bukamata.id – Kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum polisi dan petugas BNN gadungan kembali meresahkan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebuah insiden menegangkan terjadi di salah satu rumah warga setelah segerombolan pria tidak dikenal mendadak datang dan mengklaim sebagai petugas hukum tanpa mampu menunjukkan dokumen resmi.
Peristiwa yang bikin geger jagat maya ini terungkap setelah sang pemilik rumah mengunggah rekaman video berdurasi lebih dari satu menit ke media sosial Instagram. Dalam cuplikan layar tersebut, tampak seorang pria mengenakan masker nekat menerobos ke area dalam rumah.
Ketika ditanya mengenai kejelasan identitas serta instansi asalnya, pria bermasker putih itu bersikeras mengaku dari satuan narkotika.
“Abdi ti BNN bu. Di Narkoba,” ungkap lelaki bermasker itu, saat pemilik rumah memastikan statusnya adalah anggota BNN atau Polres Garut.
Namun, alih-alih bertindak profesional, pria tersebut justru menunjukkan gerak-gerik mencurigakan dan tampak kebingungan di area pintu masuk usai diminta menunjukkan kelengkapan administrasi.
Pemilik rumah, Puri Pebri Purnamasari, menceritakan detik-detik menegangkan saat kediamannya disatroni oleh pria yang mengaku bernama Indra tersebut.
“Pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 13.30 WIB, kediaman saya didatangi oleh seorang pria yang mengaku bernama Indra dari Satuan Narkoba Polres Garut dan BNN. Kedatangan tersebut tanpa maksud dan tujuan yang jelas,” kata korban.
“Ketika saya meminta pertunjukan Surat Perintah, sesuai prosedur hukum, yang bersangkutan justru memanggil segerombolan rekannya yang menunggu di luar. Sikap, kriteria, maupun etika yang ditunjukkan sangat jauh dari standar profesionalisme pengayom masyarakat,” katanya menambahkan.
Rekam Jejak Aksi Premanisme Mengatasnamakan Aparat
Ternyata, terror berupa kedatangan oknum yang mengatasnamakan korps kepolisian bukan pertama kalinya menghantui pemukiman tersebut. Menurut Puri, sekitar dua bulan lalu peristiwa serupa pernah menimpa pengurus lingkungan setempat di Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul.
“Ada oknum yang mengatasnamakan anggota Resmob Polres Garut (mengaku bernama Azis) berujung pada tindakan penganiayaan terhadap warga,” katanya.
Atas maraknya kejadian kekerasan dan intimidasi semacam ini, warga berharap ada tindakan tegas dari instansi terkait demi mengembalikan rasa aman masyarakat.
Puri berharap agar kejadian ini diusut oleh pihak berwajib, agar masyarakat tidak terus-menerus diteror rasa takut didatangi para pria yang mengaku sebagai aparat keamanan negara itu.
BNN dan Kepolisian Garut Angkat Bicarakan
Menanggapi video viral serta tuduhan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Garut dan Polres Garut langsung memberikan klarifikasi tegas. Kedua instansi menyatakan bahwa oknum-oknum yang berada dalam video tersebut dipastikan bukan merupakan bagian dari institusi mereka.
Kepala BNN Kabupaten Garut, AKBP Hery Sudrajat, menegaskan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.
“Kami tentunya akan segera melakukan verifikasi dan klarifikasi. Namun, kami pastikan bahwa orang yang ada di video tersebut bukan petugas atau pegawai BNN Garut,” ungkap AKBP Hery Sudrajat selaku Kepala BNN Kabupaten Garut.
Senada dengan BNN, jajaran Kepolisian Resor Garut juga membantah keterlibatan anggotanya dan kini tengah bergerak cepat melacak keberadaan para pelaku yang diduga kuat merupakan polisi gadungan.
“Saat ini masih dalam pencarian. Yang jelas, orang tersebut bukan personel Polres Garut,” ucap Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










