Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Jumat, 2 Oktober 2026 17:33 WIB
BSU Kemnaker

Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 17:04 WIB

Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat

Jumat, 2 Oktober 2026 16:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut
  • Jangan Tertipu Info Palsu! BSU 2026 Rp900 Ribu Disiapkan untuk 13,3 Juta Pekerja
  • Waspada Pergeseran Musim: BMKG Sebut Awal Musim Hujan di Jawa Barat Mundur Akibat El Nino Kuat
  • Terulang Lagi! SPPG Panyandaan KBB Disuspend Usai 14 Siswa Alami Keluhan
  • Lempar Bola Panas, Dedi Mulyadi Bongkar Fakta Megaproyek Data Center AI
  • Polisi Bekuk Terduga Pencuri Kabel APILL yang Bikin Lampu Merah Bandung Padam
  • FAM Layangkan Protes Resmi ke FIFA Terkait Lonjakan Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
  • Dedi Mulyadi Hadiri Pengukuhan PWI Jabar, Ingatkan Pers Jaga Independensi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

8 Tahun Bersama, Akhir Hidup Chutou si Anjing Pintar Bikin Jutaan Netizen Menangis Serentak

By SusanaSenin, 8 Juni 2026 10:40 WIB5 Mins Read
Chutou, anjing Border Collie dengan 1,5 juta pengikut di Douyin, dicuri lalu disembelih. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjalanan panjang yang selama bertahun-tahun dijalani influencer asal China, Guo, bersama anjing kesayangannya bernama Chutou berakhir dengan tragedi yang menyayat hati. Border Collie berusia delapan tahun yang telah menemaninya menjelajahi berbagai wilayah China itu dilaporkan hilang saat dititipkan kepada orang tuanya.

Kisah kehilangan Chutou bukan sekadar cerita tentang hewan peliharaan yang menghilang. Bagi jutaan pengikutnya di media sosial, Chutou adalah sosok yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka melalui berbagai konten petualangan yang dibagikan Guo selama bertahun-tahun.

Namun siapa sangka, anjing yang dikenal cerdas dan ramah itu justru berakhir tragis setelah diduga dicuri, dijual, lalu disembelih.

Hilang Saat Pemiliknya Bepergian ke Luar Negeri

Peristiwa bermula ketika Guo melakukan perjalanan ke luar negeri dan menitipkan Chutou kepada orang tuanya di Henan, China.

Saat berada jauh dari rumah, kabar buruk datang. Chutou dilaporkan hilang dari lahan keluarga. Kabar tersebut membuat Guo panik dan segera menghentikan perjalanannya untuk pulang dan mencari sahabat setianya itu.

Pencarian kemudian mengarah pada rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang membawa Chutou menggunakan sepeda listrik.

Temuan tersebut memicu pencarian besar-besaran yang dilakukan Guo bersama sejumlah relawan dan pecinta hewan.

Dijual Seharga Rp400 Ribuan

Setelah menelusuri berbagai petunjuk, Guo akhirnya berhasil menemukan pihak yang diduga mencuri Chutou.

Dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, Guo memperlihatkan momen saat dirinya mendatangi terduga pelaku pada 26 Mei 2026.

Saat dikonfrontasi, pelaku mengaku telah memberikan anjing tersebut kepada orang lain setelah menjualnya seharga 180 yuan atau sekitar Rp400 ribu.

“Saya kira anjing itu tidak ada yang punya. Saya kasih ke dia tanggal 14 Mei seharga 180 yuan,” kata terduga pelaku.

Pengakuan itu menjadi pukulan telak bagi Guo. Sebab dari penelusuran yang dilakukan, Chutou diduga telah berpindah tangan hingga akhirnya berakhir di sebuah restoran.

Saat Guo berusaha menyelamatkan anjing kesayangannya, semuanya sudah terlambat.

Chutou disebut telah disembelih dan dikonsumsi.

Pelaku Menolak Minta Maaf

Yang membuat publik semakin geram adalah respons keluarga terduga pelaku saat dimintai pertanggungjawaban.

Alih-alih meminta maaf, mereka justru menilai persoalan tersebut tidak perlu diperbesar karena anjing tersebut sudah mati.

Menurut pengakuan Guo dalam videonya, pelaku bahkan mengklaim tidak melakukan pelanggaran hukum.

“Anjing itu sudah mati, jadi jangan ribut-ribut. Saya tidak melanggar hukum,” ujar terduga pelaku.

Tidak hanya itu, keluarga pelaku juga menawarkan sejumlah uang sebagai bentuk penyelesaian damai.

“Saya kasih uang, kalau kamu mau anjing saya kasih anjing,” kata pelaku.

