Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB

Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC

Minggu, 1 November 2026 14:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Terjadi pada 27 Rajab, Tidak Ada Ritual Khusus pada Malam Isra Miraj

By Putra JuangSelasa, 21 Januari 2025 19:45 WIB2 Mins Read
Isra Miraj. (FOto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap tanggal 27 Rajab, sebagian umat Islam meluangkan waktu untuk memperingati peristiwa Isra Miraj.

Masjid-masjid ramai dengan kajian dan doa, sementara keluarga-keluarga Muslim menyisipkan tradisi khusus untuk mengingat perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa.

Namun, di balik tradisi ini, muncul pertanyaan; bagaimana kita memaknai peringatan ini agar terhindar dari pusaran bid’ah yang dilarang agama?

Dalam pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, istilah bid’ah perlu dipahami dengan saksama. Bid’ah didefinisikan sebagai perbuatan atau perkataan yang dianggap sebagai urusan peribadatan baru, yang kemudian dinilai sebagai bagian dari agama.

Baca Juga:  UAH Sebut Isra Miraj Perjalanan Fisikal, Intelektual dan Spiritual

Padahal, tidak pernah diperintahkan atau dicontohkan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Maka, segala ibadah murni kepada Allah harus memiliki landasan yang jelas dalam Al-Qur’an atau sunnah.

Namun, bagaimana dengan tradisi memperingati Isra Miraj? Apakah ini termasuk bidah? Fatwa Tarjih menjelaskan bahwa peringatan ini tidak termasuk umurut-ta’abbudiy.

Artinya, peringatan Isra Miraj adalah kegiatan yang tidak dimaksudkan sebagai ibadah langsung kepada Allah, tetapi lebih kepada upaya syiar Islam.

Tradisi ini muncul jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW, sebagai respons umat untuk mengenang salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Islam: turunnya perintah salat lima waktu.

Baca Juga:  UAH Ceritakan Duka Nabi sebelum Perjalanan Isra Mi'raj

Meski demikian, penting untuk menjaga agar peringatan ini tidak melampaui batas. Kegiatan ini boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti menambah unsur-unsur yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW atau menganggapnya sebagai kewajiban agama.

ika peringatan tersebut dilakukan dengan niat untuk mengingatkan umat akan pentingnya salat, maka tradisi ini dapat menjadi bagian dari syiar Islam yang bernilai positif.

Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi menerima perintah salat langsung dari Allah SWT, menjadikannya kewajiban utama bagi setiap Muslim. Peringatan ini, oleh karena itu, semestinya menjadi sarana introspeksi kolektif: sudahkah kita menjaga salat dengan baik?

Baca Juga:  Menag Ajak Umat Islam Tegakkan Salat dalam Peringatan Isra Miraj

Majelis Tarjih mengingatkan bahwa tradisi semacam ini, jika dilakukan dengan niat yang benar dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama, dapat memperkuat semangat keislaman.

Namun, umat Islam juga harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam pusaran bidah, di mana praktik keagamaan tanpa landasan yang jelas dianggap sebagai bagian dari agama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Isra Miraj
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?

Bansos

Siap-siap! Rilis 10 November, Syarat Dapat Bansos Digital Wajib Scan Wajah dan NIK

Kabar Terbaru Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Kuartal IV 2026: Syarat Desil, Cara Cek, hingga Solusi Dana Belum Cair

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.