Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Kamis, 6 Agustus 2026 15:53 WIB

Jadwal Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya: Jam Tayang dan Link Live Streaming

Kamis, 6 Agustus 2026 15:40 WIB
Ilustrasi bayi

Viral Penemuan Bayi 8 Bulan di Pangandaran, Sejumlah Warga Berebut Adopsi

Kamis, 6 Agustus 2026 15:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi
  • Jadwal Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya: Jam Tayang dan Link Live Streaming
  • Viral Penemuan Bayi 8 Bulan di Pangandaran, Sejumlah Warga Berebut Adopsi
  • Pria Asal Cimahi Diringkus Polisi Gara-gara Edit Video Prabowo Pakai AI
  • PT BDS Pastikan Hak Vendor Dibayar, Dana Pailit PT CFR Disalurkan 100 Persen
  • Persija vs Arema FC Berebut Juara 3 Piala Presiden 2026, Ada Hadiah Rp2,5 Miliar!
  • Bukan Cuma Tempat Wisata, Ini Deretan Kuliner Bandung yang Wajib Masuk Wishlist
  • The Real ‘Madura All Around The World’, Jualan Gado-gado Nyempil di Jabal Khandamah Arab Saudi!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 6 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Penemuan Bayi 8 Bulan di Pangandaran, Sejumlah Warga Berebut Adopsi

By Aga GustianaKamis, 6 Agustus 2026 15:21 WIB3 Mins Read
Ilustrasi bayi
Ilustrasi bayi (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Warga digegerkan dengan penemuan sesosok bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang diduga sengaja dibuang oleh orang tak dikenal di area Terminal Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) ini langsung memantik perhatian publik serta respons cepat dari jajaran aparat penegak hukum dan instansi sosial setempat.

Saat ini, pihak berwenang bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pangandaran tengah mengerahkan upaya maksimal guna melacak jejak keberadaan orang tua maupun kerabat darah dari bayi yang diperkirakan baru menginjak usia delapan bulan tersebut.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Pangandaran, Maman Permana, menegaskan bahwa fokus utama lembaganya saat ini adalah menelusuri asal-usul keluarga sang bayi sebelum merumuskan langkah perawatan lanjutan.

“Kami akan menelusuri dulu keluarganya. Jika nantinya tidak ditemukan, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tindak lanjut berikutnya,” ujar Maman, Kamis (6/8/2026).

Maman menambahkan, kendala teknis yang dihadapi di lapangan adalah ketiadaan fasilitas rumah penampungan khusus bayi di wilayah Kabupaten Pangandaran. Oleh sebab itu, pelibatan pemerintah tingkat provinsi menjadi langkah prosedural wajib apabila pencarian keluarga kandung menemui jalan buntu.

“Di Kabupaten Pangandaran sementara ini belum ada fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Karena itu kami akan berkoordinasi dengan provinsi terkait penanganan selanjutnya,” tambahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan awal di Puskesmas Kalipucang, kondisi fisik bayi tersebut secara umum terpantau stabil. Kendati demikian, tim medis menemukan sejumlah bintik bekas gigitan serangga pada kulit sang bayi akibat minimnya perlindungan setelah diduga telantar di ruang terbuka selama beberapa hari.

“Alhamdulillah kondisi bayi sehat. Hanya ada bekas gigitan nyamuk karena menurut informasi bayi sempat beberapa hari telantar,” ungkap Maman.

Sambil menunggu perkembangan penelusuran keluarga, Dinsos Pangandaran menyiapkan skema penitipan sementara di yayasan kesejahteraan sosial lokal. Namun, langkah ini wajib didukung oleh kelengkapan berkas administratif resmi, seperti berita acara penemuan dari kepolisian serta hasil rekam medis dari fasilitas kesehatan.

“Kami akan melengkapi administrasi terlebih dahulu, termasuk laporan penemuan dari polsek dan surat keterangan kesehatan. Setelah itu baru diputuskan apakah sementara ditampung di yayasan di Pangandaran atau segera dikoordinasikan ke provinsi,” jelasnya.

Di sisi lain, insiden ini rupanya memancing empati mendalam dari masyarakat sekitar. Sejumlah warga dilaporkan telah mendatangi instansi terkait untuk menyatakan minat mengadopsi anak tersebut. Kendati demikian, pihak Dinsos mengingatkan bahwa prosedur pengangkatan anak terlantar tidak bisa diproses secara sembarangan karena terikat regulasi hukum yang ketat.

“Memang ada warga yang berminat mengadopsi. Tapi proses adopsi bayi telantar harus melalui tahapan yang panjang, mulai dari surat keterangan bayi telantar dari polsek, dokumen kesehatan, hingga memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” pungkas Maman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Adopsi bayi Pangandaran
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SDN 026 Bojongloa Sempat Digembok Ahli Waris, Disdik Bandung Siapkan Relokasi

Pria Asal Cimahi Diringkus Polisi Gara-gara Edit Video Prabowo Pakai AI

PT BDS Pastikan Hak Vendor Dibayar, Dana Pailit PT CFR Disalurkan 100 Persen

Ngeri! Truk Batu Bara Patah As di Rancabali Bandung, 6 Kendaraan Saling Hantam

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Nama Penerima PKH dan BPNT dengan NIK KTP

Sekolah Digembok, Ratusan Siswa SDN 026 Bojongloa Bandung Dipulangkan Paksa

Terpopuler
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.