bukamata.id – Polemik pengangkatan Direktur Utama PT Migas Utama Jabar (MUJ) kembali mencuat. Kali ini, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Jawa Barat Menggugat menggelar aksi demonstrasi di kantor PT MUJ, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).
Massa aksi tiba sekitar pukul 10.15 WIB dan langsung menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi. Salah satu tuntutan utama yakni mendesak Direktur Utama PT MUJ Undang Sudrajat untuk mundur dari jabatannya.
Koordinator aksi, Ari, mengatakan pihaknya mempertanyakan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi Undang untuk memimpin perusahaan daerah tersebut.
“Kami hanya meminta untuk Dirut PT Migas Utama Jabar mundur dari jabatannya. Karena kami melihat kapasitas, kapabilitas, dan kompetensinya tidak ada,” ujar Ari.
Soroti Latar Belakang Undang Sudrajat
Selain persoalan kompetensi, massa aksi juga menyoroti latar belakang Undang Sudrajat yang disebut memiliki keterkaitan dengan tim pemenangan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Itu adalah orang kepercayaan Gubernur dan terafiliasi tim sukses,” kata Ari.
Massa menilai pengangkatan tersebut perlu dipertanyakan karena sebelumnya Dedi Mulyadi pernah menyatakan tidak akan menjadikan BUMD sebagai tempat bagi tim sukses.
Pernyataan itu disampaikan Dedi dalam pidatonya di DPRD Jawa Barat pada 21 Februari 2025, sehari setelah dirinya dilantik sebagai gubernur.
“Saya tidak mau menjadikan BUMD tempat menyimpan Tim Sukses. Tidak akan ada di pemerintahan saya,” ujar Dedi kala itu.
Undang Sudrajat sendiri disebut pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan pada Pilkada Jawa Barat 2024. Ia juga disebut sempat terlibat dalam proses perbaikan dokumen persyaratan pasangan tersebut ke KPU Jawa Barat.
Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Ari mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons.
“Pekan depan akan melaksanakan aksi susulan. Di hari Rabu rencananya, kalau tidak meleset kita akan aksi lagi di sini dengan massa lebih besar,” katanya.
Selain Undang Sudrajat sebagai Direktur Utama, jajaran baru PT MUJ juga mencantumkan Agung Wahyudi sebagai komisaris. Agung diketahui merupakan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.
Sebelumnya, polemik serupa juga muncul terkait masuknya figur yang memiliki keterkaitan dengan tim pemenangan Dedi Mulyadi ke jajaran BUMD. Salah satunya Mayjen TNI (Purn) Dwi Jati Utomo, yang dipercaya menjadi Direktur Utama PT Migas Hulu Jabar ONWJ, anak usaha PT MUJ.
Dwi Jati Utomo sebelumnya tercatat sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan pada Pilkada Jawa Barat 2024.
Pemprov Sebut Sudah Lewat Proses Seleksi
Sementara itu, Kepala Biro BIA Jawa Barat Deny Hermawan sebelumnya menjelaskan bahwa pengisian jabatan Direktur Utama PT MUJ telah melalui proses seleksi sesuai ketentuan.
Menurutnya, seleksi dilakukan karena terdapat posisi pimpinan perusahaan yang kosong. Kandidat kemudian dipilih berdasarkan hasil proses seleksi.
“Alasan pemilihannya adalah adanya posisi lowong pimpinan perusahaan, sehingga perlu dilakukan seleksi sebagaimana ketentuan peraturan perundangan dan dipilih yang terbaik dari kandidat yang melamar,” kata Deny, Jumat (21/8/2026).
Polemik tersebut kini kembali mendapat sorotan setelah mahasiswa menggelar aksi dan mendesak Undang Sudrajat meninggalkan jabatan Direktur Utama PT MUJ.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










