bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyiapkan kembali program Jumaahan setelah rangkaian kegiatan Siskamling Siaga Bencana di 151 kelurahan rampung dilaksanakan.
Farhan mengatakan, program Jumaahan sebelumnya sempat digantikan dengan kegiatan Siskamling yang dilakukan dengan berkeliling ke berbagai wilayah Kota Bandung. Hingga Jumat (4/9/2026), kegiatan tersebut telah menjangkau 100 kelurahan.
“Posisinya Sidang Jumaahan kemarin kan sempat digantikan oleh Siskamling. Nah nanti setelah saya selesai Siskamling 151 kelurahan, sekarang ini baru mencapai ke angka 100 kelurahan, masih ada 51 kelurahan,” ujar Farhan, Jumat (4/9/2026).
Menurut Farhan, setelah seluruh 151 kelurahan selesai dikunjungi, program Jumaahan akan kembali digelar dengan konsep yang lebih banyak dilakukan secara keliling.
Jumaahan Jadi Ruang Serap Aspirasi
Farhan menjelaskan, Jumaahan akan menjadi wadah untuk berkumpul bersama masyarakat setelah pelaksanaan salat Jumat. Kegiatan tersebut akan digunakan untuk menyerap berbagai aspirasi dan persoalan yang dirasakan langsung oleh warga.
“Nanti Jumaahan itu akan kumpul selesai Jumatan itu di berbagai macam tempat untuk mendapatkan aspirasi-aspirasi dari masyarakat,” katanya.
Farhan menegaskan konsep tersebut bukan meniru program milik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ia menyebut konsep Jumaahan tersebut terinspirasi dari pola yang pernah diterapkan Kang Yoto di Bojonegoro, dengan penyesuaian terhadap kondisi Kota Bandung.
“Bukan Ahok, saya meniru Kang Yoto di Bojonegoro. Kalau itu bentuk variasinya saja. Kalau Kang Yoto kan dipusatkan di Pendopo, nah kalau nanti saya akan mungkin akan keliling,” ujarnya.
Setiap Pekan Bahas Persoalan Berbeda
Farhan mengatakan pengalaman selama menjalankan Siskamling menunjukkan bahwa metode berkeliling ke berbagai wilayah dinilai lebih efektif untuk melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Karena itu, konsep Jumaahan nantinya juga akan menggunakan pendekatan serupa. Setiap pertemuan akan memiliki tema tertentu berdasarkan persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Nanti akan ada yang mengkurasi dari tim. Misalnya kita mau ngomongin soal sampah, kita akan datang ke satu titik di mana di situ ada permasalahan sampah yang mesti diselesaikan,” jelasnya.
Hal serupa berlaku untuk persoalan infrastruktur maupun isu lainnya. Lokasi pertemuan akan disesuaikan dengan masalah yang hendak dibahas sehingga pembahasan tidak hanya berlangsung secara umum, tetapi langsung berada di titik persoalan.
“Jadi setiap minggu ada tema,” katanya.
Farhan menegaskan, program Jumaahan bukan dihentikan, melainkan sementara waktu fokus pada penyelesaian Siskamling Siaga Bencana yang masih berlangsung di seluruh kelurahan.
“Bukan dipending, saya cover dulu dengan program Siskamling Siaga Bencana keliling di 151 kelurahan. Sejauh ini saya baru 100 kelurahan, masih ada 51 kelurahan lagi yang harus saya selesaikan,” pungkas Farhan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










