Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Wali Kota Farhan Dorong Inovasi Siaga Bencana di Tiap Kelurahan

By Putra JuangKamis, 6 November 2025 21:25 WIB2 Mins Read
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, terutama longsor dan banjir.

Khususnya di wilayah dataran tinggi seperti di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap Kota Bandung.

Hal itu dikatakan Farhan saat Siskamling Siaga Bencana ke-32 yang digelar di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kamis (6/11/2025).

Dalam arahannya, Farhan menyampaikan, wilayah Hegarmanah memiliki karakter geografis unik yang harus diwaspadai. Dengan ketinggian sekitar 828 meter di atas permukaan laut dan kontur yang curam, daerah ini memiliki risiko longsor cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat.

“Daerah sini salah satu wilayah yang paling menjadi perhatian di Kota Bandung karena topografinya curam dan banyak pemukiman vertikal. Risiko bencananya jelas, yaitu longsor akibat derasnya air hujan,” ucap Farhan.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Bandung Targetkan Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2024 Tembus 90 Persen

Farhan menuturkan, mitigasi bencana harus dilakukan berbasis kesadaran warga, bukan paksaan. Menurutnya, normalisasi sungai seringkali dipersepsikan secara keliru jika tidak disertai pendekatan sosial yang baik.

“Kalau masyarakat dipaksa pindah tanpa pendekatan, akan dianggap zalim. Maka yang penting adalah mencegah agar tak ada korban jiwa. Pindah itu harus dengan kesadaran,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kelurahan Hegarmanah memaparkan inovasi lokal bernama Satlinmas “Pamolah” (Patroli dan Monitoring Wilayah), bagian dari Satlinmas Siaga Bencana yang dibentuk sebagai respons cepat terhadap potensi bahaya di lapangan.

Baca Juga:  90 Persen Kebutuhan Pangan Bandung dari Luar, Begini Solusi Pemkot Hadapi El Nino

Berdasarkan keterangan, personel Pamolah berkeliling setiap hari untuk memantau wilayah dan melapor jika ada potensi ancaman seperti tanah longsor, banjir, atau pohon tumbang.

“Sebelum masyarakat tahu, tim Pamolah sudah harus tahu dan segera melapor ke kelurahan. Dari kelurahan langsung diteruskan ke kecamatan dan dinas terkait,” ungkapnya.

Farhan mengapresiasi inovasi ini dan menilai Pamolah dapat menjadi ujung tombak mitigasi bencana di tingkat akar rumput.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Ultimatum Pengelola Bandung Zoo: Jika Konflik Tak Usai, Izin Bisa Dicabut!

“Kekuatan utama kita bukan alat, tapi sistem peringatan dini berbasis warga. Linmas dan RW adalah garda terdepan dalam melindungi jiwa warga,” katanya.

Kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Hegarmanah ini menjadi bagian dari rangkaian program Pemkot Bandung untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana alam.

Farhan berharap, setiap kelurahan mampu mengembangkan inovasi seperti Pamolah agar sistem peringatan dini dan penanganan darurat berbasis RW semakin efektif.

“Tujuan akhirnya sederhana, tidak ada korban jiwa. Itulah ukuran keberhasilan mitigasi bencana,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung Muhammad Farhan Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.