Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 01:00 WIB

Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa

Kamis, 29 Oktober 2026 21:11 WIB

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Kamis, 29 Oktober 2026 21:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026
  • Setahun Lebih Dilupakan Timnas, Rafael Struick: Saya Tidak Berharap Apa-apa
  • Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo
  • Cuan Hampir Rp1 Miliar! Persib Panen Bonus AFC Usai Tekuk Melbourne Victory
  • Teror Suporter Beruntun di Oktober, PSSI Siapkan Sanksi Pengurangan Poin
  • Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98
  • Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk
  • Baru Hajar Melbourne Victory, Persib Justru Kehilangan Igor Tolic di Super League
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 30 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tiga Capim KPK Berkompeten di Bidang Audit, Siapa yang Paling Siap Memperkuat Pemberantasan Korupsi??

By SusanaMinggu, 15 September 2024 19:25 WIB3 Mins Read
Korupsi Jabar
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya penanggulangan korupsi membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan mumpuni. Selain mereka yang berlatarbelakang hukum, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu memiliki pimpinan dengan kapasitas seorang Auditor.

Dalam proses seleksi calon pimpinan (capim) KPK saat ini, terdapat tiga nama yang berpengalaman di bidang Pemeriksaan, yaitu Agus Joko Pramono, I Nyoman Wara, dan Michael Rolandi Cesnanta Brata. Masing-masing dari ketiganya memiliki kekuatan yang akan bermanfaat dalam penanggulangan korupsi di Indonesia ke depan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiganya memiliki latar belakang keilmuan di bidang keuangan. Ketiga capim KPK tersebut merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Agus Joko Pramono anggota Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2013-2019 dan Wakil Ketua BPK tahun 2019-2023 dan I Nyoman Wara adalah Auditor Utama di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedangkan Michael Rolandi lebih banyak bekerja di pemerintahan daerah.

Mereka bertiga memiliki pengalaman yang sama baiknya di level nasional, namun Agus Joko Pramono memiliki tambahan pengalaman yang juga baik di level internasional. Agus Joko Pramono pernah menjadi Wakil Ketua United Nations Independent Audit Advisory Committee (UN-IAAC) dan Board Member Intosai Development Initiative (IDI).

Baca Juga:  Skandal Bank BJB: Lisa Mariana Klaim Terima Aliran Dana, Kubu Ridwan Kamil Bantah Keras

IAAC merupakan organ Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertugas memberikan nasehat pada Sekjen PBB melalui Majelis Umum PBB. Sementara itu, IDI merupakan organ Intosai yang bertugas mendukung pengembangan kapasitas audit, terutama di negara-negara berkembang yang berbasis di Norwegia. Intosai (International Organisation on Supreme Audit Institurion ) sendiri merupakan lembaga antar Negara yang beranggotakan badan pemeriksa keuangan seluruh Dunia yang burpusat di Vienna Austria.

Keberadaan komisioner KPK dengan latar belakang Auditor terbukti penting dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi, terutama di bidang pengawasan dan pemeriksaan keuangan. Sepanjang sejarah kepemimpinan KPK, ada beberapa komisioner yang memiliki pengalaman audit keuangan, termasuk Alexander Marwata (2015-2019 dan 2019-2024), yang sebelumnya bekerja sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Baca Juga:  Warga Cimahi Diingatkan Cek Rekam Jejak Calon Pemimpin, Wajib Bersih dari Korupsi

Alexander dikenal karena kontribusinya dalam memadukan penegakan hukum dengan audit forensik yang lebih tajam dalam melacak aliran dana korupsi. Selain Alexander, pada periode awal KPK (2003-2007), Erry Riyana Hardjapamekas dan Sjahruddin Rasul juga membawa pengalaman di bidang keuangan dan audit. Pengalaman ini membantu memperkuat kapasitas investigasi KPK dalam mengidentifikasi dan mengatasi korupsi yang melibatkan kejahatan keuangan yang kompleks.

Pimpinan dengan latar belakang audit keuangan memungkinkan KPK untuk lebih mendalam dalam menganalisis laporan keuangan, memastikan tidak ada aliran dana yang mencurigakan, serta memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap potensi pelanggaran. Memiliki pimpinan KPK dengan pengalaman di bidang audit keuangan tentu akan membuat kinerja lembaga antirasuah ini semakin tajam.

Baca Juga:  Bukan Cuma Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Asetnya Bisa Disita dalam RUU Perampasan Aset

Sosok pimpinan yang berpengalaman di bidang audit keuangan dengan reputasi yang kuat, di dalam maupun luar negeri, diperlukan untuk membawa KPK kepada kinerja yang lebih baik.

Oleh karena itu, diperlukan sosok kandidat yang menawarkan jaminan bahwa KPK akan dipimpin oleh individu yang tidak hanya kompeten tetapi juga berkomitmen untuk melawan korupsi secara serius. Integritas dan kapasitas pemimpin KPK sangat penting untuk memastikan bahwa lembaga ini dapat bekerja dengan maksimal dalam memberantas korupsi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

korupsi KPK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cair Rp600 Ribu! Begini Cara Cek dan Ambil BPNT Oktober-Desember 2026

Sosro Buka Suara! Investigasi Dugaan Teh Botol Berisi Sabun di Tengah Demo

Bongkar Rekam Jejak Shalima Hakim! Putri Wanda Hamidah yang Nekat Lanjutkan Perjuangan 98

Miris! Pasien Kanker di Cililin Ditandu Lebih dari Sejam karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Selalu Bawa Celurit dan Hobi Ajak Tawuran, Ini Pengakuan Pelaku Pembacokan Bobotoh

PKL Bandung Wajib Tahu! Lapak Permanen Dilarang, Jualan Maksimal 12 Jam

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.