanda Iliberal Demokrasi Ada di Indonesia

Keesokan harinya, korban ditemukan dalam kondisi sempoyongan di lorong rumah sakit. Ia mengeluhkan rasa sakit, tidak hanya pada bagian tangan yang disuntik, tetapi juga pada area sensitif. Setelah dilakukan visum oleh dokter obgyn, ditemukan adanya indikasi kekerasan seksual, termasuk adanya bekas sperma.

Sudah Ditahan Polisi, Proses Hukum Terus Berjalan

Pihak kepolisian melalui Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, menyatakan bahwa PAP telah resmi ditahan sejak 23 Maret 2025. Penyidikan masih berlangsung dan kronologi lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan hari ini.

Baca Juga:  Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Sementara itu, pihak Unpad dalam pernyataan resminya menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan.

“Unpad dan RSHS berkomitmen mengawal proses hukum dengan tegas, adil, dan transparan, serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarga,” bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi.

Unpad juga menyatakan telah memberikan pendampingan terhadap korban melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar, serta menjamin perlindungan terhadap privasi korban dan keluarganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pasien PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.