Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?

Senin, 31 Agustus 2026 09:00 WIB
Game Free Fire

Berburu Item Gratisan! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 31 Agustus 2026 Sebelum Hangus

Senin, 31 Agustus 2026 08:34 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya

Senin, 31 Agustus 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?
  • Berburu Item Gratisan! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 31 Agustus 2026 Sebelum Hangus
  • Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya
  • Cari Tempat Pijat dan Spa di Bandung? Ini 5 Lokasi yang Bisa Jadi Pilihan
  • PKH-BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Jadwal dan Besaran Bantuan
  • Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026
  • Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut
  • Dion Markx Tinggalkan Persib Sementara, Ada Misi Khusus di Balik Keputusan Mengejutkan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 31 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sopir Bank Bawa Kabur Rp10 Miliar, Habiskan Rp400 Juta Seminggu untuk Pelarian

By Aga GustianaSelasa, 9 September 2025 15:32 WIB3 Mins Read
Polisi amankan pelaku pencurian uang dari bank Rp10 miliar. (Dok Polresta Solo)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang sopir bank berinisial A ditangkap polisi setelah nekat membawa kabur mobil operasional yang berisi uang Rp10 miliar. Dalam tujuh hari masa pelarian, ia sempat menggunakan sekitar Rp400 juta dari dana curian tersebut.

A berhasil diringkus di sebuah rumah persembunyian di Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Senin (8/9/2025). Saat ditangkap, uang yang semula utuh sudah berkurang.

“Rp 9,6 miliar sekian (barang bukti uang yang diamankan),” ujar Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Prastiyo Triwibowo, Selasa (9/9/2025).

Uang Disita dalam Tiga Karung

Polisi menyita sisa uang hasil kejahatan tersebut dan membawanya ke Mapolresta Solo. Uang pecahan Rp100 ribu itu dikemas ke dalam tiga karung putih. Masing-masing karung diangkut satu anggota polisi menuju ruang Reskrim lantai dua.

Di dalam karung tampak ikatan-ikatan uang pecahan Rp100 ribu, dengan tiap ikatan bernilai sekitar Rp100 juta. Namun sebagian lembaran terlihat tidak terikat rapi.

Kronologi Pelarian

Kasus ini berawal Senin (1/9/2025), saat A membawa kabur mobil operasional kantor yang berisi uang Rp10 miliar. Mobil itu kemudian ditinggalkan, sedangkan uangnya dipindahkan dengan bantuan seorang sopir taksi online.

Baca Juga:  Momen Emosional Thom Haye di Solo! Kakeknya Lahir 100 Tahun Lalu di Kota Ini

“Sebenarnya dia ojol. Saat membantu (tersangka), dia mematikan aplikasi. Baru kenal di jalan. Gak sampai pakai aplikasi,” kata Prasetyo menjelaskan.

Polisi menyebutkan total tiga orang ditangkap dalam kasus ini, termasuk seorang yang diduga menerima sebagian dana curian.

Mobil Ditemukan, Tersangka Kabur

Mobil operasional Toyota Avanza Veloz hitam dengan nomor polisi H 1959 UF ditemukan dua hari kemudian di lahan kosong Perum Puri Gajah Permai, Colomadu, Karanganyar, Rabu (3/9). Dari sana, A melanjutkan pelarian ke Sleman, Yogyakarta, dengan mobil taksi online tersebut.

“Yang di sebelah sana (Veloz) digunakan saat kejadian, via escapenya sempat memindahkan barang di mobil merah ini sampai ke Jogja,” ungkap Prasetyo.

