Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 12:22 WIB

Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 12:05 WIB

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

Rabu, 28 Oktober 2026 11:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung
  • Julio Cesar Siap Habis-habisan Bawa Persib Kalahkan Melbourne Victory
  • Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior
  • Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta
  • Preview Persib vs Melbourne Victory: Ujian Berat Maung Bandung Pertahankan Puncak Grup E
  • Kejutan Besar! Arsenal Tersingkir dari Carabao Cup oleh Tim Kasta Keempat Fleetwood
  • Dianggap ‘B Aja’ oleh Warganet, Jawaban Menohok Aiswarya Pandit Buat Juri Mister International Nyesel?
  • Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tes Psikologis Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun: IQ Tinggi, Merasa Superior

By SusanaRabu, 28 Oktober 2026 11:46 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pembunuhan. (nuansamalut.com)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ditreskrimum Polda Jawa Timur bersama Satreskrim Polres Madiun Kota mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak di Kota Madiun. Korban adalah Dini Hardiyanti (30) dan anak balitanya, AGEF (4).

Polisi menetapkan suami siri korban, Dwi Bagus Martono, sebagai tersangka. Hasil tes psikologis menunjukkan Dwi memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tinggi dan rasa bangga berlebih terhadap kemampuan dirinya.

Hasil Tes Psikologis Tersangka

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Roy H. M. Sihombing, mengatakan tersangka juga menunjukkan kecenderungan karakter yang bersifat superior.

“Terhadap tersangka juga kita sudah lakukan pemeriksaan secara psikologis. Memang hasil tes psikologisnya sudah keluar dan sudah disampaikan kepada kami, memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior,” ungkap Roy.

Berawal dari Cekcok di Hotel

Menurut polisi, peristiwa ini bermula dari percekcokan antara Dwi dan Dini di sebuah hotel di Madiun pada 20 September 2026. Pertengkaran yang dipicu rasa cemburu membuat tersangka diduga mencekik Dini hingga tewas.

Tersangka juga diduga menghabisi nyawa AGEF, anak Dini dari hubungan sebelumnya. Kepada penyidik, Dwi mengaku membunuh balita itu karena khawatir korban menjadi saksi atas kematian ibunya.

Beli Mesin Pencacah untuk Hilangkan Jejak

Untuk menghilangkan jejak, tersangka diduga merencanakan pemusnahan jasad kedua korban selama sekitar dua hari.

Dwi membeli mesin pencacah seharga Rp13 juta dari Kabupaten Gresik yang tiba di Madiun pada 23 September 2026. Mesin itu diduga digunakan untuk menghancurkan jasad korban di rumah orang tuanya di Kelurahan Winongo.

Tersangka juga diduga membakar jasad korban sebelum membuang sisanya ke sungai di sekitar jembatan Jalan Prambanan, Kecamatan Manguharjo.

Serpihan Tulang Jalani Tes DNA

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan Polres Madiun Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sejumlah lokasi, termasuk rumah tersangka di Kelurahan Ngegong.

Di lokasi pembakaran di belakang rumah, petugas menemukan serpihan tulang. Temuan itu kini menjalani tes DNA untuk memastikan identitasnya.

Sempat Pura-pura Ikut Melapor Kehilangan

Sebelum kasus ini terungkap, Dwi sempat berpura-pura tidak tahu ketika keluarga Dini di Kabupaten Bogor melaporkan kehilangan kontak sejak 20 September 2026.

Tersangka bahkan mendampingi proses pelaporan ke Polres Madiun Kota dan mengaku kepada polisi bahwa Dini pergi meninggalkannya setelah bertengkar.

Namun, melalui pendalaman bukti dan rekonstruksi TKP, polisi berhasil membongkar keterangan palsu tersangka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

madiun pembunuhan ibu dan anak pembunuhan madiun polda jatim
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awas Ditilang! Ini Daftar Pelanggaran yang Disasar Operasi Patuh Lodaya 2026 di Bandung

Hujan Deras Picu Longsor di Bandung Barat, Kerugian Tembus Rp50 Juta

Pelarian Pembacok Remaja Berkaus Persib Berakhir, Pelaku Terancam 15 Tahun Bui

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.