Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Sabtu, 20 Juni 2026 15:49 WIB

Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara

Sabtu, 20 Juni 2026 15:27 WIB

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Sabtu, 20 Juni 2026 12:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng
  • Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Dokter PPDS FK Unpad di RSHS Bandung Diduga Perkosa Penunggu Pasien

By Aga GustianaRabu, 9 April 2025 13:23 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial PAP (31), diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang perempuan, yang merupakan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengonfirmasi dugaan tindak kekerasan seksual tersebut. Menurutnya, pelaku diduga membius korban sebelum melakukan aksi bejatnya.

“Iya, kelihatannya memang dibius. Ini kan residen anestesi, jadi memang sedang belajar soal pembiusan,” ujar Rachim dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (9/4/2025).

PAP diketahui sedang menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis anestesi dan bukan merupakan pegawai tetap di RSHS. Setelah kejadian, pelaku langsung dikeluarkan dari program pendidikan di rumah sakit tersebut dan dikembalikan ke pihak fakultas.

Baca Juga:  Dokter Palestina Lulusan Pendidikan Anestesi di Indonesia Tewas Terkena Serangan Bom

“Karena ini masuk ranah kriminal, kami langsung melaporkan ke polisi dan mengembalikan yang bersangkutan ke Unpad. Penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak kampus,” jelas Rachim.

Modus Pelaku: Tawarkan Pemeriksaan Darah, Lalu Bawa Korban ke Ruangan Sepi

Peristiwa yang kini viral di media sosial ini terjadi saat korban sedang menjaga orang tuanya yang dirawat di ruang ICU. Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku memanfaatkan situasi darurat kebutuhan darah dan menawarkan korban untuk melakukan tes pencocokan golongan darah (cross match).

Pelaku kemudian membawa korban ke salah satu ruangan di lantai 7 gedung RSHS, yang saat itu masih sepi karena merupakan bangunan baru. Di sana, korban diduga diberikan zat tertentu hingga kehilangan kesadaran.

Baca Juga:  Kasus Pemerkosaan oleh Dokter Priguna Bertambah, Total Tiga Korban Perempuan Muda

Keesokan harinya, korban ditemukan dalam kondisi sempoyongan di lorong rumah sakit. Ia mengeluhkan rasa sakit, tidak hanya pada bagian tangan yang disuntik, tetapi juga pada area sensitif. Setelah dilakukan visum oleh dokter obgyn, ditemukan adanya indikasi kekerasan seksual, termasuk adanya bekas sperma.

Sudah Ditahan Polisi, Proses Hukum Terus Berjalan

Pihak kepolisian melalui Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol Surawan, menyatakan bahwa PAP telah resmi ditahan sejak 23 Maret 2025. Penyidikan masih berlangsung dan kronologi lengkap akan disampaikan dalam konferensi pers yang dijadwalkan hari ini.

Baca Juga:  Sumedang Diguncang Gempa, Dua Rumah Sakit Terdampak hingga Ratusan Pasien Dievakuasi

Sementara itu, pihak Unpad dalam pernyataan resminya menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan akademik dan pelayanan kesehatan.

“Unpad dan RSHS berkomitmen mengawal proses hukum dengan tegas, adil, dan transparan, serta memastikan keadilan bagi korban dan keluarga,” bunyi pernyataan yang dirilis oleh Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi.

Unpad juga menyatakan telah memberikan pendampingan terhadap korban melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jabar, serta menjamin perlindungan terhadap privasi korban dan keluarganya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pasien PPDS RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Padam Listrik

Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Refleksi Pedas 19 Tahun KBB: Tokoh Pendiri Sindir Pejabat yang Cuma Pamer Pencapaian Semu!

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.