Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragis di Subang: Siswa SMK Bacok Ibu Kandung Gegara Masalah HP dan Ayam

By Aga GustianaSenin, 5 Mei 2025 09:20 WIB2 Mins Read
Foto/Ilustrasi Pembunuhan. (nuansamalut.com)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, digegerkan oleh peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang siswa SMK terhadap ibu kandungnya. Pelaku berinisial F (18), tega membacok Bayinah (51) dengan golok hanya karena masalah sepele terkait pembelian handphone dan ayam.

Peristiwa mengejutkan itu terjadi pada Sabtu malam, 4 Mei 2025. Usai melakukan aksinya, F langsung diamankan oleh warga setempat dan keluarganya. Video penangkapan F yang memperlihatkan dirinya dengan tangan dan kaki terikat viral di media sosial.

Kapolsek Kalijati, AKP Teguh Subang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa penganiayaan dipicu oleh pertengkaran kecil antara ibu dan anak. “Awalnya korban menasihati F terkait pembelian HP dan ayam. Pelaku merasa tersinggung, lalu mengambil golok dari dalam rumah dan menyerang ibunya dari belakang sambil mengucapkan takbir. Golok mengenai punggung korban,” jelas Teguh, Minggu (5/5/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Pamer Temuan Baru Bahan Bakar dari Jerami, Siapkan Rencana Lanjutan

Luka Serius, Korban Jalani Operasi

Akibat serangan tersebut, Bayinah mengalami luka serius di bagian punggung dan kepala. Ia segera dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani operasi dan perawatan intensif.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk kakak pelaku yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

Baca Juga:  Siswa SD Belajar Renang di Lapangan Sekolah, Kepsek Sebut Hanya Simulasi

Dugaan Gangguan Kejiwaan

Kapolsek menambahkan, berdasarkan informasi keluarga, F diduga mengalami gangguan kejiwaan sejak orang tuanya bercerai.

“Saat diinterogasi, pelaku terlihat diam dan matanya kosong. Keluarga menyebut F mulai bertingkah aneh setelah kembali tinggal bersama ibunya. Atas persetujuan keluarga, pelaku akan menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Cisarua,” ungkap Teguh.

Versi Keluarga: Masalah Sepele Jadi Penyebab

Ainil, kakak korban, mengungkapkan bahwa konflik bermula dari kesepakatan pembelian HP menggunakan uang hasil penjualan ayam. “Setengah ayam dijual buat beli HP, setengahnya lagi untuk kebutuhan makan. Tapi F malah menjual semua ayam tanpa sepengetahuan mama. Saat dinasihati, dia mungkin merasa tertekan, dan dendam yang selama ini dipendam akhirnya meledak,” katanya.

Baca Juga:  Merinding, Guru Pendamping Ceritakan Detik-Detik Kecelakaan Maut Bus SMK Lingga Kencana Depok

Ainil juga membenarkan bahwa adiknya mulai berubah sejak perceraian orang tua mereka. “Dulu waktu SD-SMP dia normal. Tapi sejak dibawa ayah lalu kembali lagi ke rumah, perilakunya mulai aneh. Padahal Senin ini dia rencana ikut acara perpisahan sekolah,” tambahnya.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental remaja, terutama dalam situasi keluarga yang penuh tekanan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

siswa Subang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.