Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Camat dan Lurah Harus Jadi Pemimpin yang Hadir di Tengah Warga

By Putra JuangSelasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan pentingnya kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat, terbuka terhadap kritik serta mampu mengeksekusi visi menjadi kenyataan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Kegiatan Pelatihan bagi Camat dan Lurah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung di Hotel Novotel Kota Bandung, Selasa (26/5/2026).

Farhan menyoroti tantangan besar Kota Bandung pascapandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini masih berada di angka 5,29 persen dan belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi.

Menurutnya, tekanan terhadap kota semakin besar seiring meningkatnya daya tarik Bandung sebagai kota tujuan wisata dan aktivitas masyarakat. Bahkan pada akhir pekan tertentu jumlah orang yang masuk ke Kota Bandung diperkirakan mencapai 3,5 juta orang.

Baca Juga:  Kunci Masa Depan Bandung, Farhan Yakini Pembangunan Berkelanjutan Harus Terukur dan Teruji

“Tekanan terhadap pelayanan makin besar daya tarik Kota Bandung makin tinggi. Maka tantangan sosial termasuk pengangguran dan ketimpangan harus benar-benar kita jawab dengan kerja nyata,” kata Farhan.

Farhan meminta seluruh aparatur wilayah, mulai dari lurah hingga camat untuk memiliki pola pikir terbuka dan tidak alergi terhadap perbedaan pendapat. Ia menilai, seorang pemimpin harus mampu memahami langsung kondisi masyarakat di berbagai lapisan sosial.

Ia mencontohkan bagaimana seorang pemimpin harus bisa merasakan persoalan warga di kawasan padat maupun memahami kebutuhan masyarakat kelas menengah atas. Menurutnya, semua persoalan warga harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama pemerintah.

Baca Juga:  Bandung Masih Dalam Cengkeraman Sampah, Ini Buktinya

“Buka pikiran buka hati. Pemimpin itu harus merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Farhan juga menekankan konsep kepemimpinan transformatif yang mengedepankan eksekusi, integritas dan keberanian mengambil keputusan. Ia menyebut seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki visi tetapi juga harus mampu mewujudkan visi tersebut menjadi realita.

“Leader melakukan hal yang benar, manajer melakukan dengan cara yang benar. Jadi kita harus menjadi keduanya,” ungkapnya.

Farhan turut menyoroti pentingnya budaya pelayanan publik yang berkelanjutan. Ia meminta para aparatur tidak bekerja demi kepentingan individu atau pencitraan melainkan membangun sistem yang bisa terus berjalan meski kepemimpinan berganti.

Baca Juga:  Bandung Kota Seribu Bintang, Rumah Bagi Institusi Militer dan Kepolisian

Baginya, keberhasilan pemimpin bukan diukur dari popularitas pribadi melainkan dari kemampuan melahirkan pemimpin baru dan menciptakan sistem yang tetap bertahan.

“Pemimpin hebat bukan yang mengumpulkan pengikut tetapi yang melahirkan pemimpin baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas di lingkungan birokrasi. Ia meminta seluruh ASN menjaga profesionalisme dan menolak praktik gratifikasi.

Ia berharap seluruh aparatur kewilayahan mampu menjadi pemimpin yang hadir, responsif, komunikatif dan benar-benar bekerja untuk masyarakat.

“Jadilah pemimpin yang terlihat di lapangan, bukan hanya hadir dalam laporan,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik

Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.