bukamata.id – Bencana banjir yang disertai longsor melanda Kampung Andir RT 01 RW 15, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Kabupaten Bandung Barat), pada Senin (25/5/2026). Peristiwa ini menyebabkan sedikitnya 15 rumah warga terdampak, sementara empat rumah di antaranya mengalami kerusakan berat akibat tertimpa material longsor.
Longsor terjadi setelah Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi sekitar lima meter ambruk usai kawasan tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Material berupa batu cadas, tanah, dan lumpur langsung menerjang permukiman yang berada di bawah tebing.
Rumah Warga Hancur Tertimpa Material Longsor
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian dinding dan interior bangunan. Sebagian rumah bahkan tidak lagi dapat dihuni karena kondisi struktur yang sudah rusak berat.
Salah satu warga terdampak, Kelli Wijana (67), mengaku rumahnya menjadi salah satu yang paling parah terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Rumah saya yang paling parah. Yang tertimpa langsung ada empat rumah termasuk rumah tetangga,” ujarnya.
Kelli menuturkan hampir seluruh bagian rumahnya rusak setelah dihantam material longsor dari TPT yang roboh. Dinding rumah jebol, sementara barang-barang di dalam rumah seperti pakaian dan peralatan elektronik ikut rusak.
“Dinding jebol, rumah sudah tidak bisa ditempati. Batu dari benteng masuk ke dalam rumah, pakaian dan barang elektronik banyak yang rusak,” katanya.
Kronologi Banjir dan Longsor di Lembang
Kelli menjelaskan, peristiwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan Lembang. Air kemudian meluap ke permukiman warga akibat saluran air yang tersumbat.
Tidak lama setelah itu, TPT di atas permukiman warga tiba-tiba ambruk dan menyebabkan longsor besar yang langsung menghantam rumah-rumah di bawahnya.
“Istri saya sempat menyuruh anak mengambil handphone ke dalam rumah. Tidak lama kemudian dinding langsung jebol tertimpa longsoran,” ungkapnya.
Beruntung saat kejadian, Kelli dan keluarganya tidak berada di dalam rumah sehingga berhasil selamat. Namun mereka kini terpaksa mengungsi ke rumah kontrakan di sekitar kampung.
15 Rumah Terdampak, Warga Mulai Mengungsi
Bencana ini tidak hanya merusak rumah Kelli, tetapi juga berdampak pada sedikitnya 15 rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Empat rumah di antaranya mengalami kerusakan berat dan tidak layak huni.
Sejumlah warga mulai mengungsi ke rumah kerabat maupun kontrakan terdekat karena khawatir terjadi longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun.
Hingga saat ini, bantuan yang diterima warga masih terbatas. Dari pemerintah daerah, baru bantuan darurat berupa selimut yang disalurkan melalui Dinas Sosial.
Warga Minta Penanganan Serius Pemerintah
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bandung Barat segera melakukan langkah penanganan jangka panjang, tidak hanya bantuan darurat.
Mereka meminta adanya perbaikan infrastruktur, normalisasi saluran air, serta penguatan kembali struktur Tembok Penahan Tanah (TPT) agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut warga, kawasan tersebut memang rawan longsor saat musim hujan karena kontur tanah yang labil dan sistem drainase yang kurang optimal.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana di wilayah perbukitan seperti Lembang yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir dan longsor, terutama saat curah hujan ekstrem.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