Pernyataan tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap tidak menghargai ikatan emosional antara pemilik dan hewan peliharaannya.

Tangis dan Penyesalan Guo

Di tengah proses pencarian yang berakhir tragis, Guo mengaku terus menyalahkan dirinya sendiri.

Dalam salah satu bagian video yang viral di media sosial, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Chutou karena merasa gagal melindungi sahabatnya itu.

“Maafin aku Chutou. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri dan juga tidak bisa memaafkan penculikmu,” ungkap Guo sambil menangis.

Kesedihan yang ditampilkan secara terbuka membuat banyak warganet ikut merasakan duka yang sama.

Bagi Guo, Chutou bukan sekadar hewan peliharaan. Selama delapan tahun terakhir, Border Collie tersebut telah menjadi teman perjalanan, rekan kerja, sekaligus anggota keluarga yang selalu hadir dalam kehidupannya.

Tegaskan Tak Akan Berdamai

Meski mendapat tawaran penyelesaian secara damai, Guo menegaskan dirinya tidak akan menerima permintaan tersebut.

Ia memilih menempuh jalur hukum dan menuntut pertanggungjawaban atas pencurian yang menyebabkan kematian Chutou.

“Aku tidak mau berdamai, dan tidak akan pernah berdamai. Tolong jangan datang lagi ke rumahku!” tegasnya.

Kasus ini juga kembali memicu perdebatan mengenai perlindungan hukum terhadap hewan peliharaan di China.

Hingga saat ini, China belum memiliki undang-undang nasional yang secara khusus melindungi hewan pendamping seperti anjing dan kucing. Akibatnya, kasus yang menimpa Chutou lebih banyak diproses sebagai tindak pencurian properti dibandingkan pelanggaran terhadap hak hewan.

Warganet Ikut Berduka

Kisah tragis Chutou memancing ribuan komentar dari pengguna media sosial. Banyak yang mengaku ikut sedih dan marah setelah mengetahui akhir hidup anjing yang memiliki lebih dari 1,5 juta pengikut di Douyin tersebut.

Salah satu warganet mempertanyakan bagaimana pelaku bisa mengabaikan fakta bahwa Chutou jelas merupakan anjing peliharaan yang terawat.

“Si Chutou ini bersih, wangi, grooming. Masa yang nyulik enggak curiga? Yang motong juga enggak curiga? Kelihatan dong harusnya anjing piaraan,” tulis akun @dod***.

Warganet lain mengaku memahami rasa kehilangan yang dirasakan Guo karena pernah mengalami hal serupa.

“Anjing, kucing, burung, kalau sudah dipelihara lama pasti muncul ikatan seperti keluarga sendiri. Dulu punya anjing dimasak orang lain. Sedih dan marah berhari-hari,” tulis akun @ach***.

Sementara komentar lain menyoroti sisi kemanusiaan dalam kasus tersebut.

“Sedihnya sampai ke sini. Kenapa sih orang? Anjing untuk dipelihara dan disayang,” tulis akun @the***.

Tragedi yang menimpa Chutou kini tidak hanya menjadi kisah kehilangan seekor anjing. Bagi banyak orang, kasus ini menjadi simbol betapa kuatnya ikatan antara manusia dan hewan peliharaan, sekaligus pengingat bahwa perlindungan terhadap hewan pendamping masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Penutup

Kepergian Chutou meninggalkan luka mendalam bagi Guo dan jutaan pengikut yang selama ini mengikuti perjalanan mereka. Di balik viralnya kasus tersebut, tersimpan pertanyaan besar mengenai perlindungan terhadap hewan peliharaan yang kerap dianggap sebagai anggota keluarga oleh pemiliknya. Bagi Guo, Chutou mungkin telah tiada, namun perjuangannya mencari keadilan untuk sahabat setianya itu dipastikan belum berakhir.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Keren Banget! Skill Futsal Bocah SD Asal Deli Serdang Bikin Pelatih Timnas Indonesia Putri Kepincut

Gaya Hidup Sekaligus Mesin Uang: Alasan Kuat Properti Kota Baru Parahyangan Diserbu Investor Urban

Melarikan Penat dari Riuhnya Ibu Kota: Menemukan Ketenangan Hidup di Kota Baru Parahyangan

Kulineran di Bandung? Ini 5 Tempat Makan Sunda dengan Cita Rasa Khas yang Menggoda

Drama Rp10 Ribu Bikin Bali Panen Hujatan! Sisi Gelap Pariwisata Lokal yang Dibongkar Kasus Billy Syahputra

Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Masih Rp2,581 Juta, Ada Pecahan hingga 1 Kg

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.