Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelajah Rasa Pangandaran: 4 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba di Pinggir Pantai

Jumat, 29 Mei 2026 06:00 WIB

Rok Hijau Tosca Viral: Kenapa Link Full Banyak Disebarkan dan Berbahaya?

Jumat, 29 Mei 2026 05:00 WIB

Teja Paku Alam Bersinar, Jadi Kiper Terbaik dengan Clean Sheet Terbanyak

Jumat, 29 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelajah Rasa Pangandaran: 4 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba di Pinggir Pantai
  • Rok Hijau Tosca Viral: Kenapa Link Full Banyak Disebarkan dan Berbahaya?
  • Teja Paku Alam Bersinar, Jadi Kiper Terbaik dengan Clean Sheet Terbanyak
  • Video Rok Hijau Tosca Viral, Link 3 Menit 21 Detik Ini Ramai Dicari
  • Bukan Sekadar Kota Santri: Menelusuri Pesona Tersembunyi di Cianjur yang Bikin Betah
  • Lebih dari Sekadar Bandung: Menyingkap Keindahan “Swiss van Java” di Bandung Barat
  • Link Video Viral Link TKW Taiwan: Mengapa Mengklik Tautan Sembarangan Bisa Berisiko bagi Data Pribadi Anda
  • Panduan Lengkap: Cara Daftar Akun Aplikasi Cek Bansos PKH-BPNT Mei 2026 via HP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 29 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Camat dan Lurah Harus Jadi Pemimpin yang Hadir di Tengah Warga

By Putra JuangSelasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, terbuka terhadap kritik serta mampu mengeksekusi visi menjadi kenyataan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Kegiatan Pelatihan bagi Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di Hotel Novotel Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).

Farhan menyoroti tantangan besar Kota Bandung pascapandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini masih berada di angka 5,29 persen dan belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi.

Menurutnya, tekanan terhadap kota semakin besar seiring meningkatnya daya tarik Bandung sebagai kota tujuan wisata dan aktivitas masyarakat. Bahkan pada akhir pekan tertentu jumlah orang yang masuk ke Kota Bandung diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.

Baca Juga:  Jadi Produsen Jersey Terbesar, Syamanah Kerap Jalin Kerja Sama Sponsorship Club

“Tekanan terhadap pelayanan makin besar daya tarik Kota Bandung makin tinggi. Maka tantangan sosial termasuk pengangguran dan ketimpangan harus benar-benar kita jawab dengan kerja nyata,” kata Farhan.

Farhan meminta seluruh aparatur wilayah, mulai dari lurah hingga camat untuk memiliki pola pikir terbuka dan tidak alergi terhadap perbedaan pendapat. Ia menilai, seorang pemimpin harus mampu memahami langsung kondisi masyarakat di berbagai lapisan sosial.

Ia mencontohkan bagaimana seorang pemimpin harus bisa merasakan persoalan warga di kawasan padat maupun memahami kebutuhan masyarakat kelas menengah atas. Menurutnya, semua persoalan warga harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama pemerintah.

Baca Juga:  Viral! Getok Tarif Parkir di Kebun Binatang Bandung Rp150 Ribu

“Buka pikiran buka hati. Pemimpin itu harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Farhan juga menekankan konsep kepemimpinan transformatif yang mengedepankan eksekusi, integritas dan keberanian mengambil keputusan. Ia menyebut seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki visi tetapi juga harus mampu mewujudkan visi tersebut menjadi realita.

“Leader melakukan hal yang benar, manajer melakukan dengan cara yang benar. Jadi kita harus menjadi keduanya,” ungkapnya.

Farhan turut menyoroti pentingnya budaya pelayanan publik yang berkelanjutan. Ia meminta para aparatur tidak bekerja demi kepentingan individu atau pencitraan melainkan membangun sistem yang bisa terus berjalan meski kepemimpinan berganti.

Baca Juga:  Menyusuri Sejarah Bandung Lewat Cerita Unik di Balik Nama-Nama Jalannya

Baginya, keberhasilan pemimpin bukan diukur dari popularitas pribadi melainkan dari kemampuan melahirkan pemimpin baru dan menciptakan sistem yang tetap bertahan.

“Pemimpin hebat bukan yang mengumpulkan pengikut tetapi yang melahirkan pemimpin baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di lingkungan birokrasi. Ia meminta seluruh ASN menjaga profesionalisme dan menolak praktik gratifikasi.

Ia berharap seluruh aparatur kewilayahan mampu menjadi pemimpin yang hadir, responsif, komunikatif dan benar-benar bekerja untuk masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang terlihat di lapangan, bukan hanya hadir dalam laporan,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

camat Kota Bandung lurah Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Miris! Anak Program Bayi Tabung Diduga Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Tol Jagorawi

Ikuti Google Maps, Pengendara Motor Tersesat Masuk Jalan Tol Bandung

Positif Ganja Tapi Bebas? Misteri ‘Toilet Ajaib’ Diduga Anak Bupati di Pekanbaru!

Warga Gedebage Heboh, Mayat Bayi Tersangkut di Sungai Cinambo

Dolar AS Semakin Perkasa, Rupiah Tertekan hingga Level Rp 17.858

Dugaan Manipulasi Riset di ISPPD Gegerkan Dunia Akademik, ITB Buka Suara

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Video Viral TKW Taiwan ‘3 vs 1’ Heboh di Medsos, Ini Fakta dan Klarifikasinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.