Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
MBG

BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 16:49 WIB

Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok

Rabu, 26 Agustus 2026 16:41 WIB

Bukan Dijual! Persija Kirim Dani Ibrohim ke Deltras FC, Targetnya Bikin Bek Muda Makin Ganas

Rabu, 26 Agustus 2026 16:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla
  • Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok
  • Bukan Dijual! Persija Kirim Dani Ibrohim ke Deltras FC, Targetnya Bikin Bek Muda Makin Ganas
  • BPNT Agustus 2026 Cair? Cek NIK KTP Sekarang, Ini Status Penerima Tahap 3
  • Vilmei Syok Saat Bayar Makan Ditolak, Tabungan Rp1,2 M Diduga Dikuras Karyawan
  • Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026
  • Barros Terpaksa Jadi Penonton, Tapi Tekad Persib Lolos ACL Two Tak Boleh Padam
  • Siap Tambah Anggaran Karhutla Kalimantan, Menkeu Purbaya: Asal Jangan Di-mark Up!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 26 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soeharto Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional, Diumumkan Langsung oleh Presiden Prabowo

By Aga GustianaSenin, 10 November 2025 08:18 WIB3 Mins Read
Soeharto resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Presiden Soeharto. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

Soeharto Resmi Sandang Gelar Pahlawan Nasional

bukamata.id – Setelah melewati tiga kali pengusulan selama lebih dari satu dekade, Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, akhirnya resmi menyandang gelar Pahlawan Nasional.

Pengumuman penganugerahan tersebut akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 10 November 2025. Soeharto menjadi salah satu dari sepuluh tokoh yang menerima gelar kehormatan tahun ini.

“Besok (hari ini), Insya Allah akan diumumkan. Sekitar sepuluh nama, dan Presiden Soeharto termasuk di antaranya,” ujar Prasetyo, di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, seluruh tokoh yang dipilih telah dianggap memiliki jasa luar biasa bagi bangsa dan negara.

Tiga Kali Diusulkan, 15 Tahun Menunggu Keputusan

Nama Soeharto pertama kali dibahas dalam sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) pada tahun 2010, masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, prosesnya kala itu belum berlanjut karena masih memerlukan waktu kajian lebih dalam.

Baca Juga:  BSU November 2025 Rp600 Ribu Belum Cair? Ini Penjelasan Lengkap Pemerintah dan Jadwal Terbarunya

Usulan kembali muncul pada masa Presiden Joko Widodo, tetapi keputusan akhir tak kunjung diambil. Baru pada tahun 2025, setelah melalui pembahasan untuk ketiga kalinya, pemerintah akhirnya memutuskan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto.

“Nama Presiden Soeharto sudah tiga kali diusulkan. Ada juga beberapa tokoh lain yang sudah lama diajukan sejak 2011 dan 2015,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Rabu (5/11/2025).

Dari Kabupaten ke Istana: Proses Panjang Penetapan

Fadli, yang juga menjabat Ketua Dewan GTK, menjelaskan bahwa pengusulan gelar pahlawan dimulai dari tingkat kabupaten/kota, berdasarkan inisiatif masyarakat dan penilaian tim ahli di daerah.

Baca Juga:  Aksi 'Indonesia Gelap' di Bandung, Mahasiswa Kritik Efisiensi Anggaran Sektor Pendidikan

Setelah disetujui di tingkat provinsi, berkas calon pahlawan diajukan ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial untuk ditinjau secara mendalam.

Salah satu alasan kuat di balik penetapan gelar ini adalah peran Soeharto dalam Serangan Umum 1 Maret 1949, peristiwa penting yang menjadi bukti eksistensi Republik Indonesia di mata dunia.

“Serangan Umum 1 Maret adalah tonggak sejarah yang membuat dunia internasional mengakui keberadaan Republik Indonesia,” jelas Fadli.

Sorotan Publik dan Seruan untuk Melihat Secara Utuh

Meski banyak yang menyambut positif, keputusan ini juga memicu perdebatan. Sedikitnya 500 akademisi dan aktivis menyatakan penolakan terhadap rencana penganugerahan tersebut.

Menanggapi hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta publik melihat keputusan secara objektif dan berimbang.

“Pak Soeharto memenuhi semua kriteria, sebagaimana tokoh-tokoh lain seperti Presiden Gus Dur dan pejuang Marsinah. Semua melalui proses yang sama,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga:  Kumpulan Ucapan Hari Pahlawan 2025 yang Penuh Makna dan Semangat Juang

Ia menegaskan, perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam demokrasi, namun sejarah harus dilihat secara utuh.

“Mari kita kenang hal-hal baik dari perjalanan bangsa ini, sambil menjadikan kekurangan masa lalu sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi,” ucapnya.

Gus Ipul memastikan bahwa keputusan pemberian gelar telah melalui kajian resmi dan pertimbangan mendalam.

“Setiap nama yang diumumkan Presiden adalah mereka yang dinyatakan memenuhi seluruh syarat secara formal,” katanya menegaskan.

Akhir Penantian Panjang

Dengan keputusan ini, perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya tuntas. Soeharto kini secara resmi diakui negara sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia — sebuah penetapan yang tak hanya menandai sejarah, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang perjalanan panjang bangsa ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Pahlawan Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

MBG

BGN Stop Penyaluran MBG di Wilayah Terdampak Bencana Karhutla

Tragedi Berdarah di Pasar Cibinong: Dipicu Cekcok Perempuan, Pria 55 Tahun Tewas Dibacok

BPNT Agustus 2026 Cair? Cek NIK KTP Sekarang, Ini Status Penerima Tahap 3

Kadisdik Bandung: Relokasi Siswa SDN 026 Bojongloa Ditargetkan Mulai 4 September 2026

Siap Tambah Anggaran Karhutla Kalimantan, Menkeu Purbaya: Asal Jangan Di-mark Up!

Orang Tua Siswa Dukung Relokasi SDN 026 Bojongloa, Berharap Tetap Belajar di SDN 148

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.