Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Selasa, 11 Agustus 2026 20:35 WIB

Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

Selasa, 11 Agustus 2026 20:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
  • Persib Langsung Dapat Lawan Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
  • Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tampang Pelaku Sindikat Jual Beli Bayi Internasional: 12 Orang Ditangkap, 3 Masih Buron

By Aga GustianaKamis, 17 Juli 2025 15:34 WIB3 Mins Read
pelaku sindikat jual beli bayi
Tampang para pelaku sindikat jual beli bayi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat berhasil mengungkap jaringan penjualan bayi lintas negara yang beroperasi hingga ke Singapura. Sebanyak 12 pelaku ditangkap, sementara 3 lainnya masih dalam pengejaran aparat.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan seorang warga Kabupaten Bandung yang mengaku anaknya diculik. Namun, hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan: sang orangtua justru menjual bayinya sendiri dengan imbalan yang dijanjikan sebesar Rp10–16 juta. Sayangnya, pelaku hanya memberikan Rp600 ribu, dan bayi tersebut langsung dibawa ke tempat penampungan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Jaringan Terorganisir dan Peran yang Terbagi

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, sindikat ini sangat terorganisir. Para pelaku, yang sebagian besar adalah perempuan, memiliki tugas masing-masing—mulai dari perekrut bayi, pengasuh, pemalsu dokumen, hingga kurir lintas negara.

Polisi mengungkap bahwa setidaknya 25 bayi telah dikirim ke Singapura dengan dokumen palsu yang disiapkan oleh sindikat tersebut. Enam bayi berhasil diselamatkan, lima di antaranya ditemukan di Pontianak dan satu lainnya diamankan di Tangerang.

“Pontianak menjadi lokasi transit sebelum bayi dikirim ke Singapura. Kami berhasil mengamankan balita yang hendak diberangkatkan. Saat ini kami bekerja sama dengan Interpol untuk melacak keberadaan bayi-bayi yang sudah sampai di luar negeri,” ujar Surawan.

Daftar Tersangka dan Perannya

Berikut daftar 16 tersangka yang terlibat dalam jaringan ini:

  1. Lie Siu Luan (69) – Agen Indonesia, buron
  2. Siu Ha (59) – Agen, pembuat dokumen palsu, pencari orangtua palsu
  3. Wiwit – Perantara, buron
  4. Maryani (33) – Perantara dan penampung
  5. Yenti (37) – Penampung
  6. Yenni (42) – Penampung dan pengasuh
  7. Djap Fie Khim (52), Anyet (26), Fie Sian (46), dan Devi Wulandari (26) – Kurir dan pengasuh bayi
  8. Anisah (31) – Kurir, pengasuh, dan orangtua palsu
  9. A Kiau (58) – Pengantar dari Jakarta ke Kalimantan dan ke Singapura
  10. Astri Fitrinika (26) – Perekrut bayi
  11. Djaka Hamdani Hutabarat (35) – Perekrut bayi
  12. Elin Marlina (38) – Perekrut bayi
  13. Yuyun Yuningsih (46) – Perekrut bayi, buron

Barang Bukti dan Langkah Selanjutnya

Dari hasil operasi ini, polisi turut mengamankan sejumlah dokumen, mulai dari paspor, identitas palsu, hingga surat-surat pengiriman bayi. Surawan menambahkan bahwa sebagian besar bayi berasal dari wilayah Jawa Barat.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, terutama untuk menelusuri bayi yang sudah berada di luar negeri. Koordinasi internasional akan kami intensifkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik perdagangan manusia, terutama yang melibatkan anak-anak.

Kasus ini menyoroti sisi kelam dari kejahatan terorganisir yang memperdagangkan manusia demi keuntungan, dan menjadi alarm keras bagi upaya perlindungan anak di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bayi ke Singapura hukum Indonesia Interpol kasus kriminal penjualan bayi perdagangan manusia Polda Jabar sindikat internasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga

Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.