Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli

Selasa, 5 Mei 2026 20:52 WIB

IASC Hadir Sebagai Pusat Anti-Scam Nasional: Percepat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan

Selasa, 5 Mei 2026 20:38 WIB

BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan

Selasa, 5 Mei 2026 20:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral ‘Vell TikTok Blunder’, Warganet Ramai Cari Versi Asli
  • IASC Hadir Sebagai Pusat Anti-Scam Nasional: Percepat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan
  • BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan
  • Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey
  • Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai
  • Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?
  • bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sukabumi Catat Inflasi Tertinggi se-Jawa Barat, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

By Aga GustianaKamis, 8 Mei 2025 14:28 WIB2 Mins Read
Ilustrasi inflasi. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kota Sukabumi kembali mencuri perhatian dalam catatan ekonomi Jawa Barat. Untuk periode Januari hingga April 2025, Sukabumi mempertahankan posisinya sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tahunan tertinggi di provinsi tersebut.

Pada April 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Kota Sukabumi mencapai 2,74 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 109,52.

Data dari dokumen Perkembangan IHK April 2025 menunjukkan bahwa inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Kontributor utama datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menyumbang inflasi sebesar 1,22 persen.

Kelompok lain seperti pakaian dan alas kaki, perlengkapan rumah tangga, kesehatan, transportasi, rekreasi, pendidikan, restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turut menyumbang inflasi.

Baca Juga:  Amanda Apresiasi Promosi Bersama Produk Perkayuan Sumedang

Kepala BPS Kota Sukabumi, Urip Sugeng Santoso, mengungkapkan beberapa komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, di antaranya emas perhiasan, kopi bubuk, biaya kuliah, minyak goreng, bawang merah, mobil, kontrakan rumah, rekreasi, nasi dengan lauk, tarif rumah sakit, dan ikan asin.

Meskipun angka inflasi tahunan April 2025 (2,74 persen) sedikit lebih rendah dibandingkan April 2024 (2,88 persen), kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian utama karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Minta ASN Jangan Ngeluh Soal Perubahan Jam Kerja: Harus Bersyukur

Kepala Sub Bagian Umum BPS Kota Sukabumi, Wisnu Eka, menjelaskan bahwa inflasi dapat disebabkan oleh tingginya permintaan, praktik pedagang yang mengambil keuntungan berlebih, hingga gangguan dalam distribusi barang.

Meskipun ada sedikit deflasi pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,01 persen), lonjakan harga pada sektor makanan dan minuman membuat inflasi Kota Sukabumi lebih tinggi dibandingkan kota lain di Jawa Barat, seperti Kota Bogor (1,86 persen) dan Kota Depok (1,87 persen).

Baca Juga:  Pendaftaran PPPK Tahap 2 di Jabar Dibuka hingga 15 Januari 2025

“Inflasi yang tidak terkendali bisa menggerus daya beli masyarakat dan melemahkan nilai mata uang. Makanya inflasi disebut silent killer bagi perekonomian,” tegas Wisnu Eka.

Untuk mengatasi masalah ini, BPS menekankan perlunya strategi stabilisasi harga pangan dan peningkatan efisiensi distribusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk menekan kenaikan harga agar tidak semakin membebani warga Sukabumi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPS Inflasi jawa barat Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IASC Hadir Sebagai Pusat Anti-Scam Nasional: Percepat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan

BUKAN GEN ALPHA BIASA! Demi Mimpi Tinju Dunia, Bocah 13 Tahun Ini Latihan Gila-gilaan

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.