Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam

Rabu, 16 September 2026 13:02 WIB

Kebakaran TPS Punclut Bandung Bikin Warga Waspada, Ada Ancaman Gas Metana

Rabu, 16 September 2026 12:33 WIB

Krisis Pemain dan Kelelahan Hantui Persib Jelang Bentrok Kontra FC Seoul Hari Ini

Rabu, 16 September 2026 12:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • BRT Bandung Bikin Pusing! JPO di Cicadas Dikhawatirkan Terlalu Curam
  • Kebakaran TPS Punclut Bandung Bikin Warga Waspada, Ada Ancaman Gas Metana
  • Krisis Pemain dan Kelelahan Hantui Persib Jelang Bentrok Kontra FC Seoul Hari Ini
  • Bandung ke Seoul Demi Persib! Marc Klok Ungkap Makna Kehadiran Bobotoh di ACL Two
  • Viral Aksi Ojol Diduga Lecehkan Bocah 8 Tahun di Bekasi, Pelaku Dibekuk di Tegal
  • Ganas! Maarten Paes Tampil Penuh, Ajax Bantai Willem II 5-1, Nathan Tjoe-A-On Jadi Lawan
  • Puluhan Siswa Sakit Usai Santap MBG, SPPG Padalarang Klaim Semua Sesuai SOP
  • Stadion Ikonik Korea Jadi Saksi! Igor Tolic Siapkan Persib Kontra FC Seoul di ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral ASN Banten Minta Maaf Usai Status WhatsApp Singgung PPPK: ‘Itu Kebodohan Saya’

By Aga GustianaKamis, 13 November 2025 20:49 WIB5 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial kembali bergejolak pada Rabu (12/11/2025) malam. Sebuah video berdurasi 52 detik memperlihatkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @fesbukbanten, dan dalam hitungan jam langsung ramai diserbu warganet. Kolom komentar dipenuhi berbagai tanggapan, sebagian menyesalkan unggahan sang PNS, sebagian lain menilai langkahnya meminta maaf adalah tindakan dewasa yang patut diapresiasi.

Di balik video singkat itu, tersimpan cerita yang lebih dalam tentang bagaimana media sosial bisa menjadi pedang bermata dua bagi aparatur negara.

Status WhatsApp yang Jadi Sumber Masalah

Semua bermula dari unggahan status WhatsApp seorang ASN bernama Roni, yang diduga menyinggung perasaan para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya mereka yang baru diangkat pada tahun 2025.

Dalam status yang kini sudah dihapus itu, Roni menulis:

“11.000 x 350.000 = Itung sendiri berapa? /bulan #baru seumur jagung jangan banyak ngeluh, nuntut, syukuri liat ke bawah bukan dongak ke atas.”

Tulisan tersebut dianggap menyinggung isu tunjangan kinerja (tukin) bagi sekitar 11 ribu PPPK Banten angkatan 2025 yang disebut akan menerima tambahan penghasilan sebesar Rp350 ribu per bulan mulai tahun 2026.

Sindiran bernada perhitungan itu dinilai oleh sebagian PPPK sebagai bentuk pelecehan terhadap perjuangan mereka yang baru saja mendapatkan kepastian kerja setelah bertahun-tahun berstatus honorer. Tak butuh waktu lama, potongan status itu beredar luas di grup internal ASN dan menjadi perbincangan panas di lingkup pemerintahan daerah.

Baca Juga:  Tiga Rekomendasi Roti Bakar Viral di Bandung

Dari Status ke Viralitas

Unggahan pribadi Roni yang semula hanya bertahan beberapa jam di WhatsApp kemudian menyebar ke media sosial lain, terutama X (Twitter) dan Instagram. Akun lokal seperti @fesbukbanten menjadi salah satu yang mengangkatnya pertama kali dengan narasi:

“Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah unggahan status WhatsApp-nya menimbulkan keresahan di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).”

Dalam hitungan jam, unggahan itu disukai ratusan pengguna dan menuai berbagai komentar. Banyak PPPK mengungkapkan kekecewaannya, namun sebagian juga mengajak untuk memaafkan dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran.

Permintaan Maaf Terbuka

Menanggapi reaksi publik yang kian meluas, Roni akhirnya muncul dalam sebuah video klarifikasi. Dengan nada tenang namun jelas menyesal, ia menyampaikan permintaan maafnya kepada para PPPK.

“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan P3K atas status yang saya buat,” ucapnya dalam video yang kini tersebar di berbagai platform.

“Saya tidak ada niat menghina atau merendahkan siapa pun. Itu adalah kesalahan dan kebodohan saya. Mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat memaafkan.”

