Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Kamis, 17 September 2026 13:17 WIB

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Kamis, 17 September 2026 13:08 WIB

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

Kamis, 17 September 2026 13:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya
  • Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG
  • Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar
  • 15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan
  • Menang di Stadion Piala Dunia 2002, Igor Tolic Sebut Persib Catat Pencapaian Istimewa
  • Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung
  • 15 Negara Berebut Medali, Ini Jadwal Lengkap Sepak Bola Asian Games 2026
  • Bikin Bobotoh Cemas! Julio Cesar Akhirnya Ungkap Kondisi Usai Benturan Keras Lawan FC Seoul
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

47 Siswa di Ciamis Keracunan Usai Menyantap Daging Berlendir dari MBG

By Aga GustianaSenin, 29 September 2025 17:15 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 47 siswa SMPN 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (29/9/2025). Para siswa mengeluhkan mual, muntah, dan pusing beberapa saat setelah makan.

Dari jumlah tersebut, 14 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Pamarican, sementara dua lainnya dirawat di RSUD Banjar. Sisanya hanya perlu observasi di sekolah karena kondisinya tergolong ringan dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kejadian ini berlangsung sekitar setengah jam setelah MBG dibagikan kepada siswa pada pukul 10.00 WIB. Beberapa siswa menyebut gejala muncul setelah memakan daging bumbu kuning yang menurut mereka terasa berlendir.

Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Baca Juga:  Pastikan MPLS Bebas Perundungan, Pj Gubernur Jabar Kunjungi SMKN 1 Wastukencana

Menanggapi situasi ini, pihak sekolah langsung bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Pamarican dan Puskesmas Kertahayu untuk menangani siswa yang sakit.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, pun turun tangan setelah menerima laporan. Ia mengunjungi Puskesmas Pamarican untuk menjenguk siswa yang masih dirawat.

Herdiat mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Ia menyebut bahwa total ada 47 siswa yang terdampak, namun penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

“Tercatat ada 47 siswa yang keracunan, tapi belum bisa dipastikan apakah dari MBG atau faktor lain. Penerima manfaat MBG di sekolah ini ada 608 orang, dan sudah didistribusikan kepada 422 siswa kelas 7 dan 8. Dari jumlah itu, 47 orang yang mengalami keracunan. Saat ini, 14 siswa masih dirawat di Puskesmas Pamarican dan 2 siswa di RSUD Banjar,” jelasnya.

Baca Juga: Korban MBG Berjatuhan Sampai Ribuan, Perlukah Disetop Sementara? Begini Kata Pakar

Baca Juga:  SMPN 19 Kota Depok Ubah Nilai Rapor Puluhan Siswa Demi Masuk Sekolah Favorit

Bupati menegaskan bahwa bila kelalaian pihak dapur penyedia MBG terbukti, tindakan tegas akan diambil sesuai aturan.

“Kalau aturannya harus dihentikan sementara, maka akan dihentikan sementara. Kalau harus ditutup permanen, ya akan ditutup permanen,” tegas Herdiat.

Ia juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar memperketat standar higienitas dan sterilisasi makanan sebelum didistribusikan.

“Jam masaknya harus sesuai aturan. Kalau didistribusikan jam 10 atau 11 siang, maka makanan harus dimasak maksimal 4 jam sebelumnya. Kalau masaknya sampai 12 jam sebelumnya atau lebih, itu sudah kelalaian,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ciamis keracunan MBG MBG siswa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh Jasa Santet Tarif Rp3 Juta di Pantai Karang Hawu Sukabumi, Begini Faktanya

Ada Temuan Dapur Tak Sesuai SOP, DKPP Bandung Perketat Pengawasan Ratusan SPPG

Tantangan Ketahanan Pangan Bandung: Minim Lahan, 94% Pasokan Datang dari Luar

15 Ribu Pelari Serbu Bandung, Pemkot Imbau Warga Antisipasi Kepadatan

Terbongkar! Laboratorium Gelap Liquid Vape Narkotika Ditemukan di Bandung

317 Lapak Dibongkar Tanpa Ampun, Ratusan PKL Cirebon Terkatung-katung Kehilangan Tempat Cari Makan

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.