Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Selasa, 13 Oktober 2026 17:45 WIB

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Selasa, 13 Oktober 2026 17:36 WIB

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Selasa, 13 Oktober 2026 17:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama
  • Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol
  • Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian
  • Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Bobotoh Meledak Usai Thom Haye Bongkar Fasilitas Persib, Manajemen Didesak Berbenah!
  • Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial
  • Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Bandung Keluhkan Layanan PDAM, Akui Diblokir hingga Meteran Air Dicabut Sepihak

By SusanaMinggu, 26 Januari 2025 17:30 WIB2 Mins Read
Seorang warga Kota Bandung, Iman, mengungkapkan keluhan terkait layanan PDAM Tirtawening yang ia alami. Foto: Tangkapan layar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang warga Kota Bandung, melalui unggahannya di media sosial Iman Fushshilat mengungkapkan keluhan terkait layanan PDAM Tirtawening yang ia alami, khususnya mengenai pasokan air yang tidak lancar di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam unggahannya tersebut, Iman mengaku sering kali mengirimkan keluhan melalui media sosial, namun merasa tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak PDAM.

Iman mengingatkan kembali peristiwa pada November tahun lalu, yang menurutnya sangat mirip dengan kejadian banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Bandung.

Pada saat itu, ia sempat menandai akun resmi PDAM Tirtawening di sosial media untuk mempertanyakan mengapa pasokan air kepada pelanggan tidak lancar meski musim hujan telah tiba. PDAM sering kali memberikan alasan bahwa debit air kurang, namun Iman merasa penjelasan tersebut tidak memadai.

Baca Juga:  Jelang HUT ke-79 RI, Lapangan Gasibu Ditutup untuk Umum Selama 6 Hari

“Sejak akhir tahun 2022, saya sudah mengeluhkan kesulitan mendapatkan air di lingkungan saya. Sementara di RW sebelah, air mengalir dengan lancar. Bahkan di pasar ada kebocoran air PDAM yang mengalir ke jalan dan membuat jalanan becek,” ungkap Iman, dikutip dari Instagram @@imanfushshilat, Minggu (26/1/2025).

Ia juga menyarankan agar PDAM memeriksa saluran air di wilayahnya, mengukur tekanan air, dan memeriksa apakah ada kebocoran atau masalah lainnya pada pipa dan konektor. Namun, hingga kini, keluhan tersebut belum mendapat perhatian lebih dari pihak PDAM.

Baca Juga:  Kreativitas Tanpa Batas, Sugu Restaurant Perkenalkan Kuliner dan Seni Lokal di Bandung

Iman menceritakan bahwa ia sempat diundang untuk bertemu dengan Direktur PDAM Tirtawening, Sonny Salimi, pada 28 Mei 2024. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

“Saat saya datang, malah disajikan presentasi mengenai reinstra. Saya merasa seharusnya ini disampaikan kepada Wali Kota, bukan kepada pelanggan yang hanya meminta salurannya dicek. Ketika giliran saya berbicara, belum juga dua menit, saya sudah dipotong, dan saya tidak diizinkan pulang sebelum video pertemuan dihapus,” kata Iman dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Surga Jajanan Pasar Tradisional Kini Hadir di Tengah Kota Bandung

Puncak kekecewaan Iman terjadi pada akhir November 2024, ketika ia mendapati meteran airnya dicabut secara sepihak oleh PDAM.

Iman merasa tindakan tersebut sangat tidak adil, mengingat peraturan Walikota Bandung No. 26 Tahun 2022 tentang Pelayanan PDAM yang menyatakan bahwa pencabutan meteran hanya bisa dilakukan jika pelanggan menunggak dua bulan berturut-turut atau jika pelanggan mengajukan permohonan berhenti.

“Saya heran dengan keputusan ini. Sesuai peraturan, pencabutan meteran hanya boleh dilakukan dalam dua kondisi tersebut, tapi saya tidak memenuhi salah satunya,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Kiaracondong Bandung Mulai Ditata, Drainase Tersumbat Sampah Jadi Perhatian

Diprotes Ulama, Turnamen Domino di Kota Tasikmalaya Batal Dihelat

Ilustrasi video syur

Sakit Hati Usai Cerai, Pria Garut Nekat Sebar Video Syur Mantan Istri di Media Sosial

Beneran Santri Atau Talent Bayaran? Karnaval Berhijab Pakai Sound Horeg di Malang Bikin Netizen Geger!

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.