Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang

Minggu, 8 November 2026 21:17 WIB

Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?

Minggu, 8 November 2026 19:28 WIB

Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United

Minggu, 8 November 2026 18:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tutup Jadwal Padat dengan Pahit, Persib Kalah 1-2 di Semarang
  • Baru Dimaafkan!! Evelyn Kembali Digoreng Gara-gara Mimpi Jadi Diva?
  • Tolic Rotasi Besar-besaran! Ini Susunan Pemain Persib Lawan Java United
  • Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung
  • Lelah Usai dari Australia, Persib Malah Bikin Pelatih Java United Ketar-ketir
  • CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang
  • Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan
  • Ogah Cari Istri Baru! Demian Aditya Blak-blakan Tak Kepikiran Nikah Lagi Usai Cerai dari Sara Wijayanto
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Walhi Minta Pemerintah Sikapi Serius Bencana Iklim di Pulau Jawa Selama 2023-2024

By Putra JuangSelasa, 27 Februari 2024 16:33 WIB3 Mins Read
Konferensi Pers WALHI Region Jawa 'Krisis Iklim di Depan Mata'. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sepanjang tahun 2023 hingga di awal 2024 ini, bencana iklim kembali menghantam Pulau Jawa. Merujuk pada catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 5.365 bencana iklim terjadi di seluruh Indonesia selama 2023.

Kejadian bencana tersebut yakni kebakaran hutan dan lahan sebesar 2.051 kejadian, cuaca ekstrim 1.261 kejadian, banjir 1.255 kejadian, longsor 591 kejadian, kekeringan 174 kejadian, terakhir abrasi dan gelombang pasang sekitar 33 kejadian.

Bencana tersebut telah memaksa 8 juta lebih penduduk mengungsi, 250 lebih meninggal dunia dan 5 ribu orang luka-luka. Jumlah tersebut belum angka kehilangan harta benda dan sumber penghidupan sehari-hari.

Kumpulan angka bencana di atas merupakan dari dampak krisis iklim yang didorong oleh faktor multidimensi, seperti faktor politis dalam hal ini kebijakan, lalu faktor ekonomis, yakni praktik eksploitasi sumber-sumber alam dan faktor sosial, seperti dalih investasi dan pembangunan.

Direktur ED WALHI Jawa Barat, Wahyudin mengatakan, bahwa wilayah Jabar tengah diambang kekacauan yang serius. Menurutnya, jumlah jenis kegiatan, baik kegiatan yang di rencanakan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah tidaklah sedikit.

“Semua rencana tersebut telah mengakumulasikan kehancuran ekologis di tatar Parahyangan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan berujung pulau Jawa tenggelam karena berbagai bencana,” ucap Wahyudin saat konferensi pers di Bandung, Selasa (27/2/2024).

Wahyudin mengatakan, slah satu yang disoroti dalam ancaman Java Collapse di antaranya, ribuan izin tambang masih terus keluar, kurang lebih terdapat 1.000 izin penguasaan air/privatisasi air yang terus merajalela, pencemaran DAS dan mikro DAS terus terjadi dan tidak dapat ditindak secara tegas.

Selain itu, pembangunan yang tidak dapat terhindarkan banyak menggusur ruang kehidupan rakyat, tata kelola sampah yang buruk, Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang semakin minim terus meningkat.

“Kami melihat pada rezim jokowi dan berpotensi serupa atau semakin tinggi ke depan ketidak becusan pengelolaan tata ruang,” ungkapnya.

Menurut Wahyudin, hal tersebut dipicu oleh dua hal. Pertama yakni terkait dengan kebijakan.

“Kegiatan yang merubah bentang alam dan menggusur habis ruang hidup rakyat,” ujarnya.

Kedua, kata Wahyudin, pemerintah yang selalu memilih jalur pendekatan melalui investasi.

“Tidak terbayangkan, bagaimana di setiap daerah ini perpres itu selalu menjadi senjata dan diperkuat oleh peraturan turunannya,” katanya.

Hal yang sama juga dialami di wilayah DKI Jakarta. Direktur ED WALHI DKI Jakarta, Suci Fitriah Tanjung mengatakan, bahwa Jakarta telah mengalami banyak permasalahan lingkungan hidup akibat pembangunan yang tidak melihat kondisi ruang.

“Harus dipahami bahwa Jakarta itu lebih luas wilayah lautnya dibandingkan daratannya. Jadi kalau kita lihat daya dukung dan daya tampung Jakarta itu sudah sangat overload. Sehingga kita sering kali melihat bencana ekologis hari ini menjadi momok besar di Ibukota Jakarta,” kata Suci.

Suci mengaku, pihaknya sudah berkali-kali merevisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Namun, hal itu tidak cukup untuk memenuhi hasrat pembangunan yang saat ini seakan menjadi kebutuhan.

“Tapi kita selalu lupa bahwa kita hidup di atas tanah yang sangat lunak dengan berbagai kompleksitasnya,” imbuhnya.

Suci memandang, bahwa saat ini kondisi Jakarta sudah mengalami kritis dan hampir tenggelam.

“Mungkin beberapa tahun lagi makin banyak pulau-pulau kecil di kepulauan seribu yang hilang. Masyarakatnya tidak dibangun secara kapasitas untuk bisa menghadapi ancaman hari ini,” tandasnya.

Dalam melihat situasi ini, ED WALHI Region Jawa meminta pemerintah untuk lebih serius dalam menyikapi persoalan ini dengan membuat langkah dan kebijakan yang menjawab krisis ini. Seperti, meninjau ulang setiap kebijakan dan aturan, termasuk PERPU Cipta Kerja, RTRW dan RZWP3K yang bertentangan dengan upaya penyelamatan dan pemulihan Pulau Jawa.

Jika hal demikian masih dibiarkan, maka tidak mungkin krisis di Pulau Jawa akan semakin menghancurkan ruang hidup dan memaksa warga menjadi korban. ED WALHI Region Jawa juga menyerukan untuk segenap gerakan dan rakyat untuk terus berjuang serta menyuarakan tentang penyelamatan Pulau Jawa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kepulan Asap di Pool Damri Kebon Kawung, Kebakaran Gegerkan Warga Bandung

CPNS

CPNS 2026 Resmi Dibuka November! Siapkan Dokumen Ini dari Sekarang

Viral Pengendara Mobil Diacungi Senjata di Cangkuang, Remaja 17 Tahun Diamankan

Kabar Duka! Bobotoh Meninggal saat Menuju Laga Persib di Semarang

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.