Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal

Sabtu, 4 Juli 2026 12:00 WIB

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Sabtu, 4 Juli 2026 11:26 WIB

Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta

Sabtu, 4 Juli 2026 10:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bagan Resmi 16 Besar Piala Dunia 2026: Peta Persaingan Fase Gugur Menuju Semifinal
  • Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling
  • Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Bentrokan Akbar Argentina vs Mesir di Atlanta
  • Sah! Lionel Messi Resmi Jadi Pemain Tersubur Sepanjang Sejarah Piala Dunia
  • Dari SPG Jadi Mahasiswi Melbourne, Kisah Juang Kembar Anak Buruh Tani Tampar Balik Kritik Beasiswa Negara!
  • Drama 120 Menit! Gol Bunuh Diri Antar Argentina Depak Tanjung Verde Menuju 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 4 Juli 2026, Amankan Hadiah Skin dan Diamond Gratis Sebelum Kehabisan
  • Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tradisi Nasionalisme, TRAMP Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Gunung Ciremai

By SusanaMinggu, 17 Agustus 2025 20:50 WIB2 Mins Read
TRAMP kembali sukses membentangkan bendera merah putih raksasa di tebing Kawah Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Perkumpulan Pendaki Gunung TRAMP kembali sukses membentangkan bendera merah putih raksasa di tebing Kawah Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Minggu (17/8/2025).

“Alhamdulillah, tradisi kita membentangkan bendera merah putih di Kawah Gunung Ciremai kembali berhasil. Setelah melakukan instalasi dan pengecekan safety sehari sebelumnya, tepat pukul 07.30 WIB tanggal 17 Agustus 2025, bendera berhasil terbentang,” ujar Ketua Umum TRAMP, Julianto Wibowo atau yang akrab disapa Iyan.

Tradisi Pengibaran Bendera di Gunung Tertinggi Jawa Barat

Gunung Ciremai yang memiliki ketinggian 3.078 mdpl menjadi saksi pembentangan bendera merah putih raksasa untuk ketiga kalinya oleh TRAMP. Kegiatan ini disebut Iyan sebagai legacy yang akan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah bendera terbentang di dinding kawah, seluruh tim melakukan upacara penghormatan di Puncak Gunung Ciremai. Prosesi berjalan khidmat dengan semangat nasionalisme yang tinggi.

Ukuran Bendera Lebih Besar dan Tantangan Lebih Berat

Menurut Iyan, ukuran bendera merah putih yang dibentangkan tahun ini lebih besar dibanding sebelumnya. Hal itu membuat proses pengibaran jauh lebih menantang dan memerlukan tenaga ekstra.

Meski begitu, berbekal pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya serta latihan intensif beberapa pekan sebelum acara, para anggota muda TRAMP berhasil menyelesaikan misi dengan baik.

Keberhasilan ini juga didukung oleh Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Komunitas AKAR Kuningan, Pemkab Kuningan, BPBD Kuningan, serta PPGC Linggasana.

“Cuaca yang cerah dan dukungan dari berbagai pihak sangat membantu kelancaran pembentangan bendera merah putih tahun ini,” tambah Iyan.

Dorong Generasi Muda Cinta Alam dan Tanah Air

Iyan berharap, kegiatan pengibaran bendera di Gunung Ciremai bisa menumbuhkan kecintaan generasi muda pada alam, petualangan, sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.

Namun ia menegaskan, pengibaran bendera di tebing kawah Gunung Ciremai tidak bisa dilakukan sembarangan. Persiapan matang, latihan intensif, serta perizinan resmi wajib ditempuh agar kegiatan berlangsung aman.

Jalur Pendakian Linggasana Jadi Pilihan

Menariknya, tahun ini TRAMP memilih jalur pendakian Linggasana, jalur yang relatif baru dan masih sepi pendaki. Pemilihan jalur ini sekaligus bertujuan mendorong potensi ekonomi masyarakat sekitar.

“Harapannya, jalur Linggasana bisa lebih populer sehingga berdampak positif bagi perekonomian warga. Tapi tetap harus dijaga kebersihan dan kelestariannya,” tegas Iyan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Rem Blong Picu Tabrakan Beruntun di Sukabumi, Sopir Sempat Terjepit Kabin Terguling

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek BPNT Juli 2026 Lewat HP, Ini Tanda Bantuan Sudah Cair

Anak Diduga Hilang dari Katapang Ditemukan Meninggal di Jembatan BBS Bandung Barat

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Imbas Lagu Kontroversial ‘Lalaki Langit’, Bupati Purwakarta Diperiksa Intensif 8 Jam di Kemendagri

Pencabulan

Dugaan Kasus Rudapaksa di Sapan Bandung, Korban Masih Jalani Pemulihan Trauma

Wacana Provinsi Sunda Menguat, DPRD Jabar Sepakati Pembahasan Resmi

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.