Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Minggu, 27 September 2026 15:21 WIB

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Minggu, 27 September 2026 14:32 WIB

Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 27 September 2026 14:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kebijakannya Disebut Dangkal, Dedi Mulyadi: Daripada Dalam tapi Tenggelam

By SusanaJumat, 23 Mei 2025 10:40 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara menanggapi kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan pendekatan visual dalam politik Indonesia, khususnya yang mengarah pada dirinya.

Dalam pernyataan terbarunya, Dedi menegaskan bahwa makna dari setiap tindakan harus dilihat dari dampaknya bagi masyarakat, bukan hanya dinilai dari bentuk permukaannya.

“Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal, tapi melahirkan hamparan tanaman, daripada mengaku pikirannya dalam hanya mampu membuat orang tenggelam,” ujar Dedi dalam unggahan di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Jumat (23/5/2025).

Tak hanya itu, Dedi juga mengajak masyarakat untuk menyikapi berbagai komentar dengan sikap positif.

Baca Juga:  Terobosan Baru! Gubernur Jabar Libatkan Mahasiswa Awasi Proyek Infrastruktur

“Pagi semuanya, kita hadapi berbagai kritikan dengan senyuman, salam bahagia, sehat selalu. Dengan melangkah, hidup akan menjadi berkah,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam acara Indonesia Lawyers Club bertajuk “Dulu Mulyono, Kini Mulyadi”, Rocky Gerung menyinggung soal politisi yang dinilainya lebih menonjolkan aspek visual dibandingkan gagasan substansial. Rocky menyebut Dedi Mulyadi sebagai contoh dari fenomena tersebut.

“Yang berbahaya bukan Dedi Mulyadi atau Junto Mulyono, tapi penontonnya. Penonton yang lebih mementingkan visualisasi daripada visi,” kata Rocky dalam siaran ILC yang diunggah di YouTube, Kamis (22/5/2025).

Baca Juga:  Sikat Percaloan, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Penyerapan Tenaga Kerja di Karawang

Rocky juga mengkritik salah satu langkah Dedi, yakni mengirim anak-anak ke barak militer sebagai metode pendisiplinan. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan pendekatan yang keliru dalam memahami pendidikan anak.

“Ngirim anak ke barak itu dangkal. Fungsi barak militer itu untuk mendisiplinkan tubuh, bukan pikiran. Anak itu nakal karena kreativitasnya tumbuh. Yang dibutuhkan adalah pedagogi, bukan demagogi. Pikiran tidak bisa didisiplinkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Orang Tua Diminta Waspada, Jabar Masuk Provinsi dengan Anak Terpapar Radikalisme Tertinggi Kedua di Indonesia

Ia juga menyindir masyarakat yang dengan mudah terkesima oleh gimmick politik dan metode pendidikan yang dangkal. Menurutnya, publik hari ini lebih banyak menonton permukaan daripada menggali substansi.

“Kita ini sedang menonton kedangkalan, dan itu terjadi setiap hari. Coba renungkan, yang kita lihat sehari-hari bukan leader, tapi dealer. Orang yang tidak mampu mengucapkan sesuatu yang layak untuk dibantah. Padahal, seorang pemimpin sejati adalah mereka yang siap argumennya dibantah. Tapi sekarang, ketika dibantah malah dikira buzzer,” tutup Rocky.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

barak militer Dedi Mulyadi kritik Rocky Gerung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.