Video permintaan maaf itu direkam sederhana — tanpa naskah, tanpa podium, hanya seorang ASN yang tampak berusaha menebus kesalahan lewat ketulusan kata-kata.

Bagi sebagian warganet, tindakan Roni dianggap sebagai langkah berani dan patut dihormati. “Butuh nyali untuk minta maaf di depan publik, apalagi setelah viral,” tulis salah satu komentar. Namun tak sedikit pula yang menilai, kejadian ini seharusnya menjadi pengingat agar aparatur pemerintah lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Baca Juga:  Tangkap Burung Cendet Buat Beli Makan, Tangis Kakek Masir Pecah Dituntut 2 Tahun Penjara

Resonansi di Kalangan ASN dan PPPK

Di lingkungan Pemprov Banten sendiri, isu ini cepat menyebar dari satu grup percakapan ke grup lainnya. Beberapa pegawai menilai pernyataan Roni tak sepantasnya diucapkan oleh seorang ASN yang seharusnya memahami etika birokrasi.

Namun di sisi lain, sejumlah PPPK justru menyikapinya dengan tenang. Salah seorang PPPK angkatan 2025 yang enggan disebutkan namanya mengaku tersinggung di awal, tapi akhirnya memilih memaafkan.

“Awalnya kami marah, karena terasa seperti diremehkan. Tapi setelah melihat videonya, saya rasa niatnya memang untuk menebus kesalahan. Semua orang bisa khilaf,” ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan sikap banyak rekan PPPK yang lebih memilih melihat sisi positif dari kejadian ini: pengingat bahwa komunikasi di dunia digital bisa berdampak jauh lebih luas dari yang dibayangkan.

Pemprov Banten Belum Beri Tanggapan Resmi

Hingga Kamis (13/11/2025) pagi, Pemerintah Provinsi Banten belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun sumber internal menyebut, insiden tersebut telah menjadi bahan evaluasi internal mengenai tata krama ASN di media sosial.

Salah satu pejabat yang dihubungi secara terpisah menuturkan bahwa pihaknya kini sedang menyusun pedoman etika digital bagi ASN dan PPPK agar kejadian serupa tidak terulang.

“ASN sekarang hidup di era digital. Apa pun yang ditulis bisa cepat viral dan berdampak pada citra institusi. Kita perlu memperkuat kesadaran itu,” ujarnya singkat.

Media Sosial dan Cermin Etika ASN

Kasus Roni hanyalah satu contoh kecil dari tantangan besar yang dihadapi ASN di era digitalisasi informasi. Dengan ribuan mata yang bisa memantau setiap unggahan, batas antara ruang pribadi dan ruang publik menjadi semakin kabur.

Baca Juga:  Viral Video Gus Miftah Diduga Lecehkan Perempuan saat Ceramah

Sebagai aparatur pemerintah, ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga wajah dari lembaga yang diwakilinya. Sebuah status singkat bisa diartikan sebagai sikap resmi, dan dalam hitungan menit bisa mencoreng kepercayaan publik terhadap institusi.

Pengamat komunikasi publik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dwi Rahmawati, menilai kasus ini mencerminkan pentingnya literasi digital di kalangan pegawai pemerintahan.

“ASN memiliki tanggung jawab moral di ruang publik. Bahkan di media sosial pribadi, ucapannya bisa dianggap sebagai representasi institusi. Jadi, kehati-hatian adalah kuncinya,” jelas Dwi.

Pelajaran dari Sebuah Kekhilafan

Meski bermula dari kesalahan, kasus ini membawa refleksi penting: bahwa dunia digital tidak mengenal ruang privat sepenuhnya. Satu kalimat yang ditulis dengan emosi bisa berujung panjang dan meluas.

Roni sudah meminta maaf. Ia mengakui kekhilafannya dan berharap kejadian itu menjadi pelajaran bersama.

“Mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat memaafkan,” ucapnya dalam video itu — kalimat sederhana yang kini menjadi simbol introspeksi bagi banyak ASN lainnya.

Bagi publik, peristiwa ini menegaskan bahwa kehati-hatian bukan hanya milik pengguna biasa, tetapi juga keharusan bagi mereka yang bekerja membawa nama negara.

Dan bagi Roni, kesalahan yang sempat viral itu mungkin menjadi pengingat paling berharga dalam perjalanan kariernya sebagai abdi negara

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PPPK viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Nongkrong! 4 Komunitas di Bandung Ini Cocok Buat Kamu yang Ingin Produktif

Bolehkah Salat Pakai Makeup Pengantin? Ini Penjelasan Buya Yahya dan Solusinya

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong

Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.