Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib

Senin, 2 November 2026 14:03 WIB

Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia

Senin, 2 November 2026 13:37 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini

Senin, 2 November 2026 13:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kakang Rudianto Ungkap Sosok di Balik Perkembangannya di Persib
  • Tiwi/Fadia Taklukkan Wakil Taiwan, Gelar HYLO Open 2026 Jadi Milik Indonesia
  • Apakah Namamu Terdaftar? Cek Penerima Bansos November 2026 di Sini
  • Persib Gilas Isenmulang 4-0, Runje: Mental Pemain Luar Biasa!
  • Panik Didatangi Polisi, Tiga Pemuda Bersajam di Karasak Bandung Tak Berkutik
  • Cuma Butuh Hasil Seri di Australia! Ini Skenario Mulus Persib Melenggang ke 16 Besar ACL 2
  • Jadwal Padat Persib, Bobotoh Soroti Risiko Cedera dan Pentingnya Recovery
  • Awal November, BMKG Prediksi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Jabar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 3 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral di Telegram! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Diduga Penipuan Online?

By SusanaSelasa, 14 April 2026 12:00 WIB3 Mins Read
Viral video ibu tiri vs anak tiri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini, pencarian video berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri” berdurasi sekitar 7 menit kembali meningkat di berbagai platform media sosial.

Mulai dari TikTok, X (Twitter), hingga Telegram, konten ini ramai diburu dalam berbagai versi seperti “Part 2 di kebun sawit” hingga “versi dapur” yang diklaim sebagai lanjutan cerita.

Namun di balik tingginya rasa penasaran publik, muncul peringatan serius terkait ancaman keamanan digital yang mengintai pengguna internet.

Modus Baru: Konten Viral Dijadikan Umpan Link Berbahaya

Fenomena ini tidak hanya sekadar viral biasa. Di balik label sensasional seperti “full no sensor”, sejumlah akun tidak dikenal diduga memanfaatkan tren tersebut untuk menyebarkan link mencurigakan yang berpotensi membahayakan pengguna.

Modusnya sederhana: memancing rasa penasaran, lalu mengarahkan pengguna untuk mengklik tautan eksternal yang diklaim berisi video lengkap.

Baca Juga:  AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!

Padahal, sekali klik, pengguna bisa diarahkan ke situs berbahaya yang berpotensi mencuri data pribadi hingga akses finansial.

Dugaan Manipulasi Konten: Potongan Video Diduga Tidak Utuh

Hasil analisis literasi digital menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan pada video yang beredar. Perbedaan kualitas gambar, lokasi, hingga pakaian yang dikenakan dalam beberapa potongan video mengindikasikan bahwa konten tersebut bukan satu rangkaian utuh.

Diduga kuat, video ini merupakan gabungan dari beberapa klip berbeda yang berasal dari luar negeri, kemudian disusun ulang dan diberi narasi lokal agar lebih mudah viral di Indonesia.

Strategi semacam ini kerap digunakan untuk meningkatkan engagement sekaligus memperluas sebaran tautan berbahaya.

Ancaman Siber: Phishing hingga Malware Mengintai Pengguna

Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa tautan yang tersebar di grup percakapan dan media sosial berpotensi menjadi pintu masuk kejahatan siber.

Baca Juga:  Cara Aman dan Resmi Klaim Saldo DANA Gratis 18 Juli 2026: Hindari Penipuan

Beberapa ancaman yang sering digunakan dalam modus seperti ini antara lain:

  • Phishing: Tautan palsu untuk mencuri akun media sosial, email, atau data login
  • Malware / Spyware: File berbahaya (termasuk APK) yang dapat mencuri OTP dan mengakses mobile banking
  • Ransomware: Program yang mengunci perangkat dan meminta tebusan untuk membuka kembali akses

Jika pengguna tidak berhati-hati, dampaknya bisa serius, mulai dari kehilangan akun hingga saldo rekening yang terkuras tanpa disadari.

Risiko Hukum: Sebar Link Asusila Bisa Dipidana

Selain risiko digital, penyebaran link bermuatan konten tidak pantas juga memiliki konsekuensi hukum. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang ITE, distribusi konten yang melanggar kesopanan dapat dikenakan hukuman penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Bahkan, membagikan tautan di grup WhatsApp atau kolom komentar media sosial, meskipun hanya sekadar ikut menyebarkan, tetap dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum.

Baca Juga:  Viral di TikTok dan Telegram, Netizen Ramai Buru Versi Panjang Video Ibu Tiri vs Anak Tiri

Pola Lama yang Terus Berulang di Dunia Digital

Fenomena ini menunjukkan pola yang terus berulang di ruang digital: konten sensasional diberi judul provokatif, ditambah label “Part 2” atau “full version”, lalu disebarkan melalui akun anonim untuk menarik klik sebanyak mungkin.

Tujuannya tidak selalu sekadar viral, tetapi juga bisa mengarah pada monetisasi ilegal hingga kejahatan siber yang lebih serius.

Imbauan: Jangan Tertipu Rasa Penasaran

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergoda dengan tautan yang tidak jelas sumbernya. Verifikasi informasi menjadi langkah penting sebelum mengklik atau membagikan sesuatu di media sosial.

Di era digital saat ini, rasa penasaran sesaat bisa berakibat panjang jika tidak diiringi kewaspadaan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

hoaks internet Ibu Tiri vs Anak Tiri keamanan digital kejahatan siber phishing Indonesia video viral 7 menit Video Viral TikTok
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Beli atau Jual Emas Hari Ini? Cek Dulu Harga Antam dan Buyback Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare

Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus

Penantian 8 Tahun! dr. Gia Pratama Menangis Dengar Detak Jantung Calon Buah Hati

Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan

Terpopuler
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.