Setelah dari Sleman, tersangka akhirnya bersembunyi di Gunungkidul. Polisi berhasil meringkusnya pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca Juga:  Petualangan Orang Utan Didi: Cara Cerdas Hack Pagar Listrik Pakai Kayu Buat Kabur, Pulang-pulang Dicueki Istri

Beli Rumah Rp140 Juta dan Rencana Rental Mobil

Dalam masa pelariannya, A diketahui membeli rumah di Padukuhan Pejaten, Giriwungu, Panggang, Gunungkidul seharga Rp140 juta. Transaksi dilakukan melalui perantara bernama Bambang. Menurut Sarwanto, kakak pemilik rumah, A memperkenalkan diri dengan nama samaran Dwi, warga Pandak, Bantul.

“Pertemunya hari Kamis itu (4/9/2025). Dia langsung setuju dengan harga Rp140 juta dan ingin menempati rumah hari itu juga,” kata Sarwanto.

Setelah transaksi, bahkan sempat diadakan kenduri sesuai tradisi setempat. “Mong-mong (makanan untuk kenduri) dibawa dari Giricahyo,” tambahnya.

Tak hanya membeli rumah, A juga mengaku memiliki 300 mobil dan berencana membangun bisnis rental. Ia menargetkan pembangunan garasi di lahan samping rumah, tepat di tepi jalan kampung. Karena kontur perbukitan, A sempat berniat menyewa alat berat untuk meratakan lokasi.

Kepada ayah Sarwanto, A juga menanyakan keamanan wilayah Pejaten. “Diberitahukan bapak saya kalau di sini aman, sejak dulu kalau pencuri masuk sini pasti tidak bisa keluar,” ungkapnya.

A tinggal di rumah itu bersama tiga orang lainnya: seorang pria bernama Budi asal Sleman, seorang nenek berusia sekitar 70 tahun, dan seorang perempuan muda berusia 20-an yang disebut sebagai saudaranya.

Baca Juga:  HUT bjb ke-63, Warga Solo Meriahkan Berani Jadi Beda Festival Bersama Andre Taulany & Friends

Sosok yang Ramah tapi Tertekan Ekonomi

Di kampung halamannya, Kelurahan Giriwono, Wonogiri, A dikenal aktif bersosialisasi. Ia kerap terlibat diskusi kegiatan warga, termasuk perayaan HUT RI. Namun di sisi lain, ia pernah mengeluhkan gaji Rp3 juta yang dirasa tak cukup untuk kebutuhan keluarga.

“Dia sempat cerita gaji Rp3 juta tapi juga pusing untuk kebutuhan, susu anak dan yang lainnya,” kata Wahyu, tetangga A.

A sendiri telah menikah dua kali dan memiliki tiga anak. Istrinya membantu ekonomi keluarga dengan menjadi driver ojek online sekaligus berjualan pakaian secara daring.

Warga setempat mengaku kaget dengan ulah A. “Saya kaget, karena nekat juga,” ujar Wahyu.

Setelah kasus ini mencuat, rumah A di Wonogiri ramai didatangi orang-orang asing. “Entah siapa, bahasanya nyanggong di sana,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Solo
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menimbang ‘Dosa’ Pembangunan: Benarkah Rakyat Jawa Barat Belum Merdeka?

Jangan Sampai Terlewat! Bansos September 2026 Bisa Dicek Online, Ini Caranya

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH-BPNT Tahap 3 2026 Masih Cair, Cek Jadwal dan Besaran Bantuan

Fun Fishing Journalist X ASN Digelar, Jadi Ajang Silaturahmi 70 Peserta dan Perebutkan Piala Wali Kota Bandung 2026

Bukan Sekadar Adu Urat, Bahar bin Smith vs GRIB Jaya: Dua Nama Kontroversial Bertemu di Tengah Kasus Maut

Bansos Lansia Dicoret karena Terindikasi Judol, Faktanya Dayat-Darmi Tak Punya HP

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
  • Game Free Fire
    Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • PN Bandung Tolak Lagi Praperadilan Mantan Pengurus Gereja: Status Tersangka ITE Bambang Soeharto Sah
  • HMI Cabang Bandung Demo Balai Kota: Desak Pemkot Buka Mata Soal RTH dan Kemiskinan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.