Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!

Selasa, 3 November 2026 18:42 WIB
Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Selasa, 3 November 2026 18:37 WIB
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cek Rekening! 6 Bansos Cair November 2026, Lengkap Besaran dan Syarat Desil Penerima

Selasa, 3 November 2026 18:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kena Santet Jelang Persalinan? Pengakuan Mengejutkan Brisia Jodie Bikin Satu Indonesia Merinding!
  • Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual
  • Siap-siap Cek Rekening! 6 Bansos Cair November 2026, Lengkap Besaran dan Syarat Desil Penerima
  • Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat
  • Umuh Muchtar Buka Suara Usai Persib Kena Denda Komdis PSSI Gara-gara Dokter Tim ‘Menghilang’
  • Amanda Manopo Skandalin Suami! Sebut Fajar Sadboy Lebih Gentleman Dibanding Kenny Austin?
  • Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru
  • Prediksi Line Up Melbourne Victory vs Persib: Kembalinya Marc Klok dan Formasi Tiga Bek Maung Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soal Virus Hanta, Dinkes Kota Bandung: Waspada Perlu, Panik Jangan

By Putra JuangRabu, 20 Mei 2026 21:29 WIB3 Mins Read
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Munculnya kasus virus hanta di sejumlah negara memicu kekhawatiran masyarakat, terlebih setelah pengalaman pandemi Covid-19 yang masih menyisakan trauma publik terhadap penyakit menular.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD., menegaskan, masyarakat perlu memahami virus hanta secara tepat agar tidak terjebak kepanikan berlebihan.

Menurut Dadan, virus hanta berbeda dengan Covid-19. Virus ini bukan virus baru, melainkan sudah lama dikenal di dunia medis dan termasuk dalam kelompok orthohantavirus. Penularannya terutama berasal dari hewan pengerat seperti tikus melalui air liur, urine, maupun kotorannya.

“Kalau Covid dulu merupakan virus baru yang langsung menyebar luas antar manusia. Sedangkan hantavirus ini penularannya lebih banyak dari tikus ke manusia,” ujarnya dalam talkshow di Radio Sonata, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga:  Diduga Oknum TNI Pukul Tukang Parkir di Bandung, Ahmad Sahroni: Norak Ga Sih?

Ia menjelaskan, gejala hantavirus pada umumnya menyerupai infeksi virus lain, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas. Namun secara global terdapat dua gambaran klinis utama yang berbeda di tiap wilayah dunia.

Di kawasan Asia dan Eropa, hantavirus lebih banyak menyerang ginjal sehingga dapat menyebabkan gangguan ginjal berat hingga gagal ginjal. Sementara di wilayah Amerika, virus ini cenderung menyerang paru-paru dan menimbulkan gangguan pernapasan serius seperti sesak hingga radang paru.

“Perbedaan gejala ini dipengaruhi oleh jenis tikus dan strain virus yang berbeda di tiap wilayah,” jelasnya.

Dadan menuturkan, keberadaan tikus di lingkungan sehari-hari memang membuat potensi penularan perlu diwaspadai. Namun masyarakat diminta tetap tenang dan fokus pada upaya pencegahan sederhana melalui pola hidup bersih dan sehat.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 17 Mei 2025, Cek Lokasinya

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi tikus, termasuk makanan yang tergigit, terkena air kencing, atau kotoran tikus.

“Virus ini bisa masuk lewat saluran pernapasan maupun pencernaan. Jadi kalau ada makanan yang sudah terkena tikus, sebaiknya jangan dimakan,” katanya.

Berbeda dengan Covid-19, hingga saat ini penularan hantavirus dari manusia ke manusia belum ditemukan. Karena itu, investigasi kasus lebih difokuskan pada pencarian sumber penularan dari lingkungan, khususnya tikus.

Dinas Kesehatan Kota Bandung memiliki sistem pemantauan atau sentinel untuk penyakit zoonosis seperti leptospirosis dan hantavirus yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin. Pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi tersebut akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan diagnosis.

Selain itu, tim surveilans Dinkes juga melakukan pelacakan lingkungan untuk mencari kemungkinan sumber penularan, termasuk pemeriksaan tikus di sekitar lokasi pasien.

Baca Juga:  DLH Masifkan Uji Emisi Kendaraan Guna Perbaiki Kualitas Udara Kota Bandung

Meski demikian, Dadan menyebut hingga pemantauan terakhir sejak 2025, hasil pengawasan terhadap tikus di Kota Bandung masih menunjukkan hasil negatif hantavirus.

“Sejauh ini pemantauan tikus yang kami lakukan masih negatif hantavirus. Tapi tentu pengawasan tetap dilakukan karena kemungkinan tikus pembawa virus tidak tertangkap tetap ada,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya, serta memastikan makanan dan peralatan makan tetap higienis, terutama saat makan di luar rumah.

“Pada prinsipnya, rumah yang bersih dan bebas tikus dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk hantavirus dan leptospirosis,” tutur Dadan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pelecehan Seksual

Aksi Bejat Predator Anak di Karawang Terbongkar, 9 Bocah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Aksi di DPRD Jabar, HMI Bandung Tegaskan Gerakan Ekstra Parlementer Adalah Gerakan Rakyat

Pajak

Uang Kita ke Mana? Menilik Pidato Hashim yang Jadikan Tukang Cukur hingga Warteg Target Pajak Baru

Sinyal Bahaya Emiten Raffi-Nagita: Saham RANS Ambles Lebih dari 50 Persen!

Penertiban 48 Bangli Bundaran Cibiru Bandung dan Jeritan Kompensasi Pedagang

Dilarang Nge-Vape di Area Kantor Polisi, Nekat Bakal Disanksi!

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.