bukamata.id – Jagat maya kembali digemparkan oleh beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap seorang remaja perempuan di Tasikmalaya.
Rekaman berdurasi satu menit tiga puluh detik itu viral di berbagai platform media sosial sejak Jumat malam.
Korban Dicaci, Dijambak, Ditampar dan Disiram Cairan Putih
Dalam video yang tersebar luas, terlihat seorang gadis berbusana hitam dirundung dan dianiaya oleh beberapa temannya sendiri. Dalam rekaman tersebut, para terduga pelaku terdengar menggunakan bahasa Sunda sambil terus mencaci maki korban.
Aksi kekerasan terekam jelas:
- korban dijambak oleh pelaku berbaju merah
- ditampar beberapa kali oleh pelaku lain
- hingga disiram cairan berwarna putih yang membuat tubuh korban tampak lusuh
Aksi tersebut memicu kemarahan warganet. Kolom komentar unggahan video dipenuhi kecaman keras. Sejumlah netizen bahkan mengaku telah menghubungi salah satu akun yang diduga milik pelaku.
Diduga Dipicu Rasa Suka Terhadap Pria yang Sama
Berdasarkan narasi yang beredar, insiden ini diduga dipicu perselisihan terkait pria yang disukai oleh salah satu terduga pelaku. Permasalahan personal itu kemudian berujung pada tindak kekerasan kelompok terhadap korban.
Setelah ditelusuri, korban diketahui berinisial LK, remaja 16 tahun warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Pengakuan Korban: Dijebak dan Dianiaya di Sebuah Gubuk
Saat ditemui di kediamannya, LK menjelaskan awal mula kejadian. Ia mengaku sebelumnya pergi menemui seorang pria berinisial F di Sindanggalih. Setelah itu, salah satu pelaku berinisial A mengajaknya membeli cemilan.
Namun bukannya membeli makanan, LK justru dibawa ke sebuah gubuk di wilayah Manonjaya, lokasi tempat ia kemudian dianiaya oleh teman-temannya.
“Saya dijebak oleh si A. Dia suka sama si F. Setelah ngobrol sebentar, tiba-tiba saya ditampar, dijambak, disiram air. Saya juga hampir diceburkan ke kolam,” ujar LK, Sabtu (6/11/2025).
LK menyebut ada lima pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka lebam di bagian pipi dan hidung.
Keluarga Geram dan Akan Melaporkan Pelaku
F (27), tante perempuan korban, mengaku terkejut saat melihat video penganiayaan tersebut beredar di media sosial.
“Saya kaget lihat di Facebook. Geram sekali, tidak terima keponakan saya diperlakukan seperti itu,” katanya.
Fitri juga menambahkan bahwa salah satu terduga pelaku berinisial M merupakan teman dekat korban yang kerap menginap di rumah mereka.
“Tadi kami cari keluarga pelaku, belum ketemu. Laporan ke polisi baru mau dilakukan hari ini,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










