bukamata.id – Polda Jawa Barat mengerahkan 3.248 personel gabungan untuk mengamankan sejumlah aksi unjuk rasa di Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Pengamanan dilakukan di beberapa titik demonstrasi, termasuk Gedung DPRD Jawa Barat, kawasan Asia-Afrika, Cikapayang, dan Simpang Lima.
Selain menyiagakan personel di lokasi aksi, kepolisian juga memberlakukan penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan Jawa Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa dari luar daerah, terutama yang berasal dari wilayah yang berbatasan dengan Jakarta.
Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik sesuai dengan kebutuhan pengamanan.
“3.248 personel ya. Tapi di beberapa titik ya. Titik-titik ini DPRD, kemudian Cikapayang, sama Simpang Lima,” kata Teddy saat ditemui di kawasan Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung.
Personel yang dilibatkan dalam pengamanan berasal dari berbagai instansi, yakni Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung.
Menurut Teddy, pengerahan personel gabungan tersebut bertujuan menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan selama aksi berlangsung.
Demo Bandung Digelar di Sejumlah Titik
Aksi unjuk rasa di Kota Bandung pada Selasa ini melibatkan sejumlah kelompok, mulai dari aliansi mahasiswa hingga warga Dago Elos. Massa menggelar aksi di beberapa lokasi, di antaranya Gedung DPRD Jawa Barat, kawasan Asia-Afrika, dan Cikapayang.
Polda Jabar memastikan pengamanan tidak hanya difokuskan pada titik demonstrasi. Personel juga ditempatkan di sejumlah lokasi keramaian untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Teddy menyebut penempatan personel telah disesuaikan dengan rencana pengamanan yang disusun bersama jajaran kepolisian di Kota Bandung.
“Iya, termasuk semua kita amankan. Sudah kita plotting sesuai dengan yang tadi disampaikan Pak Kapolrestabes. Sudah kita plotting semua,” ujarnya.
Pengamanan tersebut diharapkan dapat memastikan aksi penyampaian aspirasi berjalan tertib tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi Lakukan Penyekatan di Perbatasan Jawa Barat
Untuk mengantisipasi pergerakan massa dari luar Kota Bandung, Polda Jabar juga menginstruksikan seluruh kepolisian resor di wilayahnya melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan.
Teddy mengatakan, langkah tersebut telah dilakukan sejak sehari sebelum aksi berlangsung. Penyekatan terutama menyasar wilayah yang berbatasan dengan Jakarta.
“Banyak penyekatan. Sudah dari kemarin kita lakukan penyekatan di seluruh Jawa Barat. Kita perintahkan polres-polres, terutama yang berhubungan dengan Jakarta, untuk melakukan penyekatan,” tuturnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah massa yang datang ke Bandung selama demonstrasi berlangsung.
Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan kebutuhan menjaga situasi tetap terkendali.
Rekayasa Lalu Lintas Demo Bandung Bersifat Situasional
Selain pengamanan massa, kepolisian juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap kepadatan lalu lintas yang berpotensi terjadi di sekitar lokasi demonstrasi.
Teddy mengatakan, tim pengurai telah disiapkan untuk membantu Polrestabes Bandung dalam menerapkan rekayasa lalu lintas maupun pengalihan arus kendaraan apabila dibutuhkan.
“Ada tim pengurai, ada dua tim pengurai yang akan membantu mem-backup Polrestabes untuk melaksanakan rekayasa dan pengalihan arus. Situasional sifatnya,” jelasnya.
Artinya, penerapan rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Pengalihan arus dapat dilakukan apabila aktivitas demonstrasi berdampak terhadap kelancaran kendaraan di ruas jalan tertentu.
Pengendara yang hendak melintasi kawasan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Asia-Afrika, Cikapayang, dan Simpang Lima diimbau memantau informasi lalu lintas serta mengikuti arahan petugas.
Masyarakat juga disarankan mempertimbangkan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan di sekitar titik aksi.
Polda Jabar Imbau Massa Demo Tetap Tertib
Di tengah pengamanan demonstrasi, Teddy mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis.
Ia juga mengingatkan massa untuk tidak merusak fasilitas umum karena fasilitas tersebut dibangun dan dipelihara menggunakan uang masyarakat.
“Yang penting tertib, kemudian tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum. Karena itu kan berasal dari pajaknya masyarakat juga. Jadi dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat,” pungkasnya.
Polda Jabar berharap seluruh rangkaian demonstrasi di Kota Bandung dapat berlangsung aman dan kondusif. Kepolisian juga mengingatkan agar pelaksanaan aksi tetap memperhatikan hak masyarakat lain, termasuk pengguna jalan dan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










