Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 11 Juni 2026, Banjir Hadiah Skin dan Item Eksklusif

Kamis, 11 Juni 2026 01:00 WIB

Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot: 5 Teknologi Canggih yang Bakal Mengguncang Piala Dunia 2026

Rabu, 10 Juni 2026 22:29 WIB

Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?

Rabu, 10 Juni 2026 22:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 11 Juni 2026, Banjir Hadiah Skin dan Item Eksklusif
  • Dari Bola Pintar hingga Anjing Robot: 5 Teknologi Canggih yang Bakal Mengguncang Piala Dunia 2026
  • Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?
  • Maestro Lawak Haji Bolot Dilarikan ke RS Fatmawati, Sahabat Ungkap Kondisi Terkini di ICU
  • Tragis! Kejar Layangan Putus, Lengan Bocah di Cimahi Tertembus Pagar Besi Runcing
  • Link Video Cut Salwa Viral Ramai Dicari, Ada yang Versi Full Durasi?
  • Heboh! Selebgram Bandung Diduga Edarkan POD Getar, 35 Tersangka Diringkus Polisi
  • Langkah Berani Persija Jakarta Rekrut Shin Tae-yong Dapat Acungan Jempol dari Erick Thohir
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 11 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tak Semua Dapat, Ini Kelompok Penerima Vaksin DBD

By Putra JuangSenin, 2 Desember 2024 10:15 WIB2 Mins Read
Pasien DBD. Foto: Ilustrasi/Shutterstock
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang menyatakan bahwa tidak semua orang dapat menerima vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Aan Suganda mengatakan, sebelum vaksin diberikan, tenaga kesehatan akan melakukan proses screening terlebih dahulu untuk mengidentifikasi potensi kontraindikasi atau kondisi yang membuat seseorang tidak bisa divaksinasi.

“Contohnya adalah ibu hamil, orang dengan autoimun, pasien yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi, dan individu dengan kecenderungan HIV,” ucap Aan, Minggu (1/12/2024).

Aan mengatakan, efek samping dari vaksin DBD umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan, pembengkakan, atau demam ringan yang mirip dengan efek samping pada vaksin polio.

Baca Juga:  Jelang Iduladha, Pemkab Sumedang Terjunkan Tim Kesehatan ke Pasar Hewan Kurban

“Efek samping ini biasanya tidak berlangsung lama,” ujarnya.

Di Indonesia, kata Aan, terdapat dua jenis vaksin DBD yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yaitu Dengvaxia dan Qdenga.

Baca Juga:  Pemkot Cimahi Klaim Kasus DBD Menurun sejak Februari

“Vaksin Dengvaxia ditujukan untuk anak-anak usia 9 hingga 16 tahun yang sudah pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya. Vaksin ini diberikan dalam 3 dosis dengan jarak pemberian antar dosis selama 6 bulan,” katanya.

Sementara itu, vaksin Qdenga ditujukan bagi anak-anak dan orang dewasa berusia 6 hingga 45 tahun.

Berbeda dengan Dengvaxia, vaksin ini dapat diberikan kepada individu yang sudah atau belum pernah terinfeksi virus dengue. Vaksin Qdenga diberikan dalam 2 dosis dengan jarak pemberian selama 3 bulan.

Baca Juga:  Hadiri Peluncuran Govtech Indonesia, Pj Bupati Sumedang Siap Genjot Kembali SPBE

“Vaksin DBD bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang membantu melawan infeksi virus dengue. Meskipun tidak memberikan perlindungan penuh, vaksin ini dapat mengurangi tingkat keparahan gejala dan risiko terkena DBD,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DBD Demam Berdarah Dengue Dinkes Sumedang Kabupaten Sumedang Vaksin
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kejagung Pelajari Permohonan JC Sony Sonjaya, Skandal Korupsi MBG Bakal Melebar?

Tragis! Kejar Layangan Putus, Lengan Bocah di Cimahi Tertembus Pagar Besi Runcing

Heboh! Selebgram Bandung Diduga Edarkan POD Getar, 35 Tersangka Diringkus Polisi

Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

Hukum Kocak? Cuma Beli 20 Liter Bensin Eceran, Dua Warga Medan Terancam Denda Rp60 Miliar?!

Kisruh SPMB 2026, Anggota DPRD Jabar Nilai Kepala Disdik yang Harus Bertanggung Jawab

Terpopuler
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Link Full Video Cut Salwa Jadi Buruan Netizen, Benarkah Ada Rekaman Asli?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.