Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral! BPJS PBI Tak Aktif Saat Anak Butuh Perawatan, Ayah Ini Nangis Minta Tolong Presiden

By SusanaRabu, 11 Februari 2026 16:22 WIB4 Mins Read
BPJS PBI dinonaktifkan, seorang ayah memohon kepada Presiden Prabowo karena putrinya yang sakit paru-paru tak bisa berobat. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah upaya pemerintah menata ulang data penerima bantuan sosial, sebuah kisah menggetarkan datang dari seorang ayah yang harus menerima kenyataan pahit: BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) milik putrinya mendadak dinonaktifkan. Padahal, sang anak sedang menjalani perawatan intensif akibat penyakit paru-paru serius.

Bagi keluarga ini, kartu BPJS bukan sekadar identitas kepesertaan. Ia adalah satu-satunya jembatan menuju harapan hidup.

BPJS PBI Dinonaktifkan Saat Anak Butuh Perawatan Rutin

Sang anak diketahui mengidap sindrom nefrotik yang disertai penumpukan cairan di paru-paru. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani kontrol dan pengobatan rutin di rumah sakit.

Namun, saat hendak mendapatkan layanan medis, pihak rumah sakit menyatakan status BPJS PBI anak tersebut tidak aktif. Tanpa jaminan kesehatan, pengobatan tak bisa dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ayahnya yang tidak memiliki kemampuan finansial memadai hanya bisa pasrah. Dalam kondisi terdesak, ia menyampaikan permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar kepesertaan BPJS PBI putrinya dapat diaktifkan kembali.

“Pak Prabowo, saya sudah nyoblos bapak. Mudah-mudahan BPJS PBI anak saya tidak di-off. Anak saya butuh pengobatan serius,” tulisnya.

Permohonan itu menjadi simbol keputusasaan sekaligus harapan dari masyarakat kecil yang menggantungkan akses kesehatan pada subsidi negara.

Baca Juga:  Sah, KPU Tetapkan Pasangan Prabowo-Gibran sebagai Capres-Cawapres Pemilu 2024

Respons Warganet: Antara Doa dan Kritik

Kisah tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu beragam reaksi. Banyak warganet menyampaikan doa dan dukungan moral, sementara sebagian lainnya mengkritisi kebijakan penonaktifan massal peserta PBI.

Beberapa komentar yang beredar di media sosial antara lain mendorong agar pasien dengan penyakit kronis seperti sindrom nefrotik, gagal ginjal (HD), atau kondisi yang membutuhkan terapi jangka panjang tetap diprioritaskan dalam kepesertaan PBI.

Komentar warganet dikutip dari kolom komentar Instagram @ssmedia_id, Rabu (11/2/2026).

“Ya Allah …knp jadi berantakan neh negara….semoga cpt sembuh adeknya..aktif lg BPJS-nya…” tulis akun @yen***

“Mending minta tolong sama Tuhan,karena berharap sama penguasa tidak akan pernah didengar,” tulis akun @ath***

“Minimal buat kasus kaya pasien HD, sindrom nefrotik kaya si ade, dan penyakit kronis dengan pengobatan dan perawatan khusus ya dilanjutkan status PBI nya laaah. Jangan tiba-tiba diputus laah,” tulis akun @bus***

Gelombang empati ini menunjukkan bahwa persoalan BPJS PBI dinonaktifkan bukan sekadar isu administratif, tetapi menyangkut keselamatan jiwa.

13,5 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Ini Penjelasan Kemensos

Kementerian Sosial menegaskan bahwa penonaktifan 13,5 juta peserta PBI JKN bukanlah pengurangan subsidi, melainkan bagian dari proses realokasi agar lebih tepat sasaran.

Baca Juga:  Atasi Pengangguran, Prabowo-Gibran Kawinkan Industri, Ketenagakerjaan dengan Pendidikan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, kebijakan tersebut diambil setelah pemutakhiran data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurutnya, evaluasi menemukan masih banyak peserta dari kelompok ekonomi mampu (desil atas) yang menerima subsidi, sementara warga miskin belum terdaftar.

“Tidak ada yang dikurangi, tetapi direalokasi. Yang lebih mampu kita keluarkan, lalu dialihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria,” ujar Gus Ipul dalam rapat dengar pendapat di DPR.

Data Kemensos menyebutkan:

  • 13,5 juta peserta dinonaktifkan sepanjang 2025
  • Kuota nasional tetap 96,8 juta jiwa
  • Prioritas diberikan kepada rumah tangga desil 1–4 (kelompok termiskin)

Temuan sebelumnya menunjukkan sekitar 54 juta warga miskin desil bawah belum menerima PBI, sementara lebih dari 15 juta orang dari desil 6–10 justru tercatat sebagai penerima.

Mekanisme Reaktivasi BPJS PBI

Pemerintah memastikan tersedia jalur pengajuan ulang bagi warga yang merasa layak menerima bantuan. Proses reaktivasi dapat dilakukan melalui:

  • Dinas Sosial daerah
  • Aplikasi Cek Bansos
  • Layanan pengaduan 24 jam
  • Skema Universal Health Coverage (UHC) yang dikelola pemerintah daerah
Baca Juga:  Makan Berdua dengan Prabowo, Jokowi: Ngobrolin Baso, Kelapa Muda, Tahu Goreng

Sebagian peserta yang dinonaktifkan juga dialihkan menjadi peserta mandiri karena dinilai mampu membayar iuran sendiri.

Namun, di lapangan, proses administrasi sering kali memerlukan waktu. Bagi pasien dengan penyakit kronis, jeda layanan medis dapat berdampak serius pada kondisi kesehatan.

Antara Validasi Data dan Hak atas Kesehatan

Kebijakan pemutakhiran data memang bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran subsidi. Namun, kasus seperti yang dialami ayah ini memperlihatkan tantangan implementasi di lapangan.

Bagi keluarga miskin dengan anggota yang menderita penyakit kronis, akses terhadap BPJS PBI adalah perlindungan terakhir dari beban biaya kesehatan yang tak terjangkau.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik angka 13,5 juta peserta yang dinonaktifkan, terdapat individu-individu dengan cerita dan kebutuhan mendesak.

Penutup

Realokasi subsidi BPJS PBI merupakan langkah kebijakan yang bertujuan menciptakan keadilan sosial. Namun, proses verifikasi dan penonaktifan harus memastikan tidak ada warga rentan yang terlewat, terutama mereka yang tengah menjalani pengobatan serius.

Bagi ayah tersebut, harapannya sederhana: putrinya bisa kembali mendapatkan perawatan tanpa terhalang status administrasi. Karena dalam situasi seperti ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar data kepesertaan, melainkan nyawa seorang anak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

13 5 juta peserta BPJS PBI bantuan iuran BPJS BPJS PBI 2026 bpjs pbi dinonaktifkan BPJS PBI tidak aktif cara reaktivasi BPJS PBI pasien penyakit paru-paru Prabowo sindrom nefrotik anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.