Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia

Selasa, 29 September 2026 21:27 WIB

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selasa, 29 September 2026 20:55 WIB

Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang

Selasa, 29 September 2026 20:16 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Di Balik Kartu Merah Thom Haye: Respon Bijak John Herdman Usai Indonesia Tahan Imbang Malaysia
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang
  • Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?
  • EMAS LAGI! Leo/Daniel Bikin Merah Putih Berjaya di Asian Games 2026
  • Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah
  • Tak Bisa Bela Timnas, Pemain Persib Ini Tetap Pantau Perjuangan Skuad Garuda
  • Skandal Program MBG: Kejagung Ungkap Kerugian Negara Tembus Rp10 Triliun, 7 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wali Kota Bandung Temukan Klaster TBC di Pelindung Hewan

By Putra JuangSenin, 13 Oktober 2025 15:50 WIB3 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langit sore di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar tampak mendung, namun kesibukan warga di Kelurahan Pelindung Hewan justru meningkat.

Di tengah padatnya perumahan dan deretan rumah sewa yang berdempetan, langkah kaki Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tampak menelusuri gang-gang sempit bersama jajaran perangkat daerah dan Anggota DPRD.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program rutin Siskamling Siaga Bencana yang kini memasuki edisi ke-16 yaitu di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, pada Senin (13/11/2025).

Kali ini, fokus perhatian bukan hanya pada potensi banjir dan kesiapsiagaan bencana, melainkan juga pada ancaman kesehatan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

“Problem di sini sangat khas. Ini kawasan padat dengan tingkat kelahiran yang tinggi. Kami menemukan 62 kasus TBC aktif, dan ada sekitar 200-an suspek yang sedang dipantau,” ungkap Farhan di sela peninjauan.

Baca Juga:  Temui Bey Machmudin, Wali Kota Bandung Terpilih Ingin Bandara Husein Aktif Kembali

Menurutnya, penularan tuberkulosis (TBC) di wilayah ini menjangkiti semua kelompok usia mulai dari balita hingga lansia.

“Ini tantangan berat, karena padatnya rumah dan sanitasi yang belum ideal membuat risiko penularan makin besar,” tambahnya.

Tak hanya berhenti pada data kesehatan, Farhan juga meninjau titik rawan banjir salah satunya di depan kantor kelurahan. Di lokasi tersebut, genangan air sering muncul akibat sumbatan drainase yang tersumbat sampah rumah tangga.

Tanpa menunggu lama, Wali Kota memerintahkan dinas terkait untuk turun langsung melakukan pembersihan.

“Ini contoh tindakan cepat. Begitu ditemukan sumbatan, langsung kita bereskan. Kita ingin setiap kunjungan bukan cuma memotret masalah, tapi juga menyelesaikannya di tempat,” ujar Farhan.

Di sisi lain, Farhan mengapresiasi gerakan warga yang mulai mengintegrasikan program Buruan Sae dan Dapur Dahsyat untuk menekan angka stunting.

Hasil panen sayuran dari Buruan Sae dimanfaatkan sebagai bahan masakan bergizi di Dapur Dahsyat, yang kini aktif di tingkat RW.

Baca Juga:  3 Tempat Wisata Estetik di Bandung dengan Pemandangan ala Luar Negeri

“Saya senang, konsepnya sudah mulai berjalan. Masyarakat memanfaatkan hasil Buruan Sae untuk dapur sehat. Ini bisa menjadi model sinergi antara kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Farhan menyebut konsep ini sebagai “Segitiga Penting” kolaborasi antara kader kesehatan, masyarakat, dan pemerintah yang dapat memperkuat daya tahan lingkungan sekaligus memperbaiki pola hidup warga.

Data kelurahan mencatat, di kawasan Pelindung Hewan terdapat sekitar 500 rumah. Dari jumlah itu, sebanyak 180 unit di antaranya merupakan kos-kosan dan rumah sewa bulanan. Total penduduk mencapai 2.400 jiwa, dengan rata-rata lima orang per rumah.

“Kepadatan seperti ini memang masih dalam batas wajar, tapi dengan rumah-rumah kecil dan jarak antarbangunan yang rapat, risiko penyakit menular tetap tinggi. Kita akan lihat lagi luas rumah dan tata lingkungannya,” jelas Farhan.

Baca Juga:  Sentuhan Spiritual di Balik Solusi Masalah Kota, Farhan Ingin Hidupkan Kajian Rutin di Alun-alun Bandung

Menurutnya, pemetaan ulang tata ruang dan sanitasi di wilayah padat menjadi langkah penting agar perbaikan pemukiman bisa lebih tepat sasaran.

Hasil pemantauan lapangan ini tidak akan berhenti di catatan laporan. Farhan menyebutkan, beberapa titik di Kelurahan Pelindung Hewan akan diusulkan masuk dalam program perbaikan pemukiman.

Bagi Farhan, Siskamling Siaga Bencana bukan sekadar program turun lapangan, tetapi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia ingin memastikan, setiap kunjungan menghasilkan tindakan nyata yang bisa langsung dirasakan warga.

“Yang penting bukan cuma datang dan melihat masalah, tapi memastikan ada penyelesaian. Tadi sumbatan drainase langsung dibersihkan, dan data TBC akan kita tindaklanjuti lewat penanganan sanitasi serta perbaikan pemukiman,” tegasnya.

Dengan pendekatan lintas isu dari bencana, kesehatan, hingga lingkungan Pemkot Bandung berupaya menanamkan budaya tangguh bencana dan sadar lingkungan di setiap kelurahan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham

Selain di Jatiluhur, Fasilitas Data Center AI Ternyata Sudah Berdiri di Bekasi dan Karawang

Dedi Mulyadi

Dulu Menangis Alam Dirusak, Kini Dukung Proyek Penguras Air? Dedi Mulyadi Blunder Fatal?

Pencabulan

Oknum Guru SMP di Subang Diduga Lecehkan Mantan Murid saat Ambil Ijazah

Skandal Program MBG: Kejagung Ungkap Kerugian Negara Tembus Rp10 Triliun, 7 Orang Jadi Tersangka

Pusat Resmi Ambil Alih Gaji PPPK Lewat RAPBN 2027, Siapkan Anggaran Rp23 Triliun

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 116 Usai Permalukan Singapura di ASEAN Cup 2026
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.