Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 21:17 WIB
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Jumat, 23 Oktober 2026 21:13 WIB

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Jumat, 23 Oktober 2026 19:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia
  • Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur
  • Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?
  • Persib Kembali Dihadapkan ‘Tradisi Lambat Panas’, Tanda-tanda Juara Lagi?
  • Tembus Rp36 Triliun! Cristiano Ronaldo Jadi Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Sejarah
  • Karier Hancur dalam 10 Menit? Mengenal Irenna Kristyn, Influencer yang Disorot Gara-gara Sindir Biaya Hidup
  • Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?
  • Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 23 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tewaskan 10 Pekerja, Gubernur Jabar Bakal Tutup Permanen Tambang Gunung Kuda

By SusanaJumat, 30 Mei 2025 19:30 WIB2 Mins Read
Musibah longsor terjadi di kawasan Gunung Kuda Bobos, Dukupuntang, Kabupaten Cirebon pada Jumat (30/5/2025). Foto: Instagram @alexanewsid.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen aktivitas tambang galian C di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Keputusan ini diambil menyusul bencana longsor yang merenggut nyawa 10 pekerja tambang dan menyebabkan belasan lainnya dilaporkan hilang pada Jumat (30/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Lewat akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa dukanya yang mendalam atas insiden tersebut.

“Saya menerima kabar duka. Diperkirakan lebih dari 10 orang tertimbun akibat longsor di lokasi tambang,” ungkap Dedi dikutip dari Instagram resminya, Jumat (30/5/2025).

Dedi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengungkapkan bahwa sejauh ini baru empat jenazah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Upaya pencarian korban lainnya masih terus dilakukan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Janjikan Bonus Rp150 Juta untuk Paskibraka

KDM juga menuturkan bahwa dirinya pernah meninjau langsung area pertambangan tersebut ketika masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

Ia mengaku saat itu sudah menilai area tambang tersebut sangat rawan dan tidak memenuhi standar keselamatan kerja, meski telah mengantongi izin operasi resmi sejak 2020 hingga Oktober 2025.

“Saya tahu sejak lama aktivitas tambang ini berisiko tinggi bagi keselamatan. Tapi karena izinnya sah dan masih berlaku, saya dulu tidak punya wewenang untuk menghentikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Konten Dedi Mulyadi Picu Plot Twist, Simpati untuk Pedagang Es Kue Berubah Jadi Kekecewaan

Kini, dengan kewenangannya sebagai Gubernur Jabar, KDM telah memerintahkan Dinas ESDM beserta jajaran terkait untuk menutup aktivitas pertambangan tersebut secara total. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi aktivitas penambangan di wilayah itu.

“Saya sudah minta jajaran Pemprov Jabar yang berada di lokasi untuk mengambil tindakan tegas. Perusahaan tambang tersebut harus dihentikan operasinya untuk selamanya,” tegasnya.

KDM juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menyebut para korban adalah tulang punggung keluarga yang bekerja di bawah ancaman bahaya demi menghidupi orang terkasih.

Baca Juga:  Jadi Terkenal dan Dimintai Foto, Pegi Setiawan Akui Sempat Nyamar Pakai Jilbab saat ke Luar Rumah

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan kekuatan serta kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

Ia berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama pelaku usaha, agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dan dampak lingkungan dalam menjalankan bisnis, khususnya di sektor pertambangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, longsor hebat melanda tambang galian C Gunung Kuda pada Jumat pagi. Bencana tersebut menyebabkan 10 orang tewas dan 9 lainnya mengalami luka-luka. Para korban telah dievakuasi ke RS Sumber Hurip, Cirebon, untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Dedi Mulyadi longsor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Dua Kebun Bambu Terbakar dalam Sehari, Bandung Barat Siaga Kebakaran Lahan

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas hingga Majalengka, Petugas Berjibaku Tembus Medan Ekstrem

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.