Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Minggu, 3 Mei 2026 15:12 WIB

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Minggu, 3 Mei 2026 14:15 WIB

Bojan Hodak Waspada! PSIM Yogyakarta Siap Jadi Ancaman Persib

Minggu, 3 Mei 2026 13:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh
  • Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral
  • Bojan Hodak Waspada! PSIM Yogyakarta Siap Jadi Ancaman Persib
  • VIRAL! Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’, Netizen Ramai Cari Tautan Asli
  • Ricuh May Day Bandung: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Lewatkan! Kode FF Sultan 3 Mei 2026 Banyak Hadiah Langka
  • Emas Antam Mulai Bergerak! Ini Daftar Lengkap Harga Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 3 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

341 Ribu Data Polisi Diduga Bocor Usai Penangkapan Pria yang Mengaku Bjorka

By Aga GustianaSelasa, 7 Oktober 2025 08:43 WIB3 Mins Read
Data Polri diduga bocor usai penangkapan pria yang mengaku Bjorka. (Foto: X)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Polda Metro Jaya angkat bicara mengenai dugaan kebocoran data pribadi 341 ribu anggota Polri yang diduga dilakukan oleh peretas dengan nama samaran Bjorka. Isu ini mencuat setelah penyidik menangkap seseorang berinisial WFT di Minahasa, Sulawesi Utara, yang mengaku sebagai Bjorka.

Informasi dugaan peretasan pertama kali ramai dibicarakan setelah pakar keamanan siber Teguh Aprianto membagikan unggahan di platform X (Twitter) melalui akun @secgron. Ia menyebut data yang bocor mencakup nama lengkap, pangkat, satuan tugas, nomor telepon, hingga alamat email anggota Polri.

“Polisi mengklaim menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru. Bjorka kemudian merespons dengan membocorkan 341 ribu data pribadi anggota Polri,” tulis Teguh dalam unggahannya dikutip Selasa (7/10/2025).

Polda Metro Jaya Dalami Identitas WFT

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menjelaskan bahwa penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sosok WFT yang mengaku sebagai Bjorka.

Baca Juga:  Polri Dampingi Polda Metro Jaya dalam Tangani Kasus Pemerasan Mentan oleh KPK

“Kan sudah saya sampaikan, Wadirsiber juga sampaikan, everybody can be anybody di internet, siapapun bisa jadi siapa saja di internet,” kata Reonald di Polda Metro Jaya, Senin (6/10/2025).

Ia menambahkan, penyidik belum dapat memastikan apakah WFT memiliki keterkaitan langsung dengan peretas Bjorka yang selama ini dikenal publik.

“Bisa saja ada yang mengakui Bjorka-bjorka lain atau ini, lagi didalami apakah Bjorka ini dengan identik dengan Bjorka yang sebelumnya kan juga akan didalami,” sambungnya.

Menurut Reonald, tim siber juga tengah menelusuri jejak digital WFT. Ia menyebut, WFT diketahui beberapa kali mengubah identitas di forum gelap internet (dark web).

Baca Juga:  BCA Buka Suara Soal Dugaan Data Nasabah Bocor

“Karena yang berhasil ditangkap ini kan sudah beberapa kali juga mengubah nama di dark web,” ucapnya.

Polda Metro Jaya juga memastikan akan menyelidiki lebih lanjut dugaan kebocoran data yang dilakukan oleh Bjorka asli.

“Itu kita dalami lagi,” pungkas Reonald.

Penangkapan WFT Berawal dari Laporan Bank Swasta

WFT ditangkap di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa, pada Selasa (23/9/2025). Penangkapannya berawal dari laporan sebuah bank swasta pada 17 April 2025. Dalam laporan tersebut, WFT diduga mengunggah tampilan database nasabah ke akun X @bjorkanesiaa, dan mengklaim telah meretas 4,9 juta akun nasabah.

Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, mengungkapkan motif WFT melakukan aksi tersebut adalah untuk memeras bank.

Baca Juga:  Video Andini Permata Kembali Viral, Pencarian Durasi Panjang No Sensor Melejit

Namun, rencana pemerasan itu gagal dilakukan karena pihak bank langsung melaporkan ke polisi sebelum WFT sempat bertindak lebih jauh.

Mengaku Sebagai Bjorka Sejak 2020

Hasil pemeriksaan menunjukkan WFT telah aktif di media sosial dengan identitas Bjorka sejak tahun 2020. Ia bahkan memiliki akun di dark forum dengan nama Bjorka. Pada 5 Februari 2025, akunnya sempat menjadi sorotan publik hingga akhirnya ia mengganti nama menjadi SkyWave.

Kini, WFT resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 46 juncto Pasal 30 dan/atau Pasal 48 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bjorka Data Polisi hacker Keamanan Siber kebocoran data peretasan Polda Metro Jaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Ricuh May Day Bandung: 6 Pelajar Jadi Tersangka Perusakan Fasilitas Publik

Ilustrasi emas antam

Emas Antam Mulai Bergerak! Ini Daftar Lengkap Harga Hari Ini

KUALAT! Ejek Penampilan Kshowtime, Streetballer Surabaya Ini Kena Mental dan Berakhir Memelas!

Heboh Video ‘Skandal Moral’ Amien Rais Raib: Istana Bereaksi, Partai Ummat Sebut ‘Offside’

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.