bukamata.id – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menertibkan deretan warung di sepanjang Jalan Ciater, perbatasan Kabupaten Bandung Barat–Subang, memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat dan warganet.
Warung-warung tersebut selama ini menjadi tempat favorit bagi pengendara maupun wisatawan untuk beristirahat sambil menikmati kopi, udara sejuk, dan pemandangan kebun teh.
Lokasinya yang berada di lahan perkebunan teh Ciater milik PTPN I Regional juga dianggap mendukung aktivitas warga dan keamanan jalur, terutama karena lampu-lampu warung membantu penerangan ketika PJU kurang memadai.
Namun, Pemprov Jawa Barat memutuskan melakukan penertiban sebagai bagian dari penataan kawasan wisata. Dedi Mulyadi menyatakan langkah ini akan berlanjut ke wilayah Jalan Tangkuban Perahu dan Jalan Raya Lembang. Warung permanen yang berdiri di badan jalan sudah menerima surat peringatan pembongkaran.
Sebagai bentuk kompensasi, para pedagang di sepanjang Jalan Ciater akan direlokasi ke lokasi baru yang disiapkan Pemkab Subang dan menerima uang ganti sebesar Rp10 juta per pedagang.
Meski ada kompensasi, kebijakan ini memicu gelombang kritik di media sosial. Sejumlah netizen menilai warung-warung tersebut berperan besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jalur, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian warga.
Komentar warganet di akun Instagram @subang.info mencerminkan kekhawatiran itu.
“Keinginan makan Indomie kuah sambil lihat pemandangan yang indah pupus lah sudah,” tulis seorang pengguna.
“Tanjakan Emen bakal gelap dan sepi. Kalau kendaraan mogok, sudah tidak ada tempat istirahat lagi,” ujar netizen lain.
Ada pula yang mengkhawatirkan meningkatnya pengangguran, kemiskinan, dan potensi kejahatan di jalur tersebut.
Jalan Lembang–Subang dikenal memiliki medan ekstrem, baik turunan curam dari arah Lembang maupun tanjakan panjang dari arah Subang. Selama ini, keberadaan warung dianggap membantu pengendara mendapatkan tempat istirahat atau bantuan darurat.
Meski pro-kontra mencuat, Pemprov Jawa Barat memastikan program penertiban ini tetap berjalan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata dan keselamatan jalan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











