bukamata.id – Kecamatan Cisewu kembali menjadi buah bibir, namun bukan karena prestasinya, melainkan karena potret infrastrukturnya yang memprihatinkan. Sebuah unggahan video dari akun Instagram @kuslendra_ mendadak viral setelah memperlihatkan kondisi ruas jalan yang menghubungkan Desa Pamalayan dan Desa Cikarang, Kabupaten Garut, yang lebih mirip lintasan off-road ekstrem daripada akses publik.
Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas hamparan batu besar berserakan di atas tanah merah yang licin saat diguyur hujan. Tak ada aspal, yang ada hanyalah penderitaan warga yang terpaksa melintas setiap hari.
Sindiran Menohok: “Wajar Rusak, Mungkin Karena Belum Bayar Pajak”
Kekecewaan warga mencapai puncaknya hingga terlontar sindiran bernada satire yang menohok telinga para pemangku kebijakan. Pengunggah video seolah “memaklumi” pembiaran ini sebagai imbalan atas kelalaian warga dalam urusan administrasi, meski nada bicaranya sarat akan kritik pedas.
“Wayah na we urg mah jalan ge kieu keneh, ngarumasakeun can malayar pajak kendaraan tiap tahun (Ya mau bagaimana lagi kalau jalan masih begini, merasa diri belum bayar pajak kendaraan tiap tahun),” tulisnya dalam keterangan video, dikutip Selasa (10/2/2026).
Bupati Pernah Lewat, Tapi Hanya Sekadar “Numpang Lewat”?
Hal yang membuat publik semakin geram adalah fakta bahwa kondisi jalan ruas Pamalayan-Cicariu-Cikarang ini diklaim sudah diketahui sejak lama oleh otoritas tertinggi di Kabupaten Garut. Bahkan, sang pengunggah menyebut bahwa Bupati Garut pernah melihat langsung kerusakan tersebut dengan mata kepala sendiri.
Namun, kehadiran pejabat tersebut rupanya tidak otomatis membawa perubahan. Hingga tahun 2026 ini bergulir, jalanan tetap gelap gulita tanpa penerangan yang memadai. Saat malam tiba, warga hanya bisa mengandalkan sorot lampu kendaraan untuk menembus pekatnya hutan dan licinnya medan.
“Bertahun-tahun warga menderita dengan jalan seperti ini, bahkan Bupati Garut pernah melihat kondisi jalan tersebut tapi masih belum ada perbaikan sama sekali sampai saat ini,” keluh akun tersebut lebih lanjut.
Pemerintah Masih “Tutup Mulut”
Hingga berita ini diturunkan, baik Pemerintah Kabupaten Garut maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum memberikan respons resmi. Bungkamnya otoritas terkait semakin mempertegas kesan adanya pengabaian terhadap hak-hak warga di wilayah pelosok.
Bagi masyarakat Cisewu, jalan ini bukan sekadar urusan transportasi, melainkan urusan nyawa dan ekonomi yang seolah digantung tanpa kepastian oleh birokrasi yang lamban.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










