Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

Rabu, 28 Oktober 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Sate

Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba

Rabu, 28 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Rabu, 28 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra
  • Wisata Kuliner Ciamis 2026: 5 Makanan Khas Tatar Galuh yang Wajib Dicoba
  • BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

TPST Batununggal Ubah Sampah Jadi Kompos dan RDF, Solusi Inovatif untuk Kota Bandung

By SusanaSenin, 23 Desember 2024 02:00 WIB2 Mins Read
TPST Batununggal. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Batununggal berinovasi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos dan RDF (Refuse-Derived Fuel).

Dengan mesin hibah dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, TPST ini mampu mengolah hingga 4 ton sampah per hari.

Namun, kapasitas maksimalnya bisa mencapai 10 ton per hari jika daya listriknya ditingkatkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3(DLH) Kota Bandung Salman Faruq menyampaikan, proses pengelolaan sampah di TPST Batununggal melibatkan pemisahan sampah organik dan anorganik menggunakan mesin Gibrig.

Sampah organik diolah menjadi kompos di rumah kompos. Sedangkan anorganik dihancurkan menggunakan mesin pencacah. Tidak hanya itu, TPST ini juga mampu mencacah sampah daun dan ranting untuk diolah lebih lanjut.

Baca Juga:  Viral 98 Aksi Buang Sampah Sembarangan di Bandung, Pelanggar Terancam Pidana

Selain fasilitas mesin, TPST Batununggal mendapat dukungan dari dua bank sampah yang aktif, yakni Bank Sampah Mulya dan Jelita.

Setiap dua minggu, bank sampah ini mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah anorganik dari masyarakat, seperti botol plastik dan bahan daur ulang lainnya.

“Masyarakat Batununggal cukup antusias memilah sampah. Sampah seperti botol biasanya dikumpulkan ke bank sampah untuk dikelola lebih lanjut,” ujar Salman.

Baca Juga:  Operasional ke TPA Sarimukti Terhenti, Warga Cimahi Diimbau Mulai Urus Sampah Sendiri

Selain kompos, TPST Batununggal juga memproduksi RDF yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Namun, pengelolaan RDF masih menghadapi tantangan, termasuk kebutuhan lahan untuk gudang penyimpanan serta MoU dengan industri, seperti Indocement, untuk distribusi RDF.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara berharap kerja sama dengan industri segera terealisasi.

“Targetnya, MoU sudah selesai pada Januari 2025, sehingga pengiriman RDF dari Batununggal bisa dimulai,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kapasitas pengolahan, TPST Batununggal direncanakan akan mengajukan bantuan panel listrik kepada pemerintah provinsi.

Baca Juga:  8.000 Ton Sampah Numpuk di Kota Bandung, Ema Sumarna Harap Bisa Pakai Lahan Pussenkav TNI

Hal ini diharapkan dapat mendukung pengoperasian mesin secara maksimal, sehingga volume pengolahan sampah bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Dengan kemampuan mengelola sampah organik dan anorganik, TPST Batununggal menjadi contoh model pengelolaan sampah terpadu yang efektif dan efisien.

Langkah ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui produk kompos dan RDF yang bernilai tinggi.

Melalui kerja sama dan inovasi berkelanjutan, TPST Batununggal siap menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dan komunitas di Kota Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

A. Koswara sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Belum Terdaftar Bansos? Begini Cara Usulkan Diri Jadi Penerima BLT Kesra

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

BLT Kesra Oktober 2026 Cair Lagi? Ini Faktanya dan Cara Cek Bansos

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.