Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Sabtu, 24 Oktober 2026 15:09 WIB

Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve

Sabtu, 24 Oktober 2026 13:26 WIB

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Sabtu, 24 Oktober 2026 11:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!
  • Stop Sok Ngatur Hidup Orang! Petuah Berkelas Luna Maya di Tengah Kasus Juan Eve
  • Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang
  • Heboh Sindiran ‘KING’ dari Bos Madura United Usai Tundukkan Persib Bandung
  • Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas
  • Lagi-lagi Bikin Haru! Perhatian Amanda Manopo ke Fajar Sadboy Usai Beli Rumah Cash di Usia 19 Tahun
  • Pakai Akun IKD, Begini Alur Pembaruan Profil Penerima Bansos 2027 Lewat HP
  • BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tradisi Nasionalisme, TRAMP Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Gunung Ciremai

By SusanaMinggu, 17 Agustus 2025 20:50 WIB2 Mins Read
TRAMP kembali sukses membentangkan bendera merah putih raksasa di tebing Kawah Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Perkumpulan Pendaki Gunung TRAMP kembali sukses membentangkan bendera merah putih raksasa di tebing Kawah Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025).

“Alhamdulillah, tradisi kita membentangkan bendera merah putih di Kawah Gunung Ciremai kembali berhasil. Setelah melakukan instalasi dan pengecekan safety sehari sebelumnya, tepat pukul 07.30 WIB tanggal 17 Agustus 2025, bendera berhasil terbentang,” ujar Ketua Umum TRAMP, Julianto Wibowo atau yang akrab disapa Iyan.

Tradisi Pengibaran Bendera di Gunung Tertinggi Jawa Barat

Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 mdpl menjadi saksi pembentangan bendera merah putih raksasa untuk ketiga kalinya oleh TRAMP. Kegiatan ini disebut Iyan sebagai legacy yang akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah bendera terbentang di dinding kawah, seluruh tim melakukan upacara penghormatan di Puncak Gunung Ciremai. Prosesi berjalan khidmat dengan semangat nasionalisme yang tinggi.

Ukuran Bendera Lebih Besar dan Tantangan Lebih Berat

Menurut Iyan, ukuran bendera merah putih yang dibentangkan tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya. Hal itu membuat proses pengibaran jauh lebih menantang dan memerlukan tenaga ekstra.

Meski begitu, berbekal pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya serta latihan intensif beberapa pekan sebelum acara, para anggota muda TRAMP berhasil menyelesaikan misi dengan baik.

Keberhasilan ini juga didukung oleh Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Komunitas AKAR Kuningan, Pemkab Kuningan, BPBD Kuningan, serta PPGC Linggasana.

“Cuaca yang cerah dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kelancaran pembentangan bendera merah putih tahun ini,” tambah Iyan.

Dorong Generasi Muda Cinta Alam dan Tanah Air

Iyan berharap, kegiatan pengibaran bendera di Gunung Ciremai bisa menumbuhkan kecintaan generasi muda pada alam, petualangan, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.

Namun ia menegaskan, pengibaran bendera di tebing kawah Gunung Ciremai tidak bisa dilakukan sembarangan. Persiapan matang, latihan intensif, serta perizinan resmi wajib ditempuh agar kegiatan berlangsung aman.

Jalur Pendakian Linggasana Jadi Pilihan

Menariknya, tahun ini TRAMP memilih jalur pendakian Linggasana, jalur yang relatif baru dan masih sepi pendaki. Pemilihan jalur ini sekaligus bertujuan mendorong potensi ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapannya, jalur Linggasana bisa lebih populer sehingga berdampak positif bagi perekonomian warga. Tapi tetap harus dijaga kebersihan dan kelestariannya,” tegas Iyan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Darurat Karhutla Jawa Barat: Lebih dari 1.100 Hektare Lahan Hangus, Subang Jadi Wilayah Paling Parah!

Fakta Baru Kasus Dugaan Kekerasan Siswa SRT 1 Sumedang: Korban Sempat Kabur Hingga Minta Pulang

Kecanduan Judol Bikin Gelap Mata, Ayah di Bandung Tega Aniaya Anak hingga Tewas

Bansos

BPNT Oktober 2026 Rp600 Ribu, Begini Cara Cek Penerimanya lewat HP

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cair Oktober-Desember! Begini Cara Cek Nama Penerima Bansos Tahap 4 2026

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.