Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Selasa, 5 Mei 2026 19:52 WIB

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

Selasa, 5 Mei 2026 19:49 WIB

Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?

Selasa, 5 Mei 2026 19:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey
  • Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai
  • Transfer Panas! Persib Siap Datangkan Kiper Eropa, Jejak Thom Haye Terulang?
  • bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau
  • Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg
  • DRAMA GBK! Izin Laga Persija vs Persib Masih Digantung, Ini Penyebabnya
  • Update Rumor Transfer Persib: Daftar 6 Pemain Bintang yang Dikaitkan dengan Maung Bandung
  • Update 5 Mei 2026: Cara Cerdas Berburu Saldo DANA Gratis yang Terbukti Cair Tanpa Ribet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Warga Pesisir Selatan Jabar Diminta Siaga, BMKG Ungkap Ancaman Rob dan Gelombang Besar hingga Akhir Januari

By Aga GustianaSelasa, 20 Januari 2026 12:51 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir rob. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Aktivitas masyarakat di sepanjang pantai selatan Jawa Barat perlu ditingkatkan kewaspadaannya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung sampai 22 Januari 2026. Tak hanya itu, peringatan gelombang laut tinggi juga dikeluarkan untuk wilayah perairan selatan Jabar.

Menurut BMKG, potensi rob kali ini berkaitan dengan fenomena astronomi, yakni fase Bulan Purnama yang bertepatan dengan kondisi Perigee, saat posisi Bulan berada paling dekat dengan Bumi. Kombinasi ini dapat memicu kenaikan muka air laut hingga mencapai titik maksimum.

BMKG mencatat, puncak pasang air laut diprediksi terjadi pada rentang 19 hingga 22 Januari 2026, terutama pada malam hari sekitar pukul 20.00 sampai 23.00 WIB.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Garut, Terasa hingga Sukabumi dan Cianjur

Sukabumi Masuk Zona Risiko Tinggi

Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam kategori rawan. Setidaknya ada tiga kawasan pesisir yang mendapat perhatian khusus, yakni Palabuhanratu, Ciracap, dan Ujung Genteng.

Selain ancaman rob, BMKG Maritim juga melaporkan adanya gelombang laut dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Barat sejak 20 Januari 2026. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada 21 hingga 22 Januari, bahkan berpotensi muncul kembali pada 25 Januari 2026 di Samudra Hindia selatan Jabar.

Daerah Lain yang Berpotensi Terdampak

Tak hanya Sukabumi, sejumlah wilayah pesisir selatan Jawa Barat lainnya juga berisiko mengalami dampak serupa. Daerah-daerah tersebut antara lain:

  • Kabupaten Cianjur: Agrabinta dan Sindangbarang
  • Kabupaten Garut: Pameungpeuk dan Cikelet
  • Kabupaten Tasikmalaya: Cipatujah dan Cikalong
  • Kabupaten Pangandaran: Kalipucang dan Pangandaran
Baca Juga:  Cuaca Panas Masih Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Prediksi Kapan Berakhir

BMKG juga mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus di kawasan-kawasan tersebut. Keberadaan awan ini dapat memicu angin kencang serta meningkatkan tinggi gelombang secara tiba-tiba.

Potensi Gangguan Aktivitas Warga

Fenomena cuaca dan laut ini diperkirakan dapat berdampak pada berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan masyarakat pesisir, operasional pelabuhan, proses bongkar muat barang, hingga sektor perikanan.

Baca Juga:  BMKG Ungkap Ketebalan Es Pegunungan Jayawijaya Sisa 4 Meter, Apa Dampaknya?

BMKG mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di area pantai saat air laut pasang, meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem, serta memastikan saluran drainase di lingkungan tempat tinggal berfungsi optimal.

Sebagai langkah antisipasi, warga juga disarankan rutin memantau informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG agar memperoleh pembaruan cuaca dan peringatan dini secara akurat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir rob BMKG Cuaca Ekstrem gelombang tinggi palabuhanratu pesisir selatan Jawa Barat Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Strategi Jemput Bola Bupati Bandung: Desak Pusat Percepat Flyover Bojongsoang hingga Tol Ciwidey

Solusi Banjir Bekasi: DPRD Jabar Dorong Penambahan Rumah Panggung di Pondok Gede Permai

bjb KPR PASTI Tawarkan Suku Bunga Tetap 9,99 Persen: Solusi Kredit Rumah Stabil dan Terjangkau

Dua Hari Hilang, Bocah 11 Tahun di Cianjur Diduga Tenggelam Usai Melompat ke Sungai Cibaregbeg

Ilustrasi Meninggal Dunia

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah Cicendo

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.