Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Masih Kena Sanksi FIFA, Pemain Baru Belum Bisa Didaftarkan

Jumat, 17 Juli 2026 21:26 WIB
Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Jumat, 17 Juli 2026 21:18 WIB

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Jumat, 17 Juli 2026 20:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Masih Kena Sanksi FIFA, Pemain Baru Belum Bisa Didaftarkan
  • Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026
  • Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling
  • Persib Kunci Tiga Pemain Asing, Ini Alasan Ramon Tanque Cs Dipertahankan
  • Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!
  • Usai Dipinjamkan ke Persis Solo, Febri Hariyadi Siap Kembali Bersama Persib
  • Buntut Kontroversi Spanduk Malvinas, Pemain Argentina Terancam Larangan Bermain di Final
  • Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

TPST Batununggal Ubah Sampah Jadi Kompos dan RDF, Solusi Inovatif untuk Kota Bandung

By SusanaSenin, 23 Desember 2024 02:00 WIB2 Mins Read
TPST Batununggal. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Batununggal berinovasi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos dan RDF (Refuse-Derived Fuel).

Dengan mesin hibah dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, TPST ini mampu mengolah hingga 4 ton sampah per hari.

Namun, kapasitas maksimalnya bisa mencapai 10 ton per hari jika daya listriknya ditingkatkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3(DLH) Kota Bandung Salman Faruq menyampaikan, proses pengelolaan sampah di TPST Batununggal melibatkan pemisahan sampah organik dan anorganik menggunakan mesin Gibrig.

Sampah organik diolah menjadi kompos di rumah kompos. Sedangkan anorganik dihancurkan menggunakan mesin pencacah. Tidak hanya itu, TPST ini juga mampu mencacah sampah daun dan ranting untuk diolah lebih lanjut.

Baca Juga:  Progses Penanganan Tunjukan Tren Positif, Pemkot Bandung Optimis Darurat Sampah Selesai Akhir 2023

Selain fasilitas mesin, TPST Batununggal mendapat dukungan dari dua bank sampah yang aktif, yakni Bank Sampah Mulya dan Jelita.

Setiap dua minggu, bank sampah ini mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah anorganik dari masyarakat, seperti botol plastik dan bahan daur ulang lainnya.

“Masyarakat Batununggal cukup antusias memilah sampah. Sampah seperti botol biasanya dikumpulkan ke bank sampah untuk dikelola lebih lanjut,” ujar Salman.

Baca Juga:  Selama KTT ke-43 ASEAN, Warga Jabar Dilarang Bakar Sampah

Selain kompos, TPST Batununggal juga memproduksi RDF yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Namun, pengelolaan RDF masih menghadapi tantangan, termasuk kebutuhan lahan untuk gudang penyimpanan serta MoU dengan industri, seperti Indocement, untuk distribusi RDF.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara berharap kerja sama dengan industri segera terealisasi.

“Targetnya, MoU sudah selesai pada Januari 2025, sehingga pengiriman RDF dari Batununggal bisa dimulai,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, TPST Batununggal direncanakan akan mengajukan bantuan panel listrik kepada pemerintah provinsi.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Proyek TPPAS Legoknangka dengan PT JES

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengoperasian mesin secara maksimal, sehingga volume pengolahan sampah bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Dengan kemampuan mengelola sampah organik dan anorganik, TPST Batununggal menjadi contoh model pengelolaan sampah terpadu yang efektif dan efisien.

Langkah ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui produk kompos dan RDF yang bernilai tinggi.

Melalui kerja sama dan inovasi berkelanjutan, TPST Batununggal siap menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dan komunitas di Kota Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

A. Koswara kompos RDF sampah TPST Batununggal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Bansos

Bansos BPNT Tahap 3 Segera Cair, Cek Apakah Anda Penerima Rp600.000 Juli 2026

Uji Sah Status Tersangka, Eks Pengurus Gereja Ajukan Praperadilan ke PN Bandung

Kredit SME Meroket 33%, Bank Muamalat dan BPKH Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.