Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan

Selasa, 16 Juni 2026 20:00 WIB

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Selasa, 16 Juni 2026 19:49 WIB
Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Selasa, 16 Juni 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

47 Siswa di Ciamis Keracunan Usai Menyantap Daging Berlendir dari MBG

By Aga GustianaSenin, 29 September 2025 17:15 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 47 siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025). Para siswa mengeluhkan mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan.

Dari jumlah tersebut, 14 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Pamarican, sementara dua lainnya dirawat di RSUD Banjar. Sisanya hanya perlu observasi di sekolah karena kondisinya tergolong ringan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kejadian ini berlangsung sekitar setengah jam setelah MBG dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 WIB. Beberapa siswa menyebut gejala muncul setelah memakan daging bumbu kuning yang menurut mereka terasa berlendir.

Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Baca Juga:  Program MBG di Bandung Barat Berujung Bencana, Kualitas Makanan Dipertanyakan

Menanggapi situasi ini, pihak sekolah langsung bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Pamarican dan Puskesmas Kertahayu untuk menangani siswa yang sakit.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, pun turun tangan setelah menerima laporan. Ia mengunjungi Puskesmas Pamarican untuk menjenguk siswa yang masih dirawat.

Herdiat mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Ia menyebut bahwa total ada 47 siswa yang terdampak, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  Darurat Mental Pelajar Jawa Barat: Antara Hiruk Pikuk Politik dan Lanskap Pendidikan yang Sakit

“Tercatat ada 47 siswa yang keracunan, tapi belum bisa dipastikan apakah dari MBG atau faktor lain. Penerima manfaat MBG di sekolah ini ada 608 orang, dan sudah didistribusikan kepada 422 siswa kelas 7 dan 8. Dari jumlah itu, 47 orang yang mengalami keracunan. Saat ini, 14 siswa masih dirawat di Puskesmas Pamarican dan 2 siswa di RSUD Banjar,” jelasnya.

Baca Juga: Korban MBG Berjatuhan Sampai Ribuan, Perlukah Disetop Sementara? Begini Kata Pakar

Baca Juga:  Pelaku Mutilasi Istri di Ciamis Diduga Alami Gangguan Kejiwaan, Begini Kondisinya

Bupati menegaskan bahwa bila kelalaian pihak dapur penyedia MBG terbukti, tindakan tegas akan diambil sesuai aturan.

“Kalau aturannya harus dihentikan sementara, maka akan dihentikan sementara. Kalau harus ditutup permanen, ya akan ditutup permanen,” tegas Herdiat.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar memperketat standar higienitas dan sterilisasi makanan sebelum didistribusikan.

“Jam masaknya harus sesuai aturan. Kalau didistribusikan jam 10 atau 11 siang, maka makanan harus dimasak maksimal 4 jam sebelumnya. Kalau masaknya sampai 12 jam sebelumnya atau lebih, itu sudah kelalaian,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ciamis keracunan MBG MBG siